Latihan “Nyerat Sae” Perhatian Utama Kelas Menulis

 



 
 
Siapa yang tidak tahu tentang menulis halus?  Orang Indonesia pasti pernah belajar menulis halus sewaktu di sekolah dasar. Ketentuan menulis halus meliputi tulisan tidak boleh keluar garis, huruf harus disambung, membedakan huruf besar dan huruf kecil, dan lain-lain.
 
Penulisan artikel ilmiah sama dengan menulis halus. Sebab, kerapian merupakan hal utama. Seperti penggunaan huruf besar dan huruf kecil, nama orang dan tempat diawali huruf besar, konsistensi penulisan kata, perhatian terhadap tanda baca, tidak boleh ada typo, kerapian layout, margin, dan justify. Juga beberapa hal teknis lainnya.
 
Konten artikel ilmiah sangat melimpah di repositori bereputasi. Ia menghimpun artikel-artikel jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang memenuhi syarat kerapian. Penulis tidak akan kesulitan mengakses dan mengambil rujukan dari repositori untuk melakukan pengutipan.
 
Pengutipan konten artikel merupakan perkara yang mudah, namun persoalan kerapian dalam penulisannya menjadi tantangan terbesar. Rapi dalam arti terhindar dari kesalahan-kesalahan teknis. Itu sebabnya, pelatihan menulis artikel ilmiah sangat menekankan kerapian. Secara filosofi, “menulis rapi” sama dengan “menulis halus” (Bahasa Sunda: nyerat sae).
 
 
Bandung, 08 April 2021
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN