Mahasiswa Bertanya, Dosen Menjawab: Cara Menentukan Rencana Penelitian untuk Skripsi

 


 
Mahasiswa calon sarjana bidang ilmu hadis bertanya: “Pak, saya berencana melakukan penelitian tentang pendidikan akhlak remaja perspektif hadis. Bagaimana Pak?”
 
Dosen menjawab: Bagaimana tema seperti ini supaya tidak dianggap sarjana pendidikan?
 
Kasus di atas dapat disebut penelitian multi-disipliner dalam arti berusaha menghubungkan dua disiplin ilmu, yaitu ilmu pendidikan dan ilmu hadis. Penelitian multi-disipliner berarti harus melibatkan para ahli, yang dalam hal ini yakni ahli pendidikan dan ahli hadis. Praktis, pelaksanaan penelitiannya pun harus oleh dua orang secara berkolaborasi, yakni ahli pendidikan dan ahli hadis. Padahal, penyelesaian tugas akhir harus dilaksanakan secara mandiri oleh calon sarjana bidang ilmu tertentu.
 
Melihat kasus di atas, calon sarjana ini pasti melihat problem pendidikan remaja dari fenomena masyarakat sekarang ini. Kami ingin menyampaikan bahwa dalam kasus ini calon sarjana ilmu hadis tidak perlu berangkat dari problem yang fenomenal di masyarakat. Sebab, penulisan tugas akhir tidak diarahkan untuk menyelesaikan problem tersebut.
 
Solusinya, penelitian tugas akhir calon sarjana bidang ilmu hadis cukup membahas ilmu hadis atau hadis. Misalnya, Hadis tentang Remaja. Ini berarti fokus terhadap studi hadis. Lalu tentukan metode apakah takhrij atau syarah. Apabila takhrij berarti melakukan pengujian kesahihan hadis. Apabila syarah berarti menjelaskan teks hadis. Apabila peneliti hendak melakukan syarah, maka ia dapat menambahkan perspektif. Misalnya, Hadis tentang Remaja Perspektif Pendidikan Akhlak Karimah. Dengan demikian, fokus studinya tetap hadis dan pendidikan akhlak karimah menjadi perspektif.
 
Coba hal di atas kita susun ke dalam formula penelitian, yaitu rumusan masalah, pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian. Rumusan masalah penelitian ini adalah terdapat hadis tentang remaja perspektif pendidikan akhlak karimah. Pertanyaan penelitian ini ialah bagaimana hadis tentang remaja perspektif pendidikan akhlak karimah. Adapun tujuan penelitian ini yaitu membahas hadis tentang remaja perspektif pendidikan akhlak karimah.
 
Sampai di situ kemudian menentukan metode penelitian. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif melalui studi pustaka dengan menerapkan metode syarah dan analisis (pendekatan, perspektif) pendidikan ahlak karimah.
 
Pada hasil dan pembahasan penelitian di atas, peneliti nanti boleh memaparkan implikasi penerapan penedidikan ahlaq karimah bagi remaja berdasarkan hadis. Namun, implikasi ini cukup direkomendasikan kepada para ahli pendidikan Islam. Sebab, penerapan hasil penelitian atau temuan penelitian tersebut menjadi tugasnya ahli pendidikan Islam, bukan tugas peminat bidang ilmu hadis.
 
Nah, sekarang jelas berbeda antara usulan awal calon sarjana tadi dengan yang kami tawarkan. Usulan awal pasti berangkat dari fenomena, sedangkan tawaran ini fokus studi atau kajian hadis dengan menambahkan suatu perspektif.  
 
Semoga bermanfaat…
 
 
Wahyudin Darmalaksana, Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN