Ini Cara Mudah Membuat Kerangka Berpikir


 



Berikut ini cara mudah membuat kerangka berpikir. Mula-mula siapkan pertanyaan penelitian. Rinci menjadi tiga pertanyaan. Bagi ke dalam kolom umum, menengah, dan khusus.


Pindahkan kalimat di dalam kolom-kolom menjadi paragraf kerangka berpikir di bawah ini:
 
Nikah mut'ah atau nikah muaqqot ialah nikah untuk waktu tertentu atau nikah munqothi (Ali, 2016). Secara historis, nikah mut’ah pernah dilakukan oleh sebagian orang Islam pada masa Rasulullah dalam beberapa situasi dan keadaan tertentu (May, 2012). Dalam pemahaman masyarakat Indonesia nikah yang ditentukan waktunya itu disebut nikah kontrak (Shafra, 2010). Sabda Nabi Saw tentang nikah mut’ah tersebar dalam kitab-kitab hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal (Habibi, 2019). Hadis tentang nikah mut’ah dari segi sanad dan matan berkualitas sahih (Maidin, 2019). Syarah hadis menunjukan bahwa nikah mut’ah dilakukan oleh para sahabat Nabi Saw. ketika mereka sedang berpergian ke medan perang (Malik, 2015). Menurut teori, hadis maqbul belum tentu ma’mul bih (Soetari, 1994). Karena berkualitas sahih, maka hadis nikah mut’ah tergolong maqbul, tetapi ghair ma’mul bih berdasarkan interperetasi kontekstual (Fadhilah et al., 2020). Nikah kontrak tidak relevan dengan budaya sosiologis Indonesia (Daud, 2018).
 
 
Jika kerangka berpikir dibuat bagan, maka di bawah ini:
 

 
Bagan kerangka berpikir akan menghasilkan sistematika penulisan berikut ini:
 
1. Pandangan Umum Nikah Mut’ah
    a. Definisi Nikah Mut’ah
    b. Sejarah Nikah Mut’ah
    c. Realitas Nikah Mut’ah Di Indonesia
2. Syarah Hadis tentang Nikah Mut’ah
    a. Teks Hadis Nikah Mut’ah dan Terjemah
    b. Kedudukan Hadis Nikah Mut’ah
    c. Syarah tentang Hadis Nikah Mut’ah menurut Para Ulama
3. Analisis Hadis Nikah Mut’ah Perspektif Sosiologis
    a. Ilmu Hadis tentang Sahih dan Maqbul
    b. Hadis Nikah Mut’ah menurut Ilmu Hadis
    c. Kajian Hadis Nikah Mut’ah Pendekatan Sosiologis
 

Daftar Pustaka

Ali, M. (2016). Hukum Nikah Mut’ah dan Hubungannya dengan Pembentukan Keluarga Sakinah (Studi Keluarga Sakinah Model Kementerian Agama). Risâlah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 3(1), 30–41.

Daud, F. K. (2018). Nikah Kontrak Modus Human Trafficking (Kritik Atas Fiqh Munakahah Mazhab Syi’ah). Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 8(2), 252–270.

Fadhilah, S. R., Ristiana, U. N., & Aminah, S. (2020). Interpretasi Hadis-Hadis tentang Nikah Mut’ah (Kajian Tematik). TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 19(2), 243–269.

Habibi, M. L. (2019). Kajian Hadis Tentang Larangan Melakukan Nikah Mut’ah (Studi Analisis Sanad dan Matan Hadis). Jurnal Studi Hadis Nusantara, 1(2).

Maidin, S. (2019). Nikah Mut’ah Perspektif Hadis Nabi Saw. Mazahibuna, 1(2).

Malik, M. A. (2015). Wawasan Hadis Tentang Nikah Mut’ah (Suatu Kajian Mawdhu’iy). AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 8(2), 285–324.

May, A. (2012). Kontroversi Status Hukum Nikah Mut’ah (Analisis terhadap Pendapat Para Ulama). Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 46(1).

Shafra, S. (2010). Nikah kontrak menurut hukum Islam dan realitas di Indonesia. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 9(1), 15–27.

Soetari, E. (1994). Ilmu Hadits. Amal Bakti Press.

 

 

  Lihat juga cara lain, klik di sini !


Bandung, 19 Maret 2021
Wahyudin Darmalakasan, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN