Mengenal Similarity dan Plagiasi

 



 
Similarity (kemiripan) belum tentu plagiasi. Jurnal ilmiah biasanya mensyaratkan artikel maksimum similarity antara 20 – 25%. Lebih dari itu dipastikan editor jurnal mengembalikan artikel ke penulis dalam arti tidak diteruskan ke reviewer untuk dilakukan tinjauan isi.
 
Sebenarnya mesin pengecek plagiasi (plagiarism checker) menyediakan opsi toleransi. Opsi ini meliputi tiga hal, yakni: 1) quotes (kutipan langsung); 2) bibliography (daftar pustaka), dan 3) jumlah kata misalnya jika di dalam 1 kalimat ada 1-3 kata yang berurutan sama persis. Opsi ini disebut exclude (dikecualikan) dengan cara mencentang salah satu bagian untuk mengaktifkannya.
 
Akan tetapi, jurnal ilmiah biasanya tidak memberikan pengecualian. Tidak menerapkan opsi exclude ketika melakukan cek plagiasi artikel. Artinya, quotes, bibliography, dan jumlah kata akan terlacak sebagai similarity.
 
Sejauh ini kami menjalankan "Kelas Menulis" dengan melakukan cek plagiasi. Namun, kami memasang exclude pada bibliography sebagai opsi toleransi yang tidak termasuk similarity. Karena itu, artikel Kelas Menulis meskipun similarity kecil, namun akan terlacak besar bila dikirim ke jurnal ilmiah.
 
Solusinya ialah upayakan similarity sekecil mungkin. Apabila similarity besar maka jangan kaget karena belum tentu plagiasi. Cara terhindar dari plagiasi ada tiga pilihan, yakni: 1) mengutip; 2) paraphrase; dan/atau 3) meringkas. Silakan baca tulisan kami yang lainnya "How Can You Avoid Plagiarism."
 
 
Bandung, 24 Juni 2021
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN