UIN Bandung Susun Stategi Percepatan Guru Besar

Pendidikan tinggi memiliki tantangan untuk melakukan percepan Guru Besar.


"Kita sedang menyusun strategi percepatan Guru Besar. Nanti Prof. Sulasman menjadi bagian dari strategi ini. Saat ini kita masih merancangnya. Idealnya, memang jumlah Guru Besar itu 10 persen dari jumlah dosen. Jadi, idealnya UIN Bandung memiliki 80 Guru Besar Jika per 4 tahun kita menghasilkan 40 Guru Besar, maka delapan tahun ke depan jumlah itu akan tercapai",  ungkap Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sebelumnya, Prof. Sulasman, Senat UIN SG Bandung menyatakan "Bulan kemarin ada Sidang Guru Besar,  dari UIN Jakarta ada yang mengusulkan naik dari IIId  ke IVa Guru Besar. Beliau dIsetujui langsung IVe dengan Kum 1050. Jurnal nya 6 Scopus Q1 semua. Sementara menjelang akhir tahun UIN Bandung belum ada lagi Guru Besar. Sementara yang lain mulai turun bertebaran Guru Besar-nya. UIN Bandung sekarang ada 31 orang Guru Besar.  Dua tahun kedepan UIN Bandung akan kehilangan 6 orang Guru Besar karena purna bakti. Sementara Persyaratan Guru Besar semakin sulit. Mari kita renungkan". Demikian diungkapkan profesor ahli Sejarah Peradaban Islam di Forum Riset & Inovasi UIN SGD Bandung.

"Puslitpen LP2M sangat mensuport program percepatan Guru Besar yang menjadi program Wakil Rektor I dengan memaksimalkan bantuan penelitian dosen, tentunya melalui capaian output jurnal yang sesuai klusternya yang akan berdampak pada terpenuhinya syarat dan Kum bagi dosen untuk naik jabatan fungsionalnya", timbal Dr. Deni Miharja, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung.

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS