SKRIPSI KOMPARASI TAFSIR




Kali ini saya mendapat giliran bimbingan skripsi topik tafsir yakni komparasi Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub. Seperti biasa saya membuka pembicaraan dengan bertanya “apa masalah pokok penelitian ini”. Masalah pokok atau pokok masalah sama saja. Karena istilah pokok masalah sudah sering didengar bahkan terlalu sering didengar yang justru dapat dan telah menimbulkan kaburnya maksud istilah tersebut, kerap saya menggantinya dengan istilah “fokus utama”. Latarbelakang masalah sendiri berperan untuk menghantarkan pembicaraan menuju fokus utama.


Fokus utama penelitian ini, sebagaimana terlihat dalam Gambar 1 adalah “hubungan iman dan ibadah dalam Tafsir Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub”. Penulis skripsi ini menemukan terdapat kaitan erat antara iman dan ibadah dalam interpretasi al-Qur’an yang dikemukakan secara beragam di kalangan mufasir sebagaimana ditemukan dalam penafsiran Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub. Penulis membatasi penjelasan tafsir terhadap Q.S al-Fatihah ayat 5.




Setelah penulis menegaskan fokus utama, tiba gilirannya menyusun rumusan masalah seperti dalam Gambar 2. Rumusan masalah (problem statement) dibuat dalam satu kalimat dengan memperhatikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tampak rumusan masalah penelitian ini “terdapat penekanan iman sehubungan dengan pelaksanaan ibadah dalam tafsir Q.S al-Fatihah ayat 5 yang dikemukakan oleh Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub”. Pertanyaan penelitiannya ialah: 1) Bagaimana intrepretasi kalangan mufasir tentang Q.S al-Fatihah ayat 5; 2) Bagaimana metodologi tafsir muqaran; 3) Bagaiaman biografi, metode tafsir, dan karya-karya tafsir Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub; dan 4) Bagaiaman perbandingan tafsir Q.S al-Fatihah ayat 5 antara Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub.



Selanjutnya seperti disajikan dalam Gambar 3 mencakup tujuan, manfaat, dan tinjauan pustaka. Ditegaskan tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan tafsir Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub. Manfaat penelitian ini ialah: 1) Memberikan kontribusi pengetahuan tafsir, dan 2) menambah daftar kepustakaan tentang tafsir.

Adapun tinjauan pustaka diinstruksikan agar penelitian memetakan daftar pustaka dengan matrik ini: 1) Nama penulis; 2) Judul tulisan; 3) Penerbit dan tahun terbitan; 4) Pokok masalah; 5) Teori atau konsep yang digunakan; 6) Metodologi yang dipakai; 7) Analisis atau pendekatan yang diterapkan; 8) temuan-temuan yang dihasilkan; 9) Kesimpulan yang diambil; dan 10) Rekomendasi yang disarankan. Dalam Gambar 3 penulis diinstruksikan untuk menunjukan posisi penelitian skripsinya dalam peta penelitian yang telah ada.



Gambar 4 giliran menyusun kerangka teori atau kerangka berpikir. Pertama, penulis diarahkan untuk menggambarkan interpretasi QS. Al-Fatihah dalam pandangan mufasir secara umum, penegasan metode muqaran (perbandingan) dalam tafsir, dan biografi Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub dan karya-karyanya. Kedua, perbandingan Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub meliputi eta tafisir masa pertengan dan masa modern, metode dan produk tafsir, dan perbandingan tafsir Q.S. al-Fatihah ayat 5. Terakhir, ketiga, merupakan kesimpulan yang diharapkan dari peta jalan konsep pemikiran ini.


        
Gambar 5 menjelaskan metodologi dan sistematika penulisan. Secara metodologis, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud menghimpun data dari sumber kepustakaan, baik primer maupun sekunder, untuk dianalisis dengan menggunakan pendekatan tafsir muqaran.

Adapun sistematika penulisan skripsi ini sebagimana tampak dalam Gambar 5, yakni: Bab I Pendahuluan; Bab I Khazanah tafsir Q.S. al-Fatihah ayat 5 meliputi interpretasi kalangan mufasir, ulasan tentang tafsir muqaran, dan biografi Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub; Bab III Perbandingan tafsir Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub mencakup tafsir era pertengahan dan modern Islam, pembahasan metode dan produk tafsir kedua tokoh ini, dan komparasi tafsir Ibn al-Qayyim dan Sayid Qutub dalam interpretrasi Q.S. al-Fatihah ayat 5.


Demikian, ini bukan contoh melainkan kertas kerja hasil bimbingan penelitian skripsi. Sebuah penelitian skripsi konseptual. Pembaca diharapkan dapat mengembangkan kearah yang lebih ideal.


Bandung, 20 Nopember 2019
Wahyudin Darmalaksana 

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS