Mengapa Setoran Perparagraf dan Cara Reviu Artikel Ilmiah

 
 



 
Target menulis artikel adalah memiliki naskah. Jika akademisi memperlakukan naskah dengan dengan baik, maka mereka akan memiliki peluang menerbitkan naskah tersebut di jurnal ilmiah. Penerbitan naskah artikel di jurnal ilmiah adalah prestasi, penghargaan, dan kebanggaan.
 
Pelatihan penulisan artikel menyiapkan panduan meliputi struktur penulisan dan kerapian dalam penulisan. Pelatihan menerapkan setoran perparagraf. Mengapa?
  1. Pengendalian agar latihan penulisan artikel sesuai dengan struktur penulisan menurut panduan penulisan artikel ilmiah.
  2. Pengendalian kerapian dalam penulisan melalui reviu dan umpan balik (feedback). Dengan setoran perparagraf dipastikan terjadi peningkatan kualitas penulisan dimana peserta pasti bersusaha mengindari kesalahan teknis yang sama pada paragraph-paragraf selanjutnya.
  3. Pengendalian penyelesaian naskah artikel sampai tuntas hingga naskah artikel memiliki kelayakan untuk sasaran penerbitan di jurnal ilmiah.
 
Pelatihan penulisan artikel ilmiah menerapkan reviu sebagai feedback untuk dilakukan revisi. Adapun proses reviu dan revisi di bawah ini:
  1. Peserta mengirim hasil latihan paragraf demi paragraf secara bertahap sesuai struktur penulisan menurut panduan dalam bentuk file Doc (bukan PDF) melalui email.
  2. Pelatih melakukan reviu dengan cara menandai bagian-bagian pada paragraf yang harus dilakukan revisi.
  3. Peserta melakukan revisi sesuai arahan pelatih dengan menggunakan file terakhir yang dikirim oleh pelatih karena mereka (pelatih) sering melakukan edit dan layout.
  4. Peserta jangan menghapus perintah revisi dari pelatih, peserta cukup melakukan revisi saja, hal ini untuk memudahkan pelatih dalam mencermati mana yang telah direvisi dan mana yang belum direvisi.
  5. Peserta mengrim kembali hasil revisi berbentuk file Doc (bukan PDF) dengan menggunakan file terakhir dari pelatih tanpa mengubah format dan layout dan jangan mengahpus perintah revisi.
  6. Pelatih memeriksa hasil revisi mana bagian yang telah direvisi dan mana bagian yang belum direvisi berdasarkan tanda dari hasil reviu sebelumnya.
  7. Pelatih mengirimkan ulang naskah dengan perintah revisi lanjutan bila masih ditemukan terdapat bagian yang harus direvisi.
  8. Peserta mengirim kembali naskah ke email dengan memastikan naskah telah direvisi dengan tuntas sebagai tinjauan akhir bagi persiapan pengiriman ke jurnal ilmiah.
  9. Pelatih menghapus perintah-perintah revisi bila naskah telah direvisi seluruhnya dan bila naskah artikel telah memenuhi kelayakan terbit di jurnal ilmiah.
 
Bandung, 13 Maret 2021
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN