KARIR JABATAN AKADEMIK

SASARAN BENEFIT PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH



Publikasi ilmiah dosen memiliki benefit untuk karir akademik yang menjadi syarat wajib kenaikan jabatan akademik. Hal ini merupakan subjek yang harus menjadi perhatian bersama dilihat dari urgensinya.

Kenaikan jabatan akademik dosen memiliki urgensi dalam performance lembaga sehubungan dengan sasaran penguatan sumber daya manusia profesional dan peningkatan kesejahteraan.

Terkait hal itu, lembaga perlu melakukan tindakan. Pertama, pemetaan dosen berdasarkan kepangkatan dalam kerangka peningkatan karir. Kedua, kebijakan peningkatan karir dosen yang berfokus terhadap syarat-syarat kenaikan jabatan akademik. Ketiga, mitigasi pengumpulan syarat kenaikan jabatan akademik.

Implementasi meliputi dokumentasi syarat kenaikan jabatan akademik. Dokumentasi mencakup kelengkapan berkas pengajaran, berkas penelitian, berkas pengabdian, dan berkas penunjang lainnya. Seluruh dokumen dihimpun menjadi rekap nilai poin angka kumulatif. Berdasarkan tindakan implementasi ini akan ditemukan kelayakan dan kekurangan persyaratan wajib.

Berdasarkan studi kasus umumnya yang menjadi kekurangan persyaratan wajib berupa dokumen pencapaian publikasi artikel di jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional. Untuk kasus serupa ini maka wajib dilaksanakan pendampingan penulisan artikel ilmiah mulai dari penyusunan draft artikel, submit ke jurnal sasaran yang relevan, pendampingan revisi minor atau major, dan hingga accepted dan kemudian published di jurnal ilmiah sasaran. Dengan cara begitu, kenaikan pangkat akademik dengan kekurangan syarat wajib publikasi artikel imiah dapat teratasi.

Dokumen publikasi ilmiah akan terdeteksi di Google Scholar. Fakultas Ushuluddin harus membuat mesin otomatis pengimpun publikasi ilmiah dari Google Scholar. Operator akan menghitung kecukupan dan kelayakan syarat utama publikasi ilmiah dari mesin penghimpun. Mesin penghimpun publikasi ini tidak sulit diciptakan yang berfungsi bukan saja untuk mengukur persyaratan wajib kenaikan jabatan akademuk, melainkan mesin penghitung publikasi ini akan berfungsi pula untuk distribusi data program studi dalam persiapan akreditasi.

Dipastikan ada pula kaaus lain. Namun, kasus kekurangan syarat wajib publikasi artikel ilmiah paling mendominasi. Apapun perlu diatasi dan ditemukan solusinya. Termasuk problem kurangnya syarat wajib publikasi ilmiah maka menjadi tantangan untuk ditemukan pemecahannya.

Demikian solusi penghitungan publikasi ilmiah untuk syarat wajib kenaikan jabatan akademik. Solusi ini kita segerakan. Naik jabatan akademik berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan. Berimplikasi pula terhadap penguatan sumber daya manusia profesional. Terakhir pastinya berimplikasi terhadap penilaian performance lembaga yang dalam hal ini Fakultas Ushuluddin.

Akhirnya, solusi mengatasi persyaratan wajib publikasi ilmiah untuk kenaikan jabatan akademik telah kita temukan. Ini segera kita implementasikan.


Bandung, 18 Oktober 2019

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS