Lulus Sarjana Tidak Perlu Skripsi Bila Artikel Tembus di Jurnal Sinta 2

 

 
 
Umpamanya mahasiswa jenjang S1 semester 6 artikelnya tembus dalam arti terbit di jurnal terakreditasi Nasional Sinta 2 (Science and Technology Index 2) maka bisa digunakan untuk kelulusan menjadi sarjana tanpa penulisan skripsi. Bahkan, tanpa pengajuan proposal, seminar proposal, dan ujian skripsi.
 
Proses penulisan artikel dan pengiriman ke jurnal bisa tanpa pembimbingan dosen pembimbing akademik atau ideal bila melalui bimbingan dosen pembimbing akademik. Bisa jadi penulisan artikel dan pengirimannya ke jurnal merupakan inisiatif mahasiswa sendiri. Lebih baik lagi bila pengiriman artikel melalui bimbingan dosen pembimbing akademik sejak penulisan artikel. Tentu ideal bila artikel yang tembus di jurnal Sinta 2 itu merupakan hasil kolaborasi penelitian mahasiswa bersama dosen pembimbing akademik.
 
Jika mahasiswa semester 6 umpamnya tembus di jurnal Sinta 2, maka ia hanya tersisa menyelesaikan Satuan Kredit Semester (SKS) di semester 7, yaitu SKS Matakuliah, SKS Praktik Profesi Mahasiswa (PPM), dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Adapun SKS Skripsi akan terpenuhi melalui terbitan artikelnya. Ini bisa juga berlaku bagi mahasiswa semester 5 atau bahkan mahasiswa semester 4.
 
Tentu saja butuh proses untuk bisa tembus artikel di Jurnal Sinta 2. Proses tersebut dimulai dari riset, penulisan artikel sesuai template artikel jurnal yang dituju, sesuai dengan tujuan dan lingkup jurnal, dan lalu pengiriman artikel. Setelah pengiriman, editor jurnal akan melakukan penilaian apakah artikel tersebut ditolak untuk dikembalikan ke penulis ataukah diterima untuk dilanjutakan ke reviewer bagi penelaahan substansi.
 
Jurnal Sinta 2 biasanya menyiapkan 2 (dua) orang reviewer dari ahli bidang keilmuan yang berperan melakukaan telaah artikel. Secara garis besar, ada dua kemungkinan rekomendasi reviewer, yaitu pertama menolak artikel, dan kedua menerima artikel dengan catatan revisi, yakni revisi besar atau revisi kecil.
 
Karena proses yang panjang itu maka sangat logis bila artikel mahasiswa yang tembus di jurnal Sinta 2 diakui dapat menggantikan kewajiban skripsi. Selebihnya, seluruh jurnal Sinta 2 pasti menerapkan telaah substansi artikel secara mendalam. Oleh karena, artikel mahasiswa yang tembus di jurnal Sinta 2 tidak diragukan lagi kualitasnya bila diakui menggantikan skripsi.
 
Apakah artikel mahasiswa jenjang S1 bisa terbit di jurnal Sinta 2? Bisa dan beberapa mahasiswa telah menunjukkan kemampuan tersebut. Beberapa pendidikan tinggi di Indonesia telah memberlakukan ketentuan ini, yakni mahasiswa yang artikelnya terbit di Sinta 2 tidak perlu menulis skripsi untuk kelulusan menjadi sarjana.
 
Selain melalui penerbitan artikel di jurnal Sinta 2, ada pula bentuk lain yang dapat menggantikan kewajiban skripsi. Berdasarkan pengalaman di pendidikan tinggi tertentu, mahasiswa peraih kejuaraan kompetisi karya ilmiah tingkat nasional dengan penghargaan medali tidak perlu lagi kewajiban menulis skripsi.

Ide di atas mencuat di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dekan mengharapkan jajaran Dekanat dan para Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan serta unit-unit terkait dan seluruh sivitas akademik untuk mempertimbangkan gagasan kelulusan sarjana tanpa skripsi. “Gagasan bentuk penggati skripsi perlu dibahas di tingkat rapat,” ungkap Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jum’at, 08/04/2022 [FU].   
 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH