Menulis Artikel Ilmiah Sering Disebut Pelik, Padahal Tidak Demikian, dan Apa Manfaat Besar Dari Penulisannya

 


 
 
Artikel ilmiah merupakan tulisan hasil penelitian. Artikel ilmiah biasanya ditulis untuk target penerbitan di jurnal ilmiah.
 
Menulis artikel ilmiah sering disebut pelik. Mengapa? Karena ada ungkapan pelik, maka banyak orang tidak percaya diri menulis artikel ilmiah.
 
Tulisan ini berusaha menegaskan bahwa menulis artikel ilmiah tidak pelik. Benar bahwa artikel ilmiah adalah tulisan hasil penelitian. Secara garis besar, penelitian ada dua bidang. Pertama, penelitian bidang pemikiran. Kedua, penelitian dalam pengertian observasi. Penelitian mendalam mungkin pelik. Akan tetapi, penelitian biasa amatlah sederhana. Hal yang paling sederhana adalah penelitian materi dasar yang bersifat deskriptif. Penelitian ini cukup dengan menjelaskan sesuatu.
 
Disebut pelik juga mungkin karena belum terbiasa melakukan perjalanan dengan rute penelitian. Setiap penelitian memiliki fokus. Setiap fokus mesti dilakukan tinjauan pustaka dari penelitian-penelitian terdahulu. Teori apa yang akan digunakan untuk memayungi fokus. Metode apa yang akan digunakan dalam membahas fokus berdasarkan payung teori tadi. Setelah ada fokus, teori, dan metode, analisis pendekatan apa yang akan digunakan untuk menarik kesimpulan. Inilah rute penelitian.
 
Selain itu, artikel ilmiah disebut pelik karena belum terbiasa menuangkan hasil penelitian ke dalam bentuk tulisan. Paling utama tulisan artikel ilmiah adalah apa yang menjadi hasil penelitian. Ditulis juga unsur-unsur lain, seperti tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, asumsi jawaban atas pertanyaan penelitian, tinjauan pustaka, kerangka berpikir (alur logis secara garis besar berjalannya sebuah penelitian), metode penelitian (skenario pelaksanaan penelitian), termasuk analisis yang digunakan. Setelah menuliskan pembahasan dan hasil akhir penelitian, cantumkan manfaat dan kegunaan hasil penelitian, kekurangan dan keterbatasan serta pentingnya penelitian lebih lanjut, dan rekomendasi penelitian.
 
Jelaslah menulis artikel ilmiah bukanlah sesuatu yang pelik. Dalam hal ini, ada manfaat yang besar bagi orang yang telah tuntas menulis naskah artikel ilmiah.
 
Pertama, orang menjadi mengerti rute penelitian. Kedua, berlatih fokus melalui pelaksanaan penelitian. Ketiga, latihan penulisan dari mulai struktur kalimat dalam membentuk paragraf hingga koherensi antar-paragraf.
 
Tentu masih banyak lagi manfaat besar lainnya seperti prestasi pencapaian artikel terbit di jurnal ilmiah. Barangkali manfaat yang paling besar adalah peningkatan kapasitas keterampilan dalam penulisan akademik. Ini manfaat yang tidak terhingga.
 
Disebut tidak terhingga karena keterampilan menulis tidak mungkin bisa diperoleh kecuali dengan memulainya. Sebelum memulainya pasti orang lebih banyak berteori --untuk tidak menyebut lebih banyak berbicara. Seperti di masa lalu sebelum Covid-19 berupa "khutbah-khutbah" teoritis di dalam kelas. Sedangkan menulis adalah praktik yang dibedakan secara tegas dengan hal semisal copy paste dan telebih lagi hanya sekedar meneruskan tulisan orang lain di fasilitas berbagi pesan yang mungkin karena dianggap penting. Mesti digeser secara perlahan dari budaya orasi ke literasi.
 
Setiap orang mungkin menulis lebih dari 500 karakter di media sosial setiap hari. Tujuh hari berarti 3500 karakter. Itu cukup untuk satu judul artikel ilmiah. Mungkin ungkapan di media sosial hanyalah permasalahan keseharian saja. Pasalnya, artikel ilmiah juga merupakan permasalahan keseharian hanya saja ditulus secara formal. Bagaimana menulis dengan formal, hal itu ditempuh melalui latihan.
 
Demikian, tidak ada istilah pelik dalam penulisan artikel ilmiah. Semua pasti bisa menulis. Dan manfaatnya teramat besar.
 
 
Bandung, 10 Januari 2021
Wahudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN