5 REKOMENDASI CISS FU UIN BANDUNG 2020: RESOLUSI HARMONI DI ERA MEDIA BARU

 
 


 
BANDUNG- Ada lima rekomendasi Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.
 
Pertama, kekuatan politik dibutuhkan bagi pengaturan orang dengan keadilan. Semua anggota masyarakat dituntut menghormati simbol suci agama. Pemberdayakan hukum terhadap penodaan agama apapun diharapkan dari pemerintah. Kedua, pemikiran kritis dibutuhkan bagi penganut agama apapun dalam mengikuti ajaran agama. Pemikiran kritis ini hendaknya tersedia di benak mereka ketika menerima ajaran agama dari media manapun.
 
Ketiga, pengembangan isyarat moderasi mendesak untuk digali dari sumber fundamental Islam. Unsur harmoni yang mencakup ‘adalah, musawah, akhlak, dan tasamuh dapat dieksplorasi dari Alquran dan hadis. Keempat, keterbukaan pikiran sangat diperlukan dari penganut agama apapun untuk menerima temuan baru, sudut pandang baru bahkan dari yang lain. Kelima, kesadaran penuh hendaknya tersedia di dalam batin penganut agama apapun yang diperoleh dari kehidupan religius mereka setiap hari. Jadi mereka bisa merasakan damai di dalam dan daripada mengekspresikan sensasi dan perasaan di luar ini.
 
Akademisi dari berbagai negara memberikan kontribusi di CISS 2020. Prof. Muhamad Ali, Ph.D., University of California, USA., “Contemporary Trends in Religious Studies.” Dr. Adis Duderija, Griffith University, Queensland, Australia, “The Concept of Patriarchal Honour as the root cause of Patriarchal Religion in Muslim contexts and how to overcome it.” Prof. Dr. Khadijah binti Mohd. Khambali, Academy of Islamic Studies, University of Malaya, Malaysia, “Fundamental Element in Sustaining Religious Harmony in Islamic Perspective.” Dr. Ismail Ahmed, Passion International University (PIUSAD), Morocco, “Hadith and Media: Moderate Understanding to Counter Radicalism in Contemporary Era.” Prof. Etin Anwar Ph.D., Hobart and William Smith College, USA., “Islam and mindfulness: Toward the Making of Harmonious self.”
 
Kontributor lainnya dari akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dr. Yeni Huriani, M.Hum., “Women as Agents of Religious Tolerance.” Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag., “Islamic Moderation in Sundanese Qur’anic Interpretation.” Dr. Munir, MA., “Managing Harmony in a multi-Religious Society: Indonesian Experience.” Dr. Dadah, M.Ag., “Moderate Understanding in the Scientific of Contemporary Hadith Studies.” Prof. Dr. H. Muchtar Solihin, M.Ag., “Sufism within Global Spirituality.”
 
206 paper dipresentasikan oleh akademisi dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda, dan Jerman. Partisipasi CISS 2020 hingga penutupan tembus sampai 2000 peserta. “The best paper and presenter segera diumumkan,” ungkap Dr. Dadang Darmawan, M.Ag., Ketua Panitia, didampingi Dr. Irma Riyani, Ph.D., Sekretaris Panitia beserta seluruh Panitia CISS 2020.
 
“Rekomendasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggungjawab publik dari suatu kegiatan ilmiah. Rekomendasi disampaikan untuk kalangan peneliti, institusi akademik, pemerintah, lembaga-lembaga dunia, dan khalayak masyarakat global. Ini menjadi resolusi untuk harmoni dunia di era media baru. Secara resmi kami mengucapkan terimakasih dari lubuk yang paling dalam untuk stakeholders yang telah memberikan banyak bantuan bagi kegiatan ini,” tutur Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin (FU), didampingi para Wakil Dekan.
 
CISS digelar secara virtual dan live selama 5 (lima) hari, Senin-Jum’at, 23-27 November 2020. CISS 2020 merupakan konferensi internasional tahun ke-2 FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rekomendasi disampaikan Ketua Panitia dari Studio FU Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia, Sabtu, 28/11/2020 [Buleud].
 
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN