Nyimas Shoffah Shofiyatus Salamah: Mahasiswa Santri Duta Kepenulisan Artikel Jurnal Ilmiah

 
 
 
Selepas mondok di salah satu pesantren di kota Malang. Santri ini melanjutkan kuliah di kota Bandung. Menurut K.H. Mustofa Bisri yang akrab disapa “Gus Mus,” santri adalah murid Kiai yang dididik dengan kasih sayang, seperti disitir NU Online, Jakarta.
 
Mahasiswa santri ini tergabung di Kelas Menulis. Kelas ini berjumlah 83 mahasiswa. Dari kelas ini dihasilkan 33 artikel. Sampai tulisan ini ditayangkan, 16 artikel telah terbit di jurnal, 10 artikel tengah menunggu keputusan editor jurnal dengan status in review, dan 6 artikel telah submit dengan status awaiting assignment.


Nyimas Shoffah Shofiyatus Salamah dipanggil “Shoffah.” Saat ini duduk di Semester V. Mahasiswa santri ini telah menyelesaikan tahapan penulisan artikel. Artikel telah dikirim ke jurnal dalam status in review untuk penerbitan tahun 2022. Juga mahasiswa santri Jurusan Ilmu Hadis ini pernah ikut review artikel Takhrij Hadis bidang Kimia dan telah terbit di Gunung Djati Conference Series (GDCS), 2021.
 
Terakhir mahasiswa santri Fakultas Ushuluddin ini menulis artikel “Peningkatan Penulisan Artikel Mahasiswa bagi Akselerasi Publikasi Ilmiah Pendidikan Tinggi.” Artikel ini terbit pada Edukasi: Journal of Educational Research Volume 2 No. 1 Tahun 2021.
 
Artikel ini ditulis melalui kolaborasi bersama dosen dari studi kasus penulisan artikel di Semester IV Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2020-2021. Pengamatan berlangsung sejak 01 Maret 2021 sampai 28 September 2021.
 
Saat ditanya apa yang paling sulit dalam mengerjakan tahapan penulisan. Kalau dilihat-lihat, paling sulit itu pas tahap 9, memaparkan poin 3.  Karena di tahap 9 itu kita tidak hanya memaparkan isi saja, melainkan harus berkesinambungan dengan pendahuluan sebelumnya. Kalau poin 1 dan 2, cukup dipaparkan saja, kalau poin 3 beda,” ungkap Shoffah.
 
Sejauh ini memang telah dibuat modul latihan menulis artikel. Modul itu meliputi tahap 1 sampai tahap 11. Tahap 9 berupa pembahasan (discussion) hasil penelitian, yaitu menjawab pertanyaan penelitian poin 3, pertanyaan penelitian paling terakhir.
 
Selanjutnya ditanya lagi, apa yang paling seru atau disukai dalam tahapan latihan menulis. “Ketika pas ngumpulin terus pelatih memberi acc, atau kalau habis revisian terus mendapat acc. Itu lega banget. Dan kaya langsung bikin semangat untuk lanjut ke tahap selanjutnya,” pungkas Shoffah.
 
Kelas Menulis menekankan review tahapan penulisan artikel sebagai feedback. Ini menjadi strategi utama untuk memastikan peningkatan kapasitas keterampilan mahasiswa dalam penulisan artikel. Serta untuk memastikan keberhasilan publikasi artikel mahasiswa di jurnal ilmiah open access.
 
Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menuturkan. “Kami berharap mahasiswa bersedia menjadi duta-duta kepenulisan artikel. Mereka harus bisa menulis dan mereka yakin bisa menulis,” papar Dekan.
 
Ushuluddin sangat diminati santri-santri dari pesantren. Di pondok mereka telah mendapat tempaan dari Kiai. Banyak sekali santri telah menjadi penulis hebat. Menulis itu persoalan seni dan keterampilan. Mahasiswa santri Ushuluddin pasti bisa menulis. Ushuluddin sangat tepat menjadi pusat penulisan artikel mahasiswa,” lanjut Dekan.
 
Alhamdulillah, Ushuluddin penuh dengan para mahasiswa sebagai duta-duta kepenulisan artikel, pungkas 
Wahyudin, Kamis, 07/10/2021 [Widodo].
 
  


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN