THE END OF RELIGION ERA


Buku ini menunjukan wabah agnotisme di belahan dunia. Dia merupakan benih spiritualisme atheis atau "spirit tanpa Tuhan". Agnotisme adalah pandangan filsafat bahwa ada atau tidak adanya Tuhan sama saja tidak dapat jelaskan.

Tesis ini tamparan. Suatu celah untuk riset. Mengapa hari ini disebut "The End of Religion Era" (Era Keberakhiran Agama).

Disebut tamparan sebab yang bukan dari agama justru sedang mendapat dan diberi ruang, yaitu studi nilai dan studi spritual. Sayangnya ruang ini bukan dimenangkan dari agama. Sebaliknya, justru yang bukan dari agama telah meyumbangkan kontribusi konkrit.

Ini tantangan untuk mengembangkan studi agama. Solusinya adalah bagaimana agama sebagai institusi iman diabatraksikan oleh dunia akademik menjadi nilai praktis dan sekaligus spirit yang konkrit. Ini tantangannya.

Sejalan dengan tantangan ini, sejumlah pendidikan tinggi agama di dunia global tengah mengambangkan studi agama dari perspektif akademik. Dalam hal ini studi agama dihubungkan dengan topik hak asasi, demokrasi, geo-politik, logistik, lingungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Agama dari studi akademik sangat ditunggu. Selama belum ada, maka benarlah "Era Keberakhiran Agama" itu. Berakhir di tengah-tengah kekuatan nilai sosial dan spiritual atheisme.

Suatu ulasan atas buku The End of Religion Era karya Prof. Afif Muhammad, MA.


Bandung, 07 Oktober 2019
Wahyudin Darmalaksana


🙏🙏🙏

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN