Moderasi beragama --yg sedang dicari bentuknya oleh beberapa pihak-- merupakan seruan para deklarator yang mengatasnamakan dirinya sebagai komunitas global.

Seruan itu telah mengispirasi terbentuknya lembaga-lembaga moderasi beragama untuk menyiapkan gerakan perdamaian.

Gejala tersebut ikut menggairahkan kembali studi agama --yang memang kurang mendapat dukungan sejauh ini. Praktis, studi agama menjadi high order thinking skill bagi pendidikan tinggi agama. Hal ini juga telah menggerakan pakar-pakar agama turun gunung untuk memikirkan moderasi beragama dari pendidikan tinggi agama.

Dengan begitu, arah pendidikan tinggi agama akan menyentuh issue yang berkembang, moderasi beragama. Model-model yang diciptakan oleh pendidikan tinggi agama terkait moderasi beragama akan menjadi pintu masuk akademisi studi agama dalam hilirisasi berupa partisipasi masyarakat.

Hal itu diyakini akan menjadi denyut akademik di pendidikan tinggi agama bukan pada subjek moderasi beragamanya melainkan kultur responsif atas issue yang berkembang.

Moderasi beragama bukan issue satu-satunya. Issue perubahan iklim juga strategis. Namun, Fakultas Ushuluddin untuk mendinamika kultur akademik meneguhkan fokus pada issue moderasi beragama. Tentu sangat dibutuhkan sentuhan banyak pihak secara luas agar efektif.

Hatur nuhun
🙏🙏🙏

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN