USHULUDDIN UIN BANDUNG MENGGAGAS LABORATORIUM KOLABORASI TERAPI SUFISTIK


Pendidikan tinggi mendapat tantangan untuk meningkatkan dampak di masyarakat. Ini menjadi perhatian Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung terdiri atas lima jurusan, yaitu Aqidah & Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an & Tafsir, Ilmu Hadis, Studi Agama-Agama, dan Tasawuf Psikoterapi. Fakultas ini berperan melakukan penguatan materi-materi dasar Islam.

Sejalan dengan tantangan pendidikan tinggi, Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung mulai memikirkan untuk memahami materi-materi terapan. Adalah Jurusan Tasawuf Psikoterapi yang berperan mendalami materi dasar Tasawuf melalui dukungan jurusan-jurusan di Fakultas Ushuluddin berusaha mengembangkan materi terapan berupa Terapi Sufistik. 

Terapi Sufistik menjadi inovasi Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung yang dikembangkan melalui laboratorium Syifa al-Qulub. Sasaran pengembangan laboratorium ini meliputi laboratorium kecil untuk layanan masyarakat di dalam kampus, laboratorium menengah untuk layanan kampus lingkungan, dan laboratorium besar untuk layanan masyarakat luas.

Inovasi Ushuluddin berupa Terapi Sufistik pada laboratorium Syifa al-Qulub diwujudkan melalui kolaborasi antar-jurusan di internal fakultas. Kolaborasi ini dilakukan pula secara lintas fakultas di UIN SGD Bandung. Bahkan, kolaborasi Terapi Sufistik dilaksanakan dengan stakeholders secara lebih luas.

Terapi Sufistik memiliki beberapa layanan. Antara lain layanan terapi MHT (Mind Healing Technique) berupa relaksasi energi tubuh, insomnia, dan untuk mengatasi masalah psikis laiannya. Layanan topung (totok punggung) untuk mengatasi masalah jantung, diabetes, stroke, sakit ginjal, maag, migren, vertigo, asam lambung, dan lain-lain. Layanan terapi seft yang efektif untuk mengatasi keluhan fisik, emosi, trauma, kecanduan, phobia, dan lain-lain. Layanan terapi bekam sebuah terapi Sunah Nabi untuk keluhan kolesterol, darah tinggi, lambung, sakit kepala, dan lain-lain.

Terapi Sufistik dikenalkan kepada sivitas akademik dengan membuka Stand Expo di Aula Anwar Musaddad UIN SGD, Jln. A.H. Nasution 105 Bandung, Selasa-Kamis, 03-05 Desember 2019.

  















Diberitakan sebelumnya, Fakultas Ushuluddin UIN SGD buka layanan Terapi Sufistik pada Stand Expo “Biannual Conference on Research Result” (BCRR) 2019. BCRR diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama Republik Indonesia. Agenda ini digelar untuk penganugrahan penelitian terbaik di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Diktis mengundang beberapa nominee penelitian terbaik dari masing-masing PTKI untuk dilakukan seleksi. Adapun nominee utusan UIN SGD, yaitu Ahmad Ali Nurdin, Ph.D., Irma Riyani, Ph.D., Dr Asti Meiza, M.Si., Dr. Hasniah Aliah, M.Si., dan Mada Sanjaya WS, Ph.D. UIN SGD Bandung bertindak sebagai tuan rumah untuk ajang BCRR 2019.

Terapi Sufistik Ushuluddin berperan untuk mengembangkan kapasitas kompetensi sivitas akademik. Sejalan dengan ini Fakultas Ushuluddin melakukan upaya pengenalan Terapi Sufistik kepada khalayak luas. Targetnya ialah agar Terapi Sufistik Ushuluddin mendapat pengakukan di tingkat Nasional.

Terapi Sufistik Ushuluddin UIN SGD Bandung diarahkan untuk penguatan pengajaran. Inovasi ini pun menjadi sasaran penelitian materi terapan bagi dosen peneliti melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selanjutnya, inovasi Terapi Sufistik menjadi bentuk layanan untuk penguatan UIN SGD Bandung dalam rangka memberikan dampak yang bermanfaat secara luas di masyarakat.  

Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung mengharapkan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak mitra kerjasama untuk pengembangan layanan Terapi Sufistik. 

(Wahyudin)

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN