KELAS MENULIS DOSEN



PROLOG


Semua bisa menulis artikel sampai tuntas. Hal yang mencemaskan hanya ketika menunggu jawaban email publisher, apakah paper ditolak ataukah diterima. Jika diterima, naka selalu ada perintah revisi, baik minor maupun major. Jiks ditolak tidak perlu sedih. Artikel bisa dikirim ulang ke jurnal lain. Ditolak tidak selalu alasan kualitas. Biasanya karena scope jurnal tidak sesuai dengan topik artikel.

Menulis artikel bisa cepet dan mudah (melalui latihan dan praktek). Biasanya dipandang sulit karena membayangkan proses. Sehingga tertunda atau terhenti setengah jalan. Karenanya kelas latihan menjadi penting untuk melakukan progress bersama. Mengambil pola umum penulisan yang sederhana. Mulai dari penyiapan bahan, penelusuran referensi, templating, cek similarity, paraphrase, proofreading, translate, submission, dan hingga korespondensi. Proses ini menjadi mudah dan cepat dengan cara melaluinya bersama dan mengatasi kendala-kendalanya bersama pula.

Meskipun diakui memiliki khas menurut gaya masing-masing jurnal, namun artikel mempunyai pola umum. Kelas latihan mengambil pola umum menyangkut judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan (diskusi), simpulan, dan bibliografi. Pola umum tubuh artikel ini menjadi fokus bersama dalam menyiapkan bahan paper. Sekaligus pola umum ini menjadi praktek bersama. Selebihnya, pola umum juga berperan untuk materi latihan efektif di level mahasiswa. Pola umum tubuh artikel dibatasi sejauh template (format). Adapun hal spesifik (khas, substansial) menjadi otoritas bidang ilmu menyangkut kerangka berpikir, teori, metodologi, dan pendekatan analitis.

Kelas menulis berperan menghasilkan bahan paper sesuai template. Sehingga peserta kelas akan memiliki bahan berbentuk artikel yang lazim dan layak untuk jurnal ilmiah. Membentuk bahan sesuai kelaziman tubuh artikel dapat diambil dari naskah skripsi, tesis, disertasi, dan manuskrip hasil penelitian lainnya. Setelah tubuh artikel terbentuk biasanya pengayaan dan penajaman bahan berpulang menurut arahan reviewer dari pihak jurnal. Sejauh masih naskah terkadang materi terlampau panjang atau terlampau pendek halamannya. Karenanya, penting di kelas menulis berfokus terlebih dahulu pada penyiapan bahan mengikuti pola/bentuk tubuh artikel.

Setiap akademisi memiliki pengalaman membentuk naskah menjadi bahan sesuai tubuh artikel. Hal ini menjadi peluang berbagi tips berkenaan dengan pengalaman terbaiknya. Pada gilirannya pengetahuan sistematis/praktis penulisan artikel menjadi terkelola sebagai kekayaan. Tentu hal ini menjadi sisi penting kelas menulis. Adapun hal-hal baru teknik penulisan dapat diundang tutorial, supervisor, dan coach ahli. Sebelum itu, kelas menulis dimulai dari kita, oleh kita, dan untuk kita dulu.

Tujuan:

1.  Membuat artikel menjadi mudah;

2.  Mengelola pengetahuan sistematis/praktis menulis artikel;

3.  Mengambil pola/bentuk artikel sederhana;

4.  Cepat tuntas menulis artikel;

5.  Menjadi pelatih penulisan artikel;

6.  Meningkatkan produktivitas publikasi.

Materi:

1.  Menyiapkan bahan;

2.  Penelusuran referensi;

3.  Templating (jurnal sasaran);

4.  Cek similarity, paraphrase, proofreading, translate;

5.  Submission (jurnal/konferensi);

6.  Korespondensi (termasuk revisi minor/major).

Author/Researcher:

1.  Mandiri;

2.  Kolaborasi (penulis utama/penulis korespondensi, penulis pendamping, penulis ahli bidang ilmu).

Pola:

1.  Grup online;

2.  Google doc/email;

3.  Writing retreat (camp).

Resources:

1.  Internal untuk peran peer-group;

2.  Coach untuk peran coaching.


Timeline:

Minggu 1 bahan;

Minggu 2 templating;

Minggu 3 finishing, submission, and corresponding.



Bandung, 05 Juni 2020

Kelas Menulis Dosen

Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung




Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN