Posts

DAHSYAT 70 ARTIKEL MAHASISWA LOLOS SELEKSI KONFERENSI

Image
  Puluhan Mahasiswa jenjang sarjana terbukti sukses dan berhasil menulis artikel ilmiah. Caranya hanya dua, pertama latihan penggunaan aplikasi references, dan kedua, patuh terhadap template. Diawali dengan mengakses data di repositori. Data rujukan selanjutnya dihimpun dengan memanfaatkan penggunaan aplikasi references. Tahap kedua memulai menulis dengan mematuhi template. Hasil latihan direviu paragraf per paragraf sebagai feedback hingga penulisan artikel ilmiah rampung. Dua hal di atas ditambah satu materi lagi, yakni latihan pengiriman naskah ke jurnal open acces. Dengan ini semua, Mahasiswa terbukti sukses dan berhasil. Indikator sukses dan berhasil adalah sukses peningkatan kualitas tulisan selama tahap latihan dan berhasil pengiriman naskah artikel ke konferensi untuk sasaran publikasi ilmiah. Ini cara paling efektif untuk memastikan Mahasiswa sukses dan berhasil publikasi artikel di jurnal ilmiah. Semula menulis artikel ilmiah itu horor. Tetapi sekarang bukan hantu lagi. Fakta

5 RECOMMENDATIONS AS A RESULT OF CISS 2020

Image
BANDUNG- The Faculty of Ushuluddin, Sunan Gunung Djati State Islamic University organized an international conference called the Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media. This conference formulate five recommendations in the issues of Islam and religious studies, as follow. First , Islamic and Religious studies should enggage in political power to embrace people justly. All members of society are required to respect sacred religious symbols. Law enforcement against any blasphemy is expected from the government.  Second , Islamic and religious studies should employ critical thinking in understanding religious teachings. This critical thinking should be available in their minds when reading and receiving religious teachings from any source especially media.   Third , Islamic and religious studies should use the main source of their religious scriptures

5 RECOMMENDATIONS AS A RESULT OF CISS 20

Image
BANDUNG- The Faculty of Ushuluddin, Sunan Gunung Djati State Islamic University organized an international conference called the Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media. This conference formulate five recommendations in the issues of Islam and religious studies, as follow. First , Islamic and Religious studies should enggage in political power to embrace people justly. All members of society are required to respect sacred religious symbols. Law enforcement against any blasphemy is expected from the government.  Second , Islamic and religious studies should employ critical thinking in understanding religious teachings. This critical thinking should be available in their minds when reading and receiving religious teachings from any source especially media.   Third , Islamic and religious studies should use the main source of their religious scriptures

5 REKOMENDASI CISS FU UIN BANDUNG 2020: RESOLUSI HARMONI DI ERA MEDIA BARU

Image
      BANDUNG- Ada lima rekomendasi Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.   Pertama , kekuatan politik dibutuhkan bagi pengaturan orang dengan keadilan. Semua anggota masyarakat dituntut menghormati simbol suci agama. Pemberdayakan hukum terhadap penodaan agama apapun diharapkan dari pemerintah. Kedua , pemikiran kritis dibutuhkan bagi penganut agama apapun dalam mengikuti ajaran agama. Pemikiran kritis ini hendaknya tersedia di benak mereka ketika menerima ajaran agama dari media manapun.   Ketiga , pengembangan isyarat moderasi mendesak untuk digali dari sumber fundamental Islam. Unsur harmoni yang mencakup ‘adalah, musawah, akhlak, dan tasamuh dapat dieksplorasi dari Alquran dan hadis. Keempat , keterbukaan pikiran sangat diperlukan dari penganut agama apapun untuk menerima temuan baru, sudut pandang baru bahkan dari yang lain. Kelima , kesada

MENULIS PEMBAHASAN KUALITATIF

Image
Pembahasan adalah janji dari pendahuluan. Mengajukan pertanyaan penelitian berarti berjanji memberikan pembahasan. Membahas berarti menjawab pertanyaan penelitian. Sejak pendahuluan, penulis berusaha memandu pembaca untuk merasa tertarik dengan jawaban pertanyaan penelitian. Membahas berarti mendiskusikan jawaban tentang pertanyaan penelitian dengan literatur kredibel dan praktik bila studi lapangan. Membahas berarti memberitahu pembaca tentang pengetahuan yang terlewati atau sengaja disisakan dari penelitian terdahulu.  Pembahasan adalah pemahaman baru tentang jawaban pertanyaan penelitian menurut interpretasi. Pembahasan berjalan dari masa sekarang ke masa depan meskipun dari literatur lampau. Pembahasan ialah harapan pengetahuan hari ini. Jawab pertanyaan penelitian secara sentral dengan perspektif spesifik. Hindari memberikan pembahasan yang bukan jawaban pertanyaan penelitian. Pastikan pembahasan mendukung kesimpulan. Jawaban pertanyaan penelitian menganut batas-batas yang diangga

CARA MELEPAS LELAH, INI TERNYATA OBATNYA

Image
  BANDUNG- Jum’at, (27/11/2020), berlangsung penutupan Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.   Konferensi internasional yang digelar selama 5 (lima) hari ini, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020, tembus mencapai 2000 peserta. Tampil sebagai presenter dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda, dan Jerman. CISS 2020 merupakan konferensi tahun ke-2 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin  (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU, memberikan pernyataan di acara penutupan konferensi. “Apa itu harmoni. Tentu masing-masing orang punya definisi sesuai konteks. Bagi saya, harmoni adalah ketika para narasumber menyampaikan informasi-informasi terkini. Saat masyarakat akademik partisipasi di peristiwa konferensi. Itu harmoni,” terangnya.   “Harmoni adalah ketika kalangan mahasiswa ber

BIKIN KAGET, DEKAN SPONTAN AJAK AUDIEN BERNYANYI KEMESRAAN DI PENUTUPAN CISS FU UIN BANDUNG

Image
  BANDUNG- Bikin kaget, Dekan spontan ajak audien menyanyi kemesraan. Peristiwa ini berlangsung di penutupan konferensi internasional harmoni.   Konferensi ini bertajuk CISS, Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies on Islam and the Making of Religious Harmony. Bertema The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.   Agenda digelar selama 5 (lima) hari, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddi  (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.   Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU, menutup acara, Jum’at, (27/11/2020). “Apa itu harmoni. Setiap orang punya definisi sesuai konteks. Bagi saya, harmoni adalah ketika para narasumber menyampaikan informasi. Saat masyarakat partisipasi di konferesi. Itu harmoni,” terangnya.   “Bagi saya, harmoni adalah ketika mahasiswa berlatih menulis artikel, membuat paragraf demi paragraf, dosen meriviu dan memberi feedback , mengirim paper ke konferensi, dan belajar presentasi i

CISS FU UIN BANDUNG OPTIMIS MENCAPAI 2000 PESERTA

Image
  CISS 2020 optimis mencapai 2000 peserta. Hingga hari ke-5 telah mencapai 1740 peserta. Penutupan akan berlangsung Jum’at, 27/11/2020, Pukul 16.00 WIB.   CISS, Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies on Islam and the Making of Religious Harmony, diusung Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Konferensi kali kedua ini bertema The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media. Konferensi ini digelar 5 (lima) hari, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020. Berlangsung secara virtual dari Studio FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia.   Di hari ke-5 dilanjut Plenary Session dengan narasumber utama, Prof. Dr. Entin Anwar, Ph.D., Hobart and William Smith College, USA. Tema “Islam and mindfulness: Toward the Making of Harmonious self.” Dan narasumber pendamping Prof. Dr. H. Muchtar Solihin, M.Ag., UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tema “Sufism within Global Spirituality.” Acara diawali oleh Opening Remark oleh

SAMPAI HARI KE-4 CISS FU UIN BANDUNG CAPAI 1430 PESERTA

Image
      CISS 2020 hari ke-4 mencapai partisipasi 1430. Acara ini digelar 5 (lima) hari, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020.   CISS, Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies on Islam and the Making of Religious Harmony, diusung Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Konferensi kali kedua ini bertema The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.   Mahasiswa didorong untuk partisipasi konferensi. “Patisipasi dari Mahasiswa luar biasa. Semua didorong untuk berlatih. Latihan presentasi paper in English or Arabic. Latihan adalah cara untuk maju dan berhasil,” ujar Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU.   Dr. Dadang Darmawan, M.Ag., Ketua CISS 2020, melaporkan “Sampai hari ke-4 partisipasi mencapai 1430. Ini masih berlanjut tersisa satu hari lagi. Makalah terseleksi dibatasi hanya 318 presenter.”   “Sebagian presentasi langsung pada sesi parallel dan sebagiannya lagi presentasi melalui video,” lanjut Dr. Dadang Darmawan, M.Ag. di Stu

PERADABAN BARU PARTISIPASI MAHASISWA DALAM KONFERENSI INTERNASIONAL CISS FU UIN BANDUNG 2020

Image
      Mahasiswa mendapat posisi terhormat atas partisipasi mereka di konferensi internasional. Jika sebelumnya Mahasiswa diarahkan presentasi makalah di dalam kelas, maka saatnya Mahasiswa tampil di ajang konferensi skala internasional. Diberitakan sebelumnya, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar The 2nd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony. Konferensi ini mengambil tema The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media. Acara diagendakan berlangsung 5 (lima) hari, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020.   “Alhamdulillah CISS berlangsung sukses. Indikator sukses narasumber utama tampil, berikut para narasumber pendamping, para pemakalah presentasi, dan seluruh panitia allout,” ungkap Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, 26/11/2020. “Hal yang paling membanggakan lagi, Mahasiswa terlibat di kegiatan konferensi ini. Seb

LATAR BELAKANG DAN KERANGKA BERPIKIR

Image
      Pak, apa bedanya skripsi dan artikel? Sama saja. Skripsi tebal kalau artikel cukup 2500 karakter dan tidak lebih dari 7000 karakter.   Bagaimana mengganti skripsi dengan artikel? Dua-duanya tetep mengajukan proposal dulu. Proposal penelitian tidak lain adalah bagian pendahuluan artikel ilmiah.   Bagaimana biar artikel lolos di jurnal ilmiah? Buat proposal penelitian yang baik. Bedakan secara tegas antara Latar Belakang dan Kerangka Berpikir.   Bedanya gimana Pak? Latar Belakang itu ibarat kereta menuju stasiun. Adapun Kerangka Berpikir adalah logika kereta menuju stasiun.   Sebentar! Apakah stasiun itu tujuan penelitian? Ya.   Mulai kebayang. Bisa mencontohkan? Ibarat penyanyi dengan beberapa penari latar di belakangnya. Kita fokus ke penyanyinya bukan ke latarnya.   Berarti yang penting fokusnya bukan latarnya? Biasanya gak fokus kalau gak ada latar. Meski ketemu fokusnya tetep mesti ada latarnya.   Konkritnya? Seperti buah kelapa. Ada cangkang dan ada isi. Latar itu c

HIKMAH PENGUKUHAN GURU BESAR

Image
    Hikmah dari suatu peristiwa pasti melimpah. Hikmah yang dimaksud di sini adalah nilai-nilai inti yang dapat diaktualisasikan ke dalam ruang aksiologis. Karena melimpah maka orang bisa memilih butir-butir hikmah yang paling bermakna dari setiap peristiwa.   Baru-baru ini telah digelar peristiwa pengukuhan Guru Besar. Tak tanggung-tanggung dalam satu waktu 13 Guru Besar dikukuhkan. Bukan alang kepalang peristiwa ini tercatat MURI (Museum Rekor Indonesia), tepatnya pengukuhan Guru Besar terbanyak di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan.   Pemecah rekor MURI ini adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Ini petanda ada atmosfer keilmuan yang dahsyat di kampus ini. Salah satunya perjuangan publikasi ilmiah.   Publikasi ilmiah merupakan syarat utama menjadi Guru Besar. Syarat utama ini bisa dibilang paling menyita waktu dan energi. Pasalnya, artikel ilmiah mesti terpublikasi di jurnal skala internasional bereputasi global. Orang bisa saja memiliki naskah untuk d

TUJUAN PENELITIAN

Image
      Bapak kalau memulai menulis artikel bagian mana dulu? Saya memulai dari kalimat tujuan penelitian.   Kenapa? Ibarat perjalanan. Gak mungkin gak ada tujuan kan.   Ya! Bagaimana membuat tujuan yang baik? Kalimatnya jelas. Gak boleh samar.   Bisa memberikan contoh? Penelitian ini bertujuan membahas hadis tentang hijab menurut ulama perempuan kontemporer?   Dari mana bapak bisa mendapat kalimat tujuan penelitian seperti itu? Pertama, subjek bidang keilmuan saya hadis.   Terus? Kedua, hijab banyak dibicarakan dalam artikel ilmiah.   Kalau banyak dibicarakan memang kenapa? Secara teknis saya tidak akan kesulitan mencari rujukan bila sesuatu banyak dibicarakan dalam tulisan.   Bagaimana bila hal itu sudah ada yang menulis? Iya, hadis tentang hijab sudah banyak yang menulis. Tapi menurut ulama perempuan kontemporer belum ada yang menulis.   Fokusnya di ulama perempuan kontemporer ya? Ya.   Itu istilah “ulama perempuan” menarik menurut saya. Begitukah? Saya tidak akan menulis kata

SERI WAWANCARA PUSAT BANTUAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK MAHASISWA

Image
  Sentra Publikasi Indonesia kembali mewawancara Wahyudin Darmalaksana, pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, 25/11/2020.     Kita mulai ya Pak? Ya silakan.   Saya mau konfirmasi, bapak pernah bilang bahwa pengetahuan telah selesai. Nah, itu maksudnya bagaimana? Aduh, itu ceritanya panjang! Dari dulu kan pengetahuan itu-itu juga. Dan sekarang semuanya udah ada di internet. Informasi apapun ada di situ. Hanya memang himpunan informasi itu terserak.   Lalu, tugas akademisi apa? Gampang, yakni menambang informasi yang tak beraturan itu, dikelola dan distrukturkan hingga menjadi pengetahuan sistematis.   Bagaimana caranya? Latihan menulis artikel ilmiah. Dia satu-satunya cara untuk menstrukturkan informasi menjadi pengetahuan. Itu peran artikel ilmiah. Kalau pembicaraan sehari-hari kan tidak terstruktur, ke sana ke mari. Mau tidak mau, suka tidak suka harus latihan menulis artikel ilmiah.   Justru itu masalahnya, yakni sulit menulis artikel ilmiah. Ada solusi? S