MANAJEMEN INFORMASI USHULUDDIN




Saat ini era informasi. Teknologi informasi sangat berperan. Informasi silih berganti tiap detik. Dia hadir bertubi-tubi. Setiap orang bertalian dengan informasi dalam keseharian.

Mengelola informasi menjadi penting untuk pengetahuan. Ketika disistematiskan maka pengetahuan tersebut menjadi praktis untuk acuan implementasi sesuat. Ini arti penting pengelolaan informasi menjadi pengetahuan praktis. Sebaliknya, informasi tidak memiliki signifikansi tanpa dikelola menjadi pengetahuan. Padahal, segala aktivitas manusia mengacu kepada atau didasarkan atas pengetahuan praktis. Pengetahuan selalu mengalami perkembangan. Karena itu, aktivitas manusia pun pasti berkembang. Tegaslah bahwa mengelola informasi menjadi pengetahuan praktis menjadi penting untuk dijadikan acuan implementasi dalam mengembangkan aktivitas keseharian.

Pengelolaan informasi erat hubungannya dengan produksi informasi. Pengelolaan informasi bermakna pembentukan pengetahuan. Demikian halnya, produksi informasi berarti produksi pengetahuan. Intinya adalah pengelolaan informasi berarti mengakses, mengelola, dan memproduksi informasi menjadi suatu pengetahuan untuk dibagikan kepada khalayak sebagai acuan praktis pengembangkan aktivitas. Tentu saja suatu pengembangan ke arah yang lebih maju.

Produksi informasi dilakukan melalui analisis data. Ada dua aspek penting dalam hal ini, yaitu data dan analisis. Sebuah institusi pengelola informasi harus kaya dengan data. Berbagai data tentang berbagai hal yang diperlukan harus diperoleh melalui cara atau metode yang tepat atau relevan, objektif, dan valid. Ini satu aspek tentang data. Aspek lainnya adalah analisis. Ketika data sudah siap, kegiatan berikutnya ialah analisis data. Bahkan, ada aspek yang ketiga yakni metode pengolahan data tadi. Hasil pengolahan data dapat ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik. Data tabel kemudian dianalisis dengan multi-perspektif untuk berbagai kebutuhan sesuai maksud dan kepentingan tertentu. Analisis data ini disebut dengan produksi informasi atau pengelolaan pengetahuan (knowledge management).

Manjemen informasi memiliki signifikasi yang lainnya lagi untuk pertimbangan kebijakan. Tampilan (display) data berperan untuk menunjukan kondisi objektif dan pencapaian kinerja institusi sehubungan dengan kontrak kinerja yang harus dilaksanakan untuk kurun waktu tertentu. Manajemen informasi berfungsi untuk monitoring dan evaluasi aktivitas organisasi dalam mencapai target tujuan bersama. Hasil evaluasi berperan untuk pertimbangan bersama sebagai masukan bagi pimpinan institusi dalam pengambilan keputusan. Jelaslah bahwa manajemen informasi begitu pentingnya.

Selain itu, manajemen informasi berfungsi untuk pengukuran performance institusi. Suatu fisibilitas institusi dapat diukur melalui sistem aplikasi manjemen informasi. Karena itu, agenda merancang atau mendesain, membuat, mengoprasikan atau mengelola, dan mengembangkan sistem aplikasi manajemen informasi menjadi teramat penting. Dengan itu, performance institusi menjadi terukur secara objektif dan layak menjadi informasi untuk konsumsi publik.

Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung sangat berkepentingan mendesain dan mengembangkan sistem aplikasi manajemen informasi. Kami segera membuat proses bisnisnya untuk dirancang aplikasinya oleh ahli informatika. Fakultas Ushuluddin akan memulainya dari aplikasi sederhana semacam lemari digital (repository) untuk menampung data aktivitas akademik yang berikutnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan.

Demikian, prakarsa perancangan aplikasi manajemen informasi Ushuluddin. Semoga hal ini bermanfaat khususnya untuk sivitas Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Bandung, 29 Oktobet 2019
Wahyudin Darmalaksana

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN