Makna Konferensi: Delegasi Mahasiswa Registrasi CISS 2021

 

 


 
Mahasiswa biasa membuat makalah dalam tugas mata kuliah. Ditulis sendiri maupun kelompok. Lalu, makalah tersebut dipresentasikan di depan kelas dihadapan teman-teman sebaya. Kadang ditunjuk seorang moderator yang mengarahkan jalannya acara. Teman-teman sebaya menanggapi dan pemakalah memberikan jawaban. Dosen pengampu mata kuliah memberikan ulasan dan catatan-catatan di akhir jam kuliah.
 
Begitu pun konferensi. Tidak jauh berbeda dengan presentasi di depan kelas. Konferensi sendiri adalah temu ilmiah para akademisi dan peneliti untuk membahas suatu topik dari berbagai perspektif. Konferensi ada skala nasional dan skala internasional. Skala nasional hanya melibatkan pembicara di dalam negeri. Sedangkan skala internasional diikuti oleh pembicara dari luar negeri.
 
Konferensi terkadang dilaksanakan reguler tahunan dengan nama konferensi tidak berubah. Tapi tema konferensi berubah-ubah tiap tahun bergantung isu yang sedang berkembang. Konferensi asosiasi dokter merupakan ajang tahunan paling tua di dunia. Di tahun 2021 ini merupakan konferensi yang ke-65. Para dokter level dunia global berkumpul melakukan presentasi hasil riset mereka untuk mendapat tanggapan dari audien konferensi.
 
Mula-mula panitia menyebarkan poster Call for Paper. Calon peserta melakukan registrasi dan mengirim paper (artikel). Panitia menyeleksi pendaftar untuk mengundang peserta. Belum tentu seluruhnya diundang hal ini bisa jadi topik artikel tidak relevan dengan tema yang diusung dalam kegiatan konferensi. Maka beruntung pendaftar yang mendapat undangan. Mereka berkesempatan mengambil momentum untuk presentasi artikel.


Pembukaan biasanya dilaksanakan di Ballroom dengan menampilkan para pembicara kunci dari kalangan ahli. Seluruh peserta mengikuti sesi ini. Lalu, parallel session sesuai bidang keilmuan dalam beberapa room maksimum 15 presenter. Di tiap room ada petugas yakni juri (pengulas) dan moderator. Seluruh peserta tampil masing-masing melakukan presentasi selama 3 menit. Audiens memberikan tanggapan dan juri memberikan ulasan serta catatan.
 
Media presentasi beragam. Antara lain oral presentation, video, dan poster ilmiah. Dari situ diumumkan best presenter.
 
Jika terdapat catatan dari juri, maka peserta melakukan revisi artikel. Selanjutnya, artikel hasil reevisi dikirim ulang ke panitia. Terakhir, panitia menerbitkan artikel-artikel hasil konferensi di jurnal ilmiah.
 
Artikel mahasiswa dapat berupa hasil dari penelitian mini (mini research). Dalam penulisan artikel, mahasiswa dapat bermitra dengan dosen pembimbing. Hasilnya adalah publikasi ilmiah kemitraan Dosen-Mahasiswa. Bisa pula berupa artikel kolaborasi antra-mahasiswa. Terlebih lagi, kolaborasi lintas pendidikan tinggi. Hal terakhir ini memberikan dampak besar terhadap terciptanya jaringan riset mahasiswa.
 
Mahasiswa peserta konferensi pasti mendapat dukungan besar. Dukungan dari program studi, fakultas, dan institusi pendidikan tinggi. Sebab, konferensi menjadi peluang. Peluang untuk diseminasi (penyebarluasan) hasil riset dalam bentuk publikasi artikel di jurnal ilmiah. Bagi mahasiswa sendiri menjadi reputasi, dedikasi, dan penghargaan.
 

Diberitakan sebelumnya, Kelas Menulis berhasil mengirim 55 artikel delegasi mahasiswa lintas pendidikan tinggi se-Indonesia pada konferensi internasional The 3rd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies, CISS 2021. Konferensi ini mengambil tema “Contestation and Religious Authority in Global Media Space.”
 
CISS 2021 diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Digelar Rabu-Kamis, 17-18 November 2021.
 
Salam kolaborasi
Salam literasi
Pasti terkandung makna (hilmah) di dalam peristiwa ini.
 
 
Bandung, 16 November 2021
Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH