Hak Paten, Mahasiswa Diminta Mandiri

 



 
 
Mahasiswa mesti memiliki mental serta sikap mandiri di tengah-tengah suasana yang makin kompetitif. Pernyataan ini diungkapkan Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
Sebelumnya, FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen mendorong pengajuan Hak Paten karya-karya inovasi dan kreatifitas mahasiswa. Hal ini sejalan dengan berhasilnya seorang mahasiswa merancang Chatbot yang dinamai Quran Live Chat.
 
Diketahui DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) telah membuka layanan untuk masyarakat luas bagi pengajuan Merek, Paten, dan Desain Industri. “Coba diakses dan pasti bisa!” tutur Wahyudin Darmalaksana, Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin, 24/05/2021.
 
Fakhri Putra, Mahasiswa Semester 8 Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tengah persiapan Munaqasyah produk teknologi. Mahasiswa Angkatan 2017 ini membuat produk integrasi Al-Qur’an dan Terjemah Kementerian Agama pada aplikasi instan Whatsapp dan Telegram.
 
Saat ini, mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI. ini (sekarang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi), telah memiliki akun Paten DJKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia. “Ia tengah meyiapkan drafting paten. Pasti kami dampingi demi kelancaran,” ungkap Wahyudin.
 
Dekan merasa bangga karena mahasiswa bisa mandiri. Hal yang amat penting di era transformasi yang kompetitif. Dari sikap mandiri maka orang menjadi otonom. “Mandiri, otonom, dan kreatif serta motivasi merupakan prasyarat generasi abad 21 ini,” pungkas Dekan.
 
“Tentu, lembaga tidak hanya mendorong, tetapi juga pasti membantu dan partisipasi,” lanjutnya di kantor FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. AH. Nasution 105 Bandung [Widodo].
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN