Ushuluddin: Susun Agenda Percepatan Guru Besar

Ushuluddin memiliki segudang agenda, termasuk percepatan Guru Besar. Fakultas di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini menyiapkan target Guru Besar.


Agenda Meningkatkan Kualitas
Beberapa Guru Besar Ushuluddin sudah pensiun. Hanya tiga orang yang masih aktif. Ini mendorong Ushuluddin untuk percepatan Guru Besar.

"Jika program studi tidak memiliki Guru Besar, maka ibarat pesantren tanpa memiliki Kiyai", ujar Suwendi Kepala salah satu Sub Direktorat di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam beberapa kesempatan.

Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di pendidikan tinggi. Institusi berkewajiban mendorong percepatan Guru Besar. Pencapaian jumlah Guru Besar menujukan kualitas pendidikan tinggi.

Ushuluddin minimal menambah dua orang Guru Besar pada 2019-2023. Ini menjadi agenda prioritas dekan periode ini.

Memetakan Potensi Dosen
Ushuluddin bertugas mendata dosen untuk didorong studi lanjut. Yang masih S2 didorong untuk S3. Yang S3 didorong untuk naik jabatan Guru Besar.

Jabatan fungsional dosen kualifikasi S3 dipetakan apakah asisten ahli, lektor, ataukah lektor kepala. Juga pemetaan golongan A, B, C dan seterusnya sesuai kepangkatan. Selebihnya, pemetaan skor poin kumulatif (KUM). Syarat menjadi Guru Besar minimal KUM 850.

Menyusun Langkah Taktis
Menjadi Guru Besar mensyaratkan poin pengajaran, penelitian, pengabdian, dan penunjang. Problem sebagian besar adalah pemenuhan syarat wajib publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi global.

Ada beberapa langkah taktis berikut ini:

1. Menetapkan jurnal sasaran:
2. Menyiapkan paper sesuai jurnal sasaran;
3. Memastikan masing-masing kompetensi memiliki topik utama tunggal berkenaan dengan tema spesifik problem akademik;
4. Ada teori yang melandasi masalah dan pemecahan masalah;
5. Metodologi --yang digunakan untuk kualifikasi data-- dipandang relevan;
6. Mencantumkan analisis untuk diskusi atau pembahasan;
7. Melakukan review sejawat untuk beberapa treatment;
8. Ada kemajuan penyusunan draft paper; dan
9. Mengikuti article coaching clinic.


Hatur nuhun
Wahyudin Darmalaksana

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS