USHULUDDIN UIN BANDUNG BUKA TEKNOLOGI HADIS

 


 
 
 
 
Pendidikan tinggi dipacu untuk berkembang. Terlebih di era digital sekarang ini. Masa pandemi Covid-19 telah memaksa pendidikan tinggi untuk berubah.
 
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI.) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) minta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terapkan Digital University. “Masa pandemi yang panjang perlu dijawab dengan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di zaman digital,” ungkap Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Dirjen Pendis, pada saat Rapat Kerja Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, di Banyuwangi, Jum’at, 02 Mei 2021.
 
Sejalan dengan pandangan Dirjen Pendis Kemenag RI., Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terus melakukan pengembangan digital di segala bidang. Hal ini diarahkan demi terwujudnya pencanangan Tekno University UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sehingga universitas bisa memanfaatkan kemajuan teknologi di masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19.
 
Akhir-akhir ini, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui para akademisinya sering melakukan riset bidang teknologi. Beberapa artikel rancang bangun aplikasi telah menembus jurnal ilmiah bereputasi global. Ini dijalankan seuai arah kebijakan Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) Kemenag RI. ARKAN mengamanatkan pengembangan riset mulai dari materi dasar hingga materi terapan.
 
Sejumlah produk riset telah dihasilkan melalui kolaborasi akademisi Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Sains dan Teknologi. Khususnya, rancang bangun aplikasi hadis melalui kolaborasi akademisi ilmu hadis dan akademisi informatika. Telah berlangsung pula riset takhrij dan syarah hadis bidang agroteknologi dan bidang kimia. Termasuk juga penelitian Design Thinking Hadis yang menyoroti keteladanan Rasul sebagai inpirasi peradaban hingga akhir zaman. Pengembangan ini dilandasi paradigma Wahyu Memandu Ilmu (WMI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
Belakangan ini muncul ide membuka Teknologi Hadis. Di sini teknologi dipahami sebagai metodologi dalam ilmu terapan. Jika metodologi digunakan oleh rumpun ilmu dasar, maka teknologi digunakan oleh rumpun ilmu terapan. “Ilmu hadis harus berkembang dari penggunaan metodologi ke penerapan teknologi,” tutur Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Kampus I Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Ruang kerja Teknologi Hadis akan dipusatkan di Laboratorium Jurusan Ilmu Hadis melalui pendampingan dari Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sedang peran teknologi hadis akan mengambil fokus takhrij hadis penerapan aplikasi digital, syarah hadis menurut ulama klasik dan kontemporer, dan analisis teks hadis pendekatan sains mutakhir. Sehingga dihasilkan produk-produk, inovasi, dan pengembangan teknologi hadis.
 
Ruang kerja Teknologi Hadis juga akan menyiapkan jurnal ilmiah yang berperan mendiseminasi karya-karya akademisi. Selebihnya, ruang kerja Teknologi Hadis akan mendukung penuh Annual Conference on Hadith Studies (ACOHIS) Jurusan Ilmu Hadis UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Seperti telah diberitakan ACOHIS 2021 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang menampung riset multidisipliner dan transdisipliner [Widodo].
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

60 Ranking Perguruan Tinggi Di Indonesia