Critical Thinking In Higher Education


Critical Thinking In Higher Education


Wahyudin Darmalaksana



Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung



Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendiskusikan peran keterampilan berpikir kritis di pendidikan tinggi. Penulisan ini menggunakan metode literature review terhadap tulisan-tulisan terkini seputar keterampilan berpikir kritis. Tulisan ini membahas pengertian berpikir kritis dan mendiskusikan peran keterampilan berpikir kritis di pendidikan tinggi, Hasil pembahasan menunjukan bahwa keterampilan berpikir kritis memiliki peran vital dalam pembangun berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis dapat berkembang dengan melakukan verifikasi terhadap informasi baru untuk membentuk pengetahuan sistematis. Tulisan ini merekomendasikan pendidikan tinggi perlu mengembangkan role models tentang keterampilan berpikir kritis dari aspek manajemen, kurikulum, dan pengajaran.


Kata Kuci: Berpikir Kritis, Pendidikan Tinggi, Penguatan Skill
   


I
Apa itu berpikir kritis? Berpikir kritis adalah tujuan pendidikan yang diterima secara luas. Definisinya diperdebatkan, tetapi definisi yang tumpeng tindih dapat dipahami sebagai konsepsi dari dasar yang sama, yakni pemikiran yang cermat diarahkan ke suatu tujuan. Konsepsi berbeda sehubungan dengan ruang lingkup pemikiran, jenis tujuan, kriteria dan norma untuk berpikir dengan hati-hati, dan komponen pemikiran yang menjadi fokus. Pengadopsiannya sebagai tujuan pendidikan telah direkomendasikan atas dasar penghargaan terhadap otonomi siswa dan mempersiapkan siswa untuk sukses dalam kehidupan dan untuk kewarganegaraan yang demokratis. Pemikir kritis memiliki kecenderungan dan kemampuan yang membuat mereka berpikir kritis saat yang tepat. Kemampuan dapat diidentifikasi secara langsung; disposisi tidak langsung, dengan mempertimbangkan faktor-faktor apa yang berkontribusi atau menghambat latihan kemampuan. Tes standar telah dikembangkan untuk menilai sejauh mana seseorang memiliki disposisi dan kemampuan seperti itu. Intervensi pendidikan telah ditunjukkan secara eksperimental untuk memperbaikinya, terutama ketika itu mencakup dialog, pengajaran, dan bimbingan. Kontroversi telah muncul tentang generalisasi pemikiran kritis lintas domain dan tentang hubungan pemikiran kritis dengan jenis pemikiran lain (Hitchcock, 2018).

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk mempertanyakan apa yang kita baca, dengar dan atau lihat dan untuk tidak hanya menerima apa yang dikatakan kepada kita. Karena itu, kami memikirkan subjek secara objektif. Ini melibatkan penelitian, menganalisis semua argumen dan menimbang bukti sehingga kita dapat mengekspresikan pendapat sendiri, yang didukung oleh bukti atau sumber. Berpikir kritis adalah sesuatu yang digunakan di semua mata pelajaran. Misalnya, seperti halnya dalam disiplin ilmu lain, ada perbedaan pendapat, ada bukti yang saling bertentangan dan ada ketidakpastian, yang merupakan bagian penting dari proses ilmiah. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan keterampilan ini untuk menilai ketidakpastian untuk diri kita sendiri, untuk menilai bukti dan argumen yang diberikan oleh berbagai peneliti di lapangan dan untuk sampai pada pemahaman dan kesimpulan kita sendiri tentang sudut pandang siapa yang kita setujui dan mengapa. Berpikir kritis merupakan keterampilan penting dalam belajar dan dalam kehidupan. Ini membentuk dasar dari pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi dan terutama di universitas, sehingga kita mungkin menemukan bahwa nilai kita dapat meningkat dengan lebih banyak menggunakan pemikiran kritis dalam pekerjaan (Library Team, 2019).


II
Telah banyak tulisan yang memberikan perhatian serius terhadap tema keterampilan berpikir kritis. Terutama tentang bagaimana peran keterampilan berpikir kritis di Pendidikan tinggi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Antara lain timbul pembahasan bahwa berpikir kritis adalah salah satu keterampilan yang diminta oleh pemberi kerja dalam mencari pelamar kerja, tetapi apakah pekerjaan yang lebih tinggi cukup untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan ini. Pada tahun 2018, responden mendapat skor lebih rendah pada setiap pertanyaan dibandingkan dengan 2017, dan 52 persen responden tahun lalu menerima nilai gagal (Ascione, 2019).

Saat ini merupakan era teknologi informasi, terdapat informasi yang melimpah di internet yang sangat membutuhkan keterampilan berpikir kritis. Beberapa tulisan menegaskan mengapa siswa harus berpikir kritis tentang media (Jahn & Kenner, 2018). Ini merupakan tanggungjawab manajemen, kurikulum dan pengajaran. Manajemen pendidikan dan profesor memiliki tanggung jawab strategis bersama untuk memfasilitasi pemikiran kritis (Erikson, 2019). Ada banyak informasi di internet untuk mengembangkan pengetahuan sistematis, tetapi terdapat banyak pula berita palsu. Pendidik perlu melakukan lebih banyak untuk membantu siswa memahami cara mengevaluasi informasi (Connolly, 2017).

Model keterampilan berpikir kritis merupakan subjek yang perlu dirumuskan di pendidikan tinggi. Sedikit yang diketahui tentang bagaimana mengembangkan keterampilan dan sikap berpikir kritis pengajar terhadap pengajaran berpikir kritis (Janssen, et al., 2019). Padahal, semua siswa mampu belajar kreatif dan, jika diberi pengasuhan dan motivasi yang tepat, mereka dapat belajar untuk beroperasi di tingkat pembelajaran kreatif yang lebih tinggi (Patrick, 2019). Penelitian dari 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa anak-anak muda jauh lebih mampu untuk terlibat dalam penalaran yang pernah kita pikirkan (Barshay, 2019). Meskipun siswa menyadari apa keterampilan berpikir kritis dan penulisan kritis, mereka membutuhkan instruksi eksplisit tentang bagaimana menerapkan dan menunjukkan konsep-konsep ini dalam tugas mereka (Ahmed, 2018). Lembaga pendidikan perlu memasukkan pelatihan menyeluruh yang berfokus pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan ke dalam seluruh program untuk memastikan bahwa para pengajar memberikan pelatihan awal mereka dengan baik, siap untuk menjamin tujuan pembangunan berkelanjutan (Straková & Cimermanová, 2018).


III
Keterampilan berpikir kritis dapat berkembang dengan melakukan intervensi terhadap informasi baru untuk membentuk pengetahuan sistematis. Tulisan ini merekomendasikan pendidikan tinggi perlu mengembangkan peran tentang keterampilan berpikir kritis dari aspek manajemen, kurikulum, dan pengajaran.



Daftar Pustaka


Ahmed, K. (2018). Teaching Critical Thinking and Writing in Higher Education: An Action Research Project. Teacher Education Advancement, 74-84.
Ascione, L. (2019, January 30). e-Campus News. Retrieved from ecampusnews.com: https://www.ecampusnews.com/2019/01/30/higher-ed-must-help-students-improve-critical-thinking-skills/
Barshay, J. (2019, September 9). Hec Hinger Report. Retrieved from hechingerreport.org: https://hechingerreport.org/scientific-research-on-how-to-teach-critical-thinking-contradicts-education-trends/
Connolly, F. (2017, September 2). Edsurge. Retrieved from Edsurge.com: https://www.edsurge.com/news/2017-09-02-why-higher-ed-needs-to-bridge-the-critical-thinking-skills-gap
Erikson, M. G. (2019). Supporting Critical Thinking in Higher Education. Belgium: European University Association: Learning & Teaching Forum paper.
Hitchcock, D. (2018, July 21). Stanford Encyclopedia of Philosophy. Retrieved from plato.stanford.edu: https://plato.stanford.edu/entries/critical-thinking/
Jahn, D., & Kenner, A. (2018). Critical Thinking in Higher Education: How to foster it using Digital Media. In D. Kergel, & e. al., The Digital Turn in Higher Education (pp. 81-109). Holland: Springer.
Janssen, E. M., Mainhard, T., Buisman, R. S., Verkoeijenc, P. P., Heijltjes, A. E., Peppen, L. M., & Gog, T. (2019). Training higher education teachers’ critical thinking and attitudes towards teaching it. Contemporary Educational Psychology, 310-322.
Library Team. (2019). Understanding Critical Thinking. England: The University of Leeds.
Straková, Z., & Cimermanová, I. (2018). Critical Thinking Development: A Necessary Step in Higher Education Transformation towards Sustainability. Sustainability, 2-18.



Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN