USHULUDDIN PERSIAPAN MENUJU KAMPUS BERBASIS PENELITIAN

Dunia pendidikan tinggi  berkembang menjadi research university atau kampus berbasis penelitian. Hal ini menjadi tonggak dalam pengembangan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung disingkat "UIN SGD Bandung".


Berikut ini salah satu ide persiapan Ushuluddin untuk pencapaian UIN SGD Bandung menuju terwujudnya kampus berbasis penelitian.

PENGAJARAN
Materi pengajaran Ushuluddin meliputi teori-teori dasar dari bidang teologi, filsafat, dan tasawuf. Teori-teori dari ilmu Al-Qur'an dan ilmu hadis. Teori agama dan teori ilmu-ilmu sosial. Melalui pengajaran diarahkan agar sivitas peserta didik memahami teori. Dari hal yang mudah berkenaan dengan etimologi ke yang sederhana mencakup konsep-konsep sampai ke yang kompleks meliputi hubungan antar-konsep, baik pertalian maupun kontradiksinya.

Materi lainnya meliputi metodologi dari suatu teori. Setiap teori akan memiliki metodologi yang berperan sebagai operasi suatu ilmu. Antara lain metodologi studi teologi, studi filsafat, studi tasawuf studi teks (Al-Qur'an dan hadis), dan studi agama. Pengajaran metodologi dimaksudkan agar sivitas peserta didik memahami "cara kerja" (operasi) suatu ilmu dari mulai dibentuk, dikonstruksi, dan dikembangkan.

Materi lainnya lagi adalah analisis yang lazim disediakan dari suatu teori. Misalnya, analisis teologis, filosofis, sufistik, analisis teks, dan analisis dalam studi agama dari ilmu-ilmu sosial yang mencuk antropologi, sosiologi, geneologi, dan lain-lain. Pengajaran analisis dimaksudkan agar sivitas peserta didik memahami bagaimana subjek suatu ilmu ditelaah untuk tujuan pengembangan ilmu dimaksud.

Demikian, suatu teori dari suatu ilmu akan memiliki metodologi dan seperangkat analisis yang menjadi materi kurikulum pengajaran di Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung.

BIMBINGAN
Adalah konsep perwalian dimana dosen berperan untuk melakukan interogasi dan verifikasi kecerdasan. Materi apa yang dibaca? Bagaimana sivitas peserta didik memahami tersebut. Bagaimana kemajuannya.

Bimbingan akademik mencakup banyak hal. Seperti kemajuan hasil pengajaran, prestasi, latihan menulis makalah, kemampuan menyampaikan gagasan dan peningkatan skill lainnya. Ini dilakukan sejak sivitas peserta didik memasuki bangku kuliah sampai mereka lulus.

Kemitraan dosen dan sivitas peserta didik menjadi pola utama yang diterapkan. Kemitraan diarahkan untuk dilaksanakan dalam penyusunan kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Kemitraan diarahkan untuk hasil keluaran dan pencapaian.

Antara dosen dan sivitas peserta didik dalam program bimbingan akan membentuk suatu kerjasama, kemitraan, dan kolaborasi. Dosen dan sivitas pesrta didik akan menjadi tim kolaborasi yang hebat.

PENELITIAN
Penelitian meliputi materi dasar dan materi terapan. Materi dasar mencakup deskripsi, perumusan konsep, dan penemuan teori atau postulat baru. Materi terapan meliputi research and development, penerapan teknologi, produk, dan market. Ushuludin fokus melaksankan riset materi dasar.

Ada dua langkah yang biasa dijalankan dalam riset materi dasar, yaitu studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dimaksudkan untuk pencarian data-data kepustakaan. Studi lapangan dimaksudkan untuk pencarian data-data di lapangan.

Studi literatur dan studi lapangan akan dilandasi oleh suatu teori spesifik bergantung problem akademik yang hendak diteliti dan dipecahkan. Adapun pencarian data kepustakaan dan lapangan akan didasarkan pada metodologi dari suatu teori yang digunakan tadi.

Data pustaka dan data lapangan akan dianalisis. Seperti disinggung terdahulu bahwa suatu teori akan memiliki metodologi dan perangkat analisis. Peneliti akan menganalisis data untuk menghasilkan informasi.

Penelitian berarti perkara apa problem akademik. Teori apa yang digunakan untuk membaca problem itu. Bagaimana metodologi pencarian data pustaka dan data lapangan. Dan bagaimana analisis data untuk menghasilkan informasi atau kesimpulan sementara.

Penelitian dilaksanakan melalui kemitraan antara dosen dan sivitas peserta didik. Dengan demikian, sivitas pesrta didik akan memiliki pengalaman sebelum menunaikan penelitian skripsi. Dilakukan pula kolaborasi dengan stakeholders untuk penelitian materi terapan.

PENGABDIAN
Pengabdian adalah penerapan hasil penelitian di masyarakat. Ada dua jenis problem akademik yang diselesaikan dalam penelitian, yaitu problem teoritis dan problem praktis. Pemecahan masalah problem teoritis disumbangkan untuk materi pengajaran sebagai bentuk pengembangan pengetahuan. Pemecahan masalah problem praktis dikonstribusikan untuk pengabdian dalam rangka pengembangan masyarakat.

Pengabdian dimulai dengan laboratorium kecil di tingkat program studi dalam rangka penguatan kebijakan, resources, dan tata kelola. Selanjutnya diarahkan menjadi "laboratorium menengah" di tingkat fakultas dalam upaya membuka layanan untuk internal di satu sisi dan eksternal di sisi lain. Terakhir "laboratorium besar" di tingkat universitas yang berusaha melakukan partisipasi masyarakat secara luas.

Pengabdian dilandasi nilai sistematis yang konkrit. Nilai konkrit adalah aksiologi. Dan aksiologi ialah nila-nilai inti. Implementasi pengabdian mengacu kepada nilai-nilai inti yang sistematis dan konkrit yang diusung bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Ushuluddin berusaha menyepakati untuk mengusung nilai konkrit bersama. Khususnya, nilai leadership, nilai pelayanan, dan nilai kolaborasi. Hal ini dipancangkan bukan untuk tujuan bersama pengabdian saja, melainkan tujuan bersama di bidang lainnya pula berkenaan dengan segala aktivitas akademik.

PUBLIKASI ILMIAH
Ada tiga agenda penguatan publikasi ilmiah. Agenda pertama, kampanye literasi digital khususnya review artikel jurnal ilmiah, penggunaan aplikasi references, dan penguatan academic writing skill.

Agenda Kedua, penguatan jurnal imiah dari aspek tata kelola dan substansi atau konten. Hal ini mencakup peningkatan akreditasi dan impact factor jurnal, mengupayakan jurnal reputasi global, penguatan tradisi penelitian, dan memastikan hasil penelitian dipublikasikan di jurnal ilmiah, khususnya jurnal reputasi global.

Agenda ketiga, anugerah atau penghargaan akademik bidang publikasi ilmiah.

Pencapaian publikasi ilmiah wajib mendapat apresiasi fakultas. Ini merupakan penghargaan, motivasi, dan komitmen. Dosen bermitra dengan sivitas peserta didik wajib publikasi di jurnal ilmiah. Publikasi di jurnal ilmiah harus merupakan hasil penelitian ilmiah. Penelitian harus memiliki relevansi untuk kebutuhan teoritis dan praktis serta harus berkonektivitas dengan penerima manfaat sebgai pengguna hasil penelitian. Secara teoritis hasil peneltian berguna untuk materi ajar. Secara praktis hasil riset tersebut berguna untuk penerapan. Semua ini merupakan aktivitas akademik yang menjadi fokus pengaharan, fokus penelitian, fokus pengabdian, dan fokus publikasi ilmiah. Semuanya saling terkait dan karenya segala pencapaian wajib mendapat penghargaan.

PENUTUP
Ushuluddin tidak boleh hilang diterjang gelombang meskipun berhadapan dengan berbagai perubahan yang amat cepat. Tatanan dunia pendidikan tinggi bergeser dari kampus pengajaran menjadi kampus berbasis penelitian. Karena itu, perlu dipikirkan masa depan Ushuluddin.

Wahyudin Darmalaksana, akademisi Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS