SEJARAH

Ini sejarah kita. Saat itu pengaturan menetapkan hasil penelitian (output) harus sampai ke publikasi (outcome). Ini sungguh berat. Pa Bebeh menyarankan "coba ke prosiding". Lalu kita coba. Alhasil, 30% output riset naik ke outcome. Bonusnya adalah latihan menulis, ID index reputasi (saat ini 393 orang), dan meningkatkan rating PT (saat ini 447 dokumen). Dosen tidak pake prosiding untuk naik pangkat kecuali penunjang saja. Namun tetep seru. Searah jarum jam yg mulai menuju ke benefit, pada 2018 dosen mulai melaju ke artikel jurnal reguler untuk syarat wajib naik pangkat. Prosiding tetep gak ditinggalkan. Bahkan, ia menjadi sarana kontak untuk membangun kolaborasi dosen-mahasiswa. Ini ada bestpractice-nya. Dimulai juga kolaborasi antar-PTKIN.

Kelas menulis menyadari bahwa belum semua siap mencapai outcome. Itu sebab prosiding tetap didukung. Bahkan, kita telah pernah mengarahkan produksi kertas kerja akademik (academik work paper), yakni hanya 80% bahan prosiding. Khususnya, untuk latihan menulis.

Saat ini prosiding mulai diarahkan untuk kertas kerja mahasiswa. Agar dosen mulai fokus ke jurnal reguler.

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS