Tips Memanfaatkan Bantuan Penelitian untuk Menjamin Kewajiban Publikasi Ilmiah

Tenaga pengajar khususnya dosen memiliki kewajiban memublikasikan paper di jurnal ilmiah. Kewajiban ini merupakan standar yang diterapkan di dunia. Artinya, standar ini berlaku di seluruh dunia untuk pengukuran kinerja tenaga pengajar. Jurnal ilmiah menentukan paper harus merupakan hasil penelitian. Dengan demikian, dosen harus mencari peluang bantuan penelitian dan pemanfaatannya untuk publikasi paper ilmiah.

Biasanya, bantuan penelitian dari lembaga sangat terbatas bergantung ketersediaan anggaran. Karena itu, bantuan penelitian diselenggarakan dengan cara kompetisi. Tantangan pengusul adalah penyusunan proposal standar. Tantangan lainnya ialah penerima bantuan penelitian harus memanfaatkan dana untuk menghasilkan paper yang layak dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Persoalan kerap timbul berkaitan dengan hal di atas. Pertama, kewajiban publikasi paper di jurnal ilmiah belum tersosialisasikan secara massif. Kedua, penerimaan bantuan penelitian kurang diorientasikan dan dimanfaatkan untuk kewajiban publikasi ilmiah. Ketiga, pelaksanaan penelitian tidak selalu menghasilkan paper standar.

Ada beberapa factor yang menghambat publikasi ilmiah. Pertama, pemilihan topik penelitian kurang berkaitan dengan issue yang sedang berkembang. Kedua, metode yang digunakan relative usang dibandingkan dengan metode baru yang lebih kuat. Ketiga, penggunaan referensi tidak merujuk temuan-temuan paling mutakhir di jurnal ilmiah. Keempat, pengumpulan data tidak mematuhi metodologi yang sedang digunakan. Kelima, display data tidak mengikuti ketentuan yang baku.

Keenam, analisis data kurang tajam melenceng dari focus pertanyaan penelitian. Ketujuh, penelitian tidak menghasilkan kebaruan di dunia ilmu pengetahuan. Kedelapan, hasil penelitian tidak diformat ke dalam paper jurnal ilmiah. Kesembilan, factor skill dalam produksi paper hasil penelitian untuk bahan publikasi ilmiah.

Untuk mengatasi semua itu perlu dikedepankan langkah solutif. Pertama, klinik proposal untuk menghasilkan proposal penelitian standar. Kedua, pengendalian penelitian dalam mengefektifkan aktivitas produksi draft paper hasil penelitian. Ketiga, klinik paper untuk memenuhi ketentuan standar publikasi menurut ketentuan jurnal ilmiah.

Demikian, kewajiban publikasi ilmiah bagi dosen harus dapat diringankan tekanannya melalui stimulan bantuan dana penelitian. Daripada itu, alokasi bantuan dana penelitian harus dipastikan dapat menghasilkan paper hasil penelitian yang baik. Teranglah bahwa realisasi bantuan dana penelitian harus menjadi jaminan terlaksananya kewajiban publikasi ilmiah.


Bandung, 19 Juni 2019
Penulis adalah Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS