Latar Belakang dan Masalah dalam Penelitian Pemikiran

 

 
Penelitian pemikiran memiliki latar belakang dan masalah sendiri. Bahkan, penelitian pemikiran dibedakan dengan tegas antara studi pustaka dan studi lapangan. Praktis, keduanya memiliki latar belakang dan masalah sendiri-sendiri.
 
Pertanyaannya, bagaimana penelitian pemikiran? Bagaimana latar belakang dan masalah dalam penelitian penelitian pemikiran? Bagaimana perbedaan tegas latar belakang dan masalah dalam penelitian pemkiran antara studi pustaka dan studi lapangan?
 
Tulisan ini bertujuan memberikan jawaban terhadap pertanyaan di atas. Diharapkan pembahasannya bermanfaat bagi peminat penelitian pemikiran.
 
Ternyata ada yang disebut dengan penelitian pemikiran. Sejauh ini mungkin saja ada pemahaman bahwa penelitian hanyalah yang berupa eksperimen melalui pelaksanaan observasi. Padahal, kajian seputar pemikiran pun dapat disebut penelitian. Penelitian pemikiran biasanya dilakukan dalam materi dasar seperti ilmu dasar-dasar agama, yang dibedakan dengan materi terapan seperti sains dan teknologi. Jika penelitian pemikiran dilihat dari karya ilmiah yang dihasilkannya, maka ia menghasilkan apa yang disebut dengan karya ilmiah konseptual. Penelitian pemikiran terpetakan antara studi pustaka dan studi lapangan. Penelitian pemikiran cenderung akan menghasilkan pembahasan yang tumpang tindih tanpa membedakan secara tegas latar belakang dan masalah antara studi pustaka dan studi lapangan.
 
Penelitian pemikiran masih langka diulas dalam pedoman penelitian. Terlebih berkenaan dengan latar belakang dan masalah dalam penelitian pemikiran.
 
Penelitian diartikan sebagai kegiatan ilmiah yang diawali dengan penulisan proposal penelitian di antaranya bagian latar belakang dan masalah. Latar belakang dan masalah sendiri mencakup alasan-alasan mendasar tentang pentingnya dilakukan penelitian.
 
Ada dua penelitian pemikiran, yaitu penelitian pemikiran studi pustaka dan penelitian pemikiran studi lapangan. Penelitian yang disebutkan pertama berarti menghimpun dan mengelola sumber kepustakaan. Sedangkan penelitian yang disebutkan kedua berarti menghimpun dan mengolah sumber lapangan.
 
Latar belakang dan masalah dalam penelitian pemikiran studi pustaka mengemukakan gap yang lazim disebut dengan “celah” atau permasalahan dalam suatu teori, konsep, dalil, dan/atau peraturan. Misalnya penelitian berjudul "Hadis dalam Pemikiran Imam al-Syafi'i." Sedangkan latar belakang dan masalah dalam penelitian pemikiran studi lapangan mengemukakan fenomena / isu untuk kemudian dikritisi oleh teori, konsep, dalil, dan/atau peraturan. Misalnya penelitian berjudul "Covid Perspektif Pemikiran Filsafat Perennial." Dengan demikian, latar belakang dan masalah keduanya dapat dibedakan dengan tegas.
 
Hendaknya dihindari penuturan latar belakang dan masalah penelitian pemikiran studi lapangan bagi latar belakang dan masalah penelitian pemikiran murni studi pustaka. Sebab, penelitian yang disebutkan terakhir ini tidak bermaksud mengkritisi fenomena atau isu yang sedang berlangsung di dalam realitas masyarakat, tetapi murni membahas permasalahan teoritis atau konseptual.
 
Kesimpulannya adalah latar belakang dan masalah berbeda tegas antara studi pustaka dan studi lapangan dalam penelitian pemikiran. Studi pustaka dalam penelitian pemikiran, dimana peneliti tidak terjun ke lapangan, tidaklah dimaksudkan untuk penyelesaian realitas di masyarakat. Sebaliknya, studi lapangan dalam penelitian pemikiran diorentasikan untuk mengkritisi realitas dalam ikut menyumbangkan penyelesaian masalah di masyarakat. Karena itu, latar belakang dan masalah keduanya tidak boleh tertukar.
 
 
Bandung, 21 Juli 2021
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN