Mengubah Mindset Penelitian

Hasil riset di kampus amat banyak. Dosen tiap tahun meneliti karena wajib. Baik mandiri (dana sendiri) atau didanai. Hal yang belum ditelaah –oleh perhimpunan keilmuan – adalah metodologi penelitian yang diterapkan. Puslit UIN SGD, pengelola penelitian, belum memasilitasi tinjauan metododologi. Padahal, metodologi menentukan hasil. “Dosen pasti paham metodologi penelitian berikut pengembangannya sesuai bidang keilmuan,” ujar Kapuslit beralibi. Memang di kampus tidak terdengar ada kajian metodologi. Tidak terdengar pula digembar-gemborkan penemuan suatu pengembangan metodologi ilmu. Seputar metdologi ilmu dan pengembangannya mungkin hangat diperbincangkan di Pascasarjana.

Selain metodologi, materi temuan hasil penelitian pun jarang terekspos. Dalam hal ini, puslit hampir tidak pernah melakukan ekspose hasil penelitian. Temuan penelitian pasti berharga bagi penerima manfaat. Sekalipun dilakukan ekspose, agaknya materi hasil penelitian belum menjadi perburuan. Tingkat apresiasi terhadap temuan penelitian masih lemah. Bisa jadi sivitas akademika tidak terlalu tahu terhadap subjek yang telah, sedang, dan akan dilakukan penelitian. Melihat kenyataan ini maka seakan-akan pelaksanaan penelitian sebatas kewajiban saja. Meskipun telah muncul beberapa hasil penelitian yang termasuk ke dalam kategori unggul.

Pengendalian penelitian perlu dilakukan terutama dalam upaya mencapai sasaran output dan outcome. Apabila pengendalian tidak dilakukan maka penelitian rentan terhadap pemeriksaan, khususnya bagi para penerima bantuan. Pengendalian harus dimulai dari perencanaan penelitian. Anggaran penelitian mesti direncanakan secara matang karena masih terdapat realisasi penggunaan anggaran yang tidak fundamental sebagai aktivitas penelitian, seperti pemberian honor narasumber serta uang saku dan transport rapat. Aspek fundamental dalam penelitian mencakup kegiatan lapangan atau survei, pengolahan data atau laboratorium, konferensi untuk masukan dari pandangan pakar, pengurusan Hak Kekayaan Intelektuan (HKI) atau paten, permohonan ISBN, dan publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah.

Penelitian sepanjang hayat tidak usah telalu terpaku kepada proposal. Tidak boleh penelitian terhenti atau diurungkan karena proposal bantuan tidak lolos. Berpijak kepada kewajiban dosen maka penelitian harus terus berlangsung. Hanya saja sebaiknya penelitian dibuat tahapan dalam bentuk road map (peta jalan) dan topik-topik penelitian. Proposal penelitian diajukan untuk segmen atau salah satu bagiannya saja dari suatu rencana besar penelitian. Sebab, bantuan atau pembiayaan pemerintah dimaksudkan sebagai stimulan. Bukan untuk pembiayaan penelitian secara utuh. Sekiranya pengusulan bantuan tidak lolos maka aktivitas penelitian masih bisa dijalankan.

Pelaksanaan penelitian hampir tak terkendali sehingga pemerintah melakukan pemangkasan untuk alokasi anggaran Tahun 2019. Mengingat minimnya anggaran maka perlu dibuat suatu strategi. Ideal bila peneliti memokuskan pada outcome publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah serta fokus pada luaran lainnya encakup HKI dan buku ISBN. Anggaran penelitian bisa habis di tengah jalan tanpa fokus terhadap output dan outcome penelitian. Jika penelitian dipahami sebagai subjek yang yang terus berlangsung minimal sebagai kewajiban Beban Kerja Dosen, maka kita bisa memiliki cukup bahan paper terlebih bila terdapat bantuan dana yang berperan untuk melengkapi bahan tersebut sehingga bisa segera publikasi di jurnal ilmiah.

Kesimpulannya adalah, bantuan penelitian padadasarnya untuk memastikan publikasi artikel.

Bandung, 28/10/2018
Wahyudin Darmalaksana


Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN