CARA MELEPAS LELAH, INI TERNYATA OBATNYA

 


BANDUNG- Jum’at, (27/11/2020), berlangsung penutupan Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.
 
Konferensi internasional yang digelar selama 5 (lima) hari ini, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020, tembus mencapai 2000 peserta. Tampil sebagai presenter dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda, dan Jerman. CISS 2020 merupakan konferensi tahun ke-2 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU, memberikan pernyataan di acara penutupan konferensi. “Apa itu harmoni. Tentu masing-masing orang punya definisi sesuai konteks. Bagi saya, harmoni adalah ketika para narasumber menyampaikan informasi-informasi terkini. Saat masyarakat akademik partisipasi di peristiwa konferensi. Itu harmoni,” terangnya.
 
“Harmoni adalah ketika kalangan mahasiswa berlatih menulis artikel ilmiah, latihan membuat artikel paragraf demi paragraf, mengirim paper ke konferensi, belajar presentasi in English or Arabic. Lalu, para dosen ahli keilmuan memberikan ulasan yang komprehensif. Itu definisi harmoni yang paling hakiki,” lanjutnya.
 
“Ini jelas sebuah harmoni. Saya melihat semua panitia begitu bekerja keras, disiplin, berdedikasi, dan memberikan pelayanan prima. Saya lihat panitia sangat lelah dari mulai ketua, sekretaris, moderator, master of ceremony, operator, fotografer, dan hingga cleaning service. This is fantastic event,” ungkap Dekan.

Dr. Dadang Darmawan, M.Ag., Ketua Panitia CISS 2020, melaporkan. “Hingga penutupan tembus 2000 peserta. Presenter tampil dari beberapa negara. Selected 206 paper dan selebihnya rejected. The best paper and presenter serta rekomendasi konferensi akan diumumkan melalui konferensi pers,” ujarnya didampingi Dr. Irma Riyani, Ph.D., Sekretaris Panitia CISS 2020.


Di acara penutupan CISS 2020, Dekan FU spontan ajak audien bersama menyanyi “Kemesraan.” Audien cukup kaget karena tanpa direncanakan. “Tadi pak Dekan minta semua ke Aula. Jelas kaget dikira hanya penutupan. Ternyata semua diminta nyanyi bersama. Wah, dahsyat lelahnya lumayan hilang,” ujar Ujang Jaenudin yang biasa dipanggil “Uje” dari Tata Usaha FU.

“Ini obat lelah setelah panitia bekerja keras. Juga hiburan bersama audien secara virtual. Dan temanya pas, harmoni. Jadi wajar saya ajak bersama menyanyi kemesraan,” ungkap Dekan FU yang akrab dipanggil “Yudi” saat ditemui selepas acara penutupan.
 
Link Video Kemesraan
 
FU secara resmi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan mohon maaf untuk segala keterbatasan. CISS 2020 belangsung virtual dan disiarkan secara live dari Studio FU Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia [Adi].
 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI