Selayang Pandang Administrasi

Tulisan ini bertujuan mengulas apa itu administrasi?

Menurut Wikipedia, administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Saya harus berulang-ulang membaca pengertian administrasi di atas. Sebab, saya tidak bisa langsung menangkap makna dari pengertian administrasi itu.

Tentu saja pasti saya tidak akan memiliki pemahaman yang mendasar tentang pengertian administrasi itu. Sebab, saya bukan ahlinya. Lagi pula ada sekolahnya tersendiri untuk mengerti apa itu administrasi. Paling tidak, pengenalan tentang administrasi bagi saya yang tidak mengenyam bangku sekolah mengenai hal itu diambil dari pengalaman.

Secara sederhana, saya memahami administrasi sebagai pencatatan. Hal-hal yang terkait dengan pencatatan bagi pemahaman saya yang awam disebut administrasi. Tentu pemahaman yang sederhana ini tidak bermaksud mengabaikan pengertian administrasi yang kompleks itu.

Pencatatan memiliki arti penting. Arti pentingnya tidak perlu dijelaskan lagi. Sebab, hal itu telah menjadi semacam kesepakatan. Secara tidak langsung dalam ajaran Islam, Nabi Saw. menekankan arti penting sebuah pencatatan.

Pencatatan berkaitan erat dengan kerapihan. Dalam realita keseharian, tidak sulit kita menjumpai sosok yang ulet dan tekun melakukan pencatatan berbagai hal dengan kerapihan tertentu. Kerapihan sendiri erat kaitannya dengan seni. Seni itu abstrak yang tumbuh dari jiwa dalam hubungan dengan aktivitas kehidupan.

Tiba di sini, administrasi dalam pengertian pencatatan yang erat hubungannya dengan kerapihan sebagai seni mengarungi kehidupan senafas dengan kedisiplinan. Secara reduktif saya memahami administrasi adalah kedisiplinan.

Kedisiplinan itu alat ukur kepatuhan. Seorang yang patuh hampir dipastikan dia disiplin.

Pada pengertian tertentu saya memahami administrasi sebagai alat pendisiplinan. Manusia dapat memanfaatkan alat apapun untuk belajar disiplin. Termasuk administrasi yang dianggap paling ampuh dalam mencipta kedisiplinan.

Di situlah letak substansi administrasi. Pada kenyataannya, tidak jarang administrasi dibentutkan dengan substansi. Misalnya ungkapan "koq disibukan oleh perkara administrasi bukan substansi". Padahal, saya memahami administrasi memiliki substansinya sendiri.

Seperti bilangan tasbih dalam wirid dan dzikir dia menuntut pelaksanaan secara berkala, rutin, dan teratur adalah kedisiplinan.

Jangan-jangan tuntutan hidup ini kedisiplinan. Manusia cenderung abai karenanya diterapkan pendisiplinan. Pada tataran tertentu hingga sengaja didisiplinkan.

Saya memahami administrasi itu subjek yang sengaja dalam arti bukan tanpa tujuan. Memang ada pelaksanaan administrasi yang berputar-putar dalam pengertian lain tidak sederhana. Kenyataan ini yang patut ditemukan solusinya. Berputar-putar dalam pengertian pelaksanaan yang miskin dengan operasional prosedur.

Akan tetapi, operasional prosedur perlu dibahas tersendiri. Di sini hanya ingin mengatakan operasional prosedur merupakan solusi kelancaran administrasi.

Bandung, 07/11/2018
Salam Takzim
Yudi W. Darmalaksana


Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS