SKRIPSI ATAU ARTIKEL ILMIAH ?



SKRIPSI ATAU ARTIKEL ILMIAH ?



Oleh: Wahyudin Darmalaksana

Mahasiswa bisa memilih skripsi atau artikel ilmiah. Di masa pandemi, skripsi bisa diganti oleh artikel ilmiah untuk meraih gelar sarjana S1 Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. Bagaimana bila calon sarjana jatuh pilihan pada artikel ilmiah. Sebagai perbandingan, skripsi minimal 100 halaman (lihat panduan penulisan skripsi) dan artikel ilmiah minimal 15 halaman.

Menulis artikel ilmiah terlebih dahulu mengajukan proposal. Inti tubuh proposal meliputi tujuan penelitian, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tinjauan penelitian terdahulu, kerangka berpikir, metode penelitian, dan sistematika. Proposal dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk diajukan ke program studi (Jurusan) bagi kepentingan ujian proposal.

Proposal berperan dalam pembuatan artikel ilmiah. Pertama, proposal akan menunjukan subjek, topik, tema, dan fokus utama penelitian. Kedua, proposal akan menunjukan tujuan penelitian spesifik, kalimat rumusan masalah berikut pertanyaan utama penelitian, matrik penelitian terdahulu, diagram kerangka berpikir, dan metode penelitian termasuk pendekatan (analisis) yang akan digunakan sebagai interpretasi sampai menarik kesimpulan. Ketiga, proposal akan menunjukan rencana hasil penelitian yang akan ditemukan dan rencana pembahasan temuan penelitian yang akan dituangkan di dalam artikel ilmiah.

Pelaksanaan penelitian dipastikan mendapat monitoring dari dosen pembimbing. Adapun penulisan artikel ilmiah dipastikan mendapat pelatihan di kelas menulis. Monitoring akan bergantung apakah penelitian merupakan studi pustaka ataukah penelitian merupakan studi lapangan. Di masa pandemi lebih disarankan untuk mengambil studi pustaka. Adapun kelas menulis berupa latihan efektif menulis artikel sampai pengiriman naskah artikel tersebut ke jurnal ilmiah.

Latihan efektif menulis artikel disajikan secara terperinci. Materi latihan meliputi praktis penulisan abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan referensi. Hal teknis dan praktis dapat diperoleh di latihan kelas menulis, seperti menulis kalimat, membuat paragraf, pengutipan dengan aplikasi references, cek plagiarism, paraphrase, pengiriman artikel ke jurnal ilmiah, dan praktis korespondensi dengan editorial jurnal ilmiah.

Kelas menulis memastikan untuk membantu calon sarjana  menuju publikasi artikel di jurnal ilmiah. Publikasi artikel di jurnal adalah kebahagiaan. 

Yuk lulus tepat waktu. Tentukan pilihan skripsi atau artikel ilmiah? Tetap sehat, aman, dan produktif dari rumah !


Bandung, 14 Juni 2020
Penulis, Instruktur Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung


Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS