MAHASISWA SEDANG MENULIS ARTIKEL SATU PEKAN SATU PARAGRAF

 


 
Sebanyak 200 Mahasiswa sedang menulis artikel ilmiah. Tepatnya, prosiding yakni artikel mini. Sebelumnya, templet artikel disiapkan sebagai acuan penulisan. Artikel maksimum 1500 kata di luar abstrak dan daftar pustaka.
 
Pekan pertama menentukan subjek, topik, tema, dan fokus penulisan. Kemudian dimulai latihan menulis paragraf pertama. Penelusuran sumber rujukan diarahkan untuk mengakses repositori bereputasi. Pengutipan rujukan diwajibkan menggunakan aplikasi references.
 
Hasil latihan paragraf pertama dikirim ke email. Seluruh hasil latihan direviu untuk dikembalikan sebagai feedback (umpan balik). Selain reviu, petunjuk kerapian dalam penulisan dibagikan.
 
Latihan paragraf pertama cukup merepotkan. Terutama berkenaan dengan reviu kerapian penulisan. Beberapa kesalahan teknis dijumpai. Ada yang hingga dua sampai tiga kali bolak-balik revisi. Ini wajar mengingat kerapian menjadi syarat utama dalam penulisan artikel. Juga penggunaan aplikasi references merupakan hal baru, khususnya di semester awal.
 
Adapun penulisan konten umumnya cukup baik. Sebab, tiap kalimat diarahkan untuk mengutip dari artikel jurnal. Konten pada artikel jurnal dipastikan telah melalui tahap reviu sebelum terbit. Tugas Mahasiswa kemudian menyusun kalimat hingga membentuk paragraf. Hal ini dilakukan dengan cara dibuat kata penghubung di antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain.
 
Hal paling merepotkan hanya perkara teknis. Reviu teknis ini cukup melelahkan. Di antaranya terkait konsistensi, tanda baca, penulisan huruf kecil dan huruf besar, dan spasi. Memang hal ini mesti detail. Meskipun cukup melelahkan, namun hal ini hanya kendala di permulaan saja.
 
Sejak era konvensional, feedback diakui sebagai sarana efektif dalam peningkatan kualitas tulisan. Mahasiswa pada gilirannya menjadi terbiasa secara terampil dalam menghindari kesalahan yang sama. Mahasiswa pasti cukup pelik menulis paragraf pertama. Namun, penulisan paragraf-paragraf berikutnya dipastikan lebih baik lagi.
 
Latihan menulis ini dilaksanakan melalui tahapan, yakni satu pekan satu paragraf. Cek plagiasi dilakukan nanti menjelang akhir. Setelah cek plagiasi, tahapannya adalah paraphrase untuk meminimalisir similarity. Dilakukan pula proofreading oleh sejawat sebagai pemeriksaan akhir berkenaan dengan typo.
 
Artikel ilmiah karya Mahasiswa diagendakan untuk kepentingan konferensi. Mahasiswa dilatih melaksanakan submit (pengiriman) artikel melalui open conference system (OCS). Mahasiswa melakukan presentasi artikel di ajang konferensi. Artikel ini bisa saja dilakukan translate ke dalam Bahasa Inggris bila tidak ada aral melintang.
 
Pasca konferensi, himpunan artikel karya Mahasiswa dibuat buku berupa kumpulan artikel (book chapter). Pilihan lainnya dibuat buku kumpulan prosiding. Sebelum dipublikasikan oleh penerbit, buku ini dipastikan melalui pengajuan ISBN (International Standard Book Number) ke Perpusnas, Jakarta.
   
Konferensi bisa dibuka umum bagi Mahasiswa Indonesia. Mahasiswa dari tiap pendidikan tinggi mengirim artikel ke konferensi melalui pendampingan Dosen. Penyelenggaraan konferensi bisa berlangsung dari dukungan sponsor. Sehingga artikel terbaik memungkinkan difasilitasi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam bentuk Hak Cipta dari Kemenkumham RI.
 
Saatnya Mahasiswa mengelola pengetahuan. Ternyata banyak hal baru yang ditemukan Mahasiswa melalui penulisan. Reviu artikel karya Mahasiswa sekaligus menagkap ide dan gagasan yang hendak mereka sampaikan.
 
Satu pekan satu paragraf dinilai logis dan rasional, mengingat padatnya aktivitas Mahasiswa. Artikel ilmiah diselesaikan dalam 14 pekan. Hal ini bisa jadi masih dinilai berat dalam kondisi pandemi. Akan tetapi, agenda ini pasti tuntas dengan semangat harapan masa depan.
 
Sejak awal hingga akhir adalah rangkaian peristiwa. Seluruh peristiwa menjadi pengalaman baru bagi Mahasiswa. Tiap pengalaman baru biasanya mendatangkan makna (hikmah) yang melimpah.
 
 
Bandung, 21 Oktober 2020
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS