MENULIS ARTIKEL ILMIAH MENJADI TEROBOSAN MAHASISWA STUDI AGAMA-AGAMA UIN BANDUNG

 

 


 
BANDUNG- Organisasi mahasiswa membuat terobosan menulis artikel ilmiah. Terobosan ini diawali dengan agenda “Latihan Praktis Menulis Artikel.”
 
Latihan ini dipandu Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini berlangsung Pukul 15.40-17.40 WIB. di Villa Maranti, Cilengkrang, Bandung, Jum’at, 04 Desember 2020.
 
Mengapa menulis artikel? Menulis adalah indikator maju. Jadi meskipun tidak suka menulis, akademisi semuanya harus menulis. Menulis artikel suka dibilang horror. Sejenis mahluk yang menakutkan. Mitos itu mesti ditepis. Caranya semua harus berlatih. Demikian diungkapkan Wahyudin.
 
Ungkap dia, mahasiswa harus terbiasa mengakses himpunan data di repositori. Ambil data tersebut dengan menggunakan aplikasi references. Aplikasi ini merupakan standar internasional penulisan ilmiah.
 
Gunakan template penulisan. Tiap jurnal pasti menyediakan template. Susun formula penelitian, yaitu rumusan masalah, pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian. Lakukan tinjauan pustaka. Ini berperan untuk melihat apa yang telah diteliti dan apa yang belum diteliti orang lain. Demikian ungkap Yudi sapaan akrab Wahyudin.
 
Kata Yudi, baru buat kerangka berpikir yaitu alur logis berjalannya keseluruhan penelitian. Tinjauan pustaka akan menyumbangkan teori-teori dan konsep-konsep untuk menyusun kerangka berpikir ini. Selanjutnya tentukan jenis penelitian, metode, analisis, dan pendekatan.
 
Sampai di situ, tiba gilirannya menulis bagian pembahasan, yakni jawaban atas pertanyaan penelitian. Jawaban ini dialogkan dengan pertanyaan, teori dari kerangka berpikir, dan analisis serta pendekatan.
 
Terakhir menulis simpulan yakni hasil akhir dari pembahasan. Di hasil akhir ini pastikan apakah penelitian telah sampai tiba pada tujuan penelitian. Sebutkan pula kegunaan penelitian bagi penerima manfaat hasil penelitian. Juga sebutkan keterbatasan penelitian serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.
 
Sekarang tersisa menulis bagian abstrak meliputi tujuan penelitian, metode penelitian, pembahasan penelitian, kesimpulan, dan rekomendasi. Tulis bagian judul paling terakhir. Judul itu mengandung problem, metode, dan hasil.
 
Nah sekarang sudah terbentuk naskah artikel. Selanjutnya, cek plagiasi dan lakukan paraphrase untuk meminimalisir similarity. Lalu lakukan editing pastikan tidak ada typo. Karena itu minta dua orang sejawat untuk proofreading. Artikel ilmiah hasilnya harus rapih.
 
Tahap berikutnya lakukan translate. Saat ini sudah banyak mesin translate. Jika Bahasa Indonesia sudah benar, maka hasil translate juga tidak rusak. Grammar juga dipastikan akurat. Paling akhir adalah pengiriman naskah ke jurnal. Lakukan login dan pengiriman naskah. Pastikan naskah submitted.
 
Tunggu jawaban editor jurnal di email. Biasanya nanti ada kabar apakah artikel diterima atau ditolak untuk terbit. Jika diterima biasanya ada perintah revisi. Lakukan revisi dan kemudian kirim ulang naskah hasil revisi melalui login.
 
Jika naskah ditolak pasti editor jurnal memberi tahu alasan mengapa ditolak. Biasanya naskah gak rapih, similarity terlampau besar, dan konten tidak sesuai dengan scope jurnal. Jika naskah diterima dan kemudian terbit, maka disitulah selebrasi.


Demikian paparan Wahyudin pada acara yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama (SAA) FU ini. Acara ini digelar bersamaan dengan Upgrading dan Pelantikan Pengurus HMJ SAA Periode 2020-2021.
 
Hadir pada kegiatan ini Dr. Muhlas M.Hum., Wakil Dekan III, Dr. Dadang Darmawan, M.Ag., Ketua Jurusan SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, M.Ag., Sekretaris Jurusan SAA, dan Bambang Wijanarko, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin.


Hadir pula Shihabudin Syafiq, Ketua Demisioner dengan Sekretaris Irham Yuflih. Pada acara ini Asep Suryana dilantik menjadi Ketua dan Jelly Durahman sebagai Sekretaris HMJ SAA Periode 2020-2021.
 
“Terobosan menulis ini bertujuan untuk penguatan literasi di lingkungan mahasiswa. Sasarannya adalah publikasi artikel di jurnal ilmiah,” ujar Galbani Fadhillah, Ketua Panitia Pelaksana, didampingi Inas Syafira Shafillah, Sekretaris.
 
Terobosan ini melibatkan 35 pengurus HMJ SAA. Semua antusias mengikuti latihan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. Pengurus berkomitmen melanjutkan latihan melalui agenda kursus di HMJ SAA [Buleud].
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN