Bincang Hangat Peserta Kelas Menulis Utusan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin PTKI Se-Indonesia

 


Izin berbicara! Salam kenal buat temen-temen juga kakak-kakak di sini. Ini perdana saya ikut menulis,” ungkap Gerhana Mistika, Selasa, 09/11/2021.
 
Mahasiswa utusan dari Jambi ini mengungkapkan belum ada pengalaman menulis. “Saya tanya ke beberapa teman di sini. Kami saling pantau-pantauan udah tahap berapa,” ujarnya.
 
Gerhana Mistika berasal dari Program Studi Pemikiran Politik Islam. Dia lebih fokus terlebih dahulu belajar Mendeley. “Alhamdulillah saya dapat temen-temen peserta yang baik. Bersedia membantu teman-teman yang lain,” tuturnya.
 
Jadi saya merasa ternyata sukses itu ngak sendirian. Kita bisa sukses karena teman-teman kita juga sukses. Jadi kalo satu orang yang sukses itu hanya sendirian menikmati tetapi kita bisa sama-sama sukses,” ungkap Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama ini.
 
Saya tetap berusaha untuk menyelesaikan penulisan ini. Di tengah sibuk UTS. Bagi teman yang lain, ini mungkin gak kaget. Tapi saya sangat mengapresiasi di kelilingi orang yang baik. Itu membuat saya bersyukur. Dan suatu kebanggaan kita bisa kenal teman-teman seluruh Indonesia,” tutur Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini.
 
Siapa tau nanti ada yang mau ke Jambi. Saya asli pribumi Jambi. Saya berharap kelak nanti teman-teman bisa berjumpa. Tetap semangat saya mohon maaf karena saya merasa perlu perhatiin dulu materi moga-moga bisa cepet nyusul teman-teman yang udah selesai,” papar Gerhana.
 
Alhamdulillah teman utusan dari Jambi ada yang udah selesai. Semoga kita bisa seleseai semua dan bisa memberikan yang terbaik semampu dan sebisa kita. Terimaksih untuk semua dan untuk teman-teman yang sangat baik bahkan baru kenal,” pungkas Gerhana Mistika.
 
Hal senada diungkapkan Dafis Heriansyah, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. “Ini pengalaman pertama saya dalam penulisan artikel. Banyak rekan-rekan yang ramah juga aktif. Bahkan ada rekan-rekan yang sudah ahli di bidang ini. Seperti saudara-saudara yang sudah duluan mengumpulkan finishing. Sudah tuntas dan sudah ada yang submit ke konferensi,” ungkapnya.
 
Saya harapkan ini memacu semangat yang belum selesai masih di tahapan-tahapan. Saya harapkan dari acara ini ada kelanjutan seperti harapan dari teman-reman sekalian untuk bertemu secara langsung,” pungkas Dafis utusan dari Jurusan Ilmu Hadits, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini.
 

Bermula dari ide. Lalu, dibuat TOR (Term of References). Di situ, ada latar belakang, tujuan, target, kegiatan, materi, dan jadwal.
 
Mahasiswa diutus. Tergabung 87 Mahasiswa. Utusan dari berbagai wilayah di Indonesia.
 
Dilangsungkan latihan menulis artikel. Mencakup tahapan. Meliputi pendahuluan, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan abstrak.
 
Wokshop Mendeley disajikan di tengah-tengah kegiatan. Targetnya, agar penulisan artikel digunakan aplikasi pengutipan. Juga ditekankan agar sumber rujukan dikutip secara akurat.
 
Sebagian telah mengenal Mendeley. Dan telah menggunakannya. Sebagian lain baru menerapkannya. Workshop Mendeley dimaksudkan agar seluruh peserta memiliki pengetahuan praktis yang seragam dalam penggunaan aplikasi pengutipan.
 
Tahapan dibuat detail. Di bagian pendahuluan saja ada tujuh tahapan. Mulai dari permasalahan utama, tinjauan penelitian terdahulu, kerangka berpikir, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, latar belakang penelitian dan sampai tersusun pendahuluan artikel ilmiah.
 
Secara umum, bagian pendahuluan menggunakan cara berpikir komputasional. Yaitu, berpikir tersusun. Meskipun latar belakang penelitian berada pada urutan pertama di dalam struktur pendahuluan artikel, namun ia ditulis paling akhir dalam latihan penulisan pendahuluan artikel. Ini merupakan praktik cara berpikir komputasional (computational thinking).
 
Selain penguatan cara berpikir terstruktur, tahapan ini juga menekankan kerapian dalam penulisan. Kerapian harus menjadi jiwa penulis. Untuk mengontrol struktur dan kerapian, penulisan artikel dikerjakan bertahap. Tiap tahap dikirim ke email untuk mendapat tinjauan (review).
 
Kerapian meliputi penulisan huruf kapital dan huruf kecil, tanda baca, typo, dan lain-lain. Hasil review dikirim kembali ke peserta sebagai feedback (umpan balik). Sejak zaman kuno, feedback diakui ampuh untuk meningkatkan kapasitas skill.
 
Nyatanya, kualitas tulisan peserta terus meningkat pada tiap tahap. Peserta terbiasa menghindari kesalahan-kesalahan teknis penulisan di paragraf-paragraf berikutnya.
 
Peserta seperti melakukan sprint penulisan. Seluruh peserta melakukan akselerasi penulisan. Lima naskah artikel tuntas dalam dua hari. Tuntas sampai tahap abstrak dan cek plagiasi dengan ketentuan maksimum similarity 15%. Di hari-hari berikutnya terus berlangsung progress penulisan.
 
Tidak sampai di situ, peserta harus mengikuti tahap RE-SEE, yaitu bantuan peninjauan kembali naskah area mana yang masih perlu diperluas, dipotong, dan ditata ulang. RE-SEE ini melibatkan ahli bidang keilmuan dari dunia pendidikan tinggi.
 
Setelah RE-SEE masih ada tahapan, yaitu Peer-Review (Tinjauan Sejawat). Peserta diminta untuk mencari mitra kolaborasi dari lintas pendidikan tinggi. Tinjauan Sejawat meliputi proofreading, memastikan penggunaan aplikasi referensi, pengecekan akurasi sitasi dan daftar pustaka, dan lain-lain. Ini menuntut peserta saling berkontribusi sehingga dimungkinkan terwujud kolaborasi publikasi ilmiah mahasiswa lintas pendidikan tinggi.
 
Sampai di situ pada dasarnya agenda penulisan telah selesai. Peserta sudah bisa melakukan submission (pengiriman) naskah artikel ke jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS). Juga jurnal khusus mahasiswa telah disiapkan. Sehinga bisa berlangsung quick publish (terbit cepat). Karena, artikel peserta telah melampau beberapa tahap tinjauan sehingga telah memenuhi kelayakan untuk terbit di jurnal ilmiah.
 
Namun, tantangan lain disiapkan, yakni konferensi internasional. Peserta diarahkan submit artikel ke konferensi internasional. Khususnya, bagi peluang presentasi artikel di hadapan juri konferensi dan penerbitan artikel melalui konferensi internasional.
 
Mahasiswa utusan penulisan artikel menjadi padat aktifitas. Berbagai sertifikat disiapkan. Seperti sertifikat kepesertaan pelatihan penulisan artikel, sertifikat pelatihan Mendeley, sertifikat kolaborasi riset, sertifikat partisipan konferensi internasional, dan sertifikat presenter paper pada konferensi internasional. Juga peserta memiliki peluang menjadi The Best.
 
Selebihnya, pasti diperoleh output. Seperti publikasi Book of Abstract dan publikasi artikel ilmiah.  
 
Meskipun dibesut dalam satu tarikan nafas, namun agenda ini ditempuh dalam jalan yang panjang. Diawali pembukaan, pelaksanaan tahapan, “Bincang Hangat”, dan penutupan.
 
Penutupan berarti gerbang untuk memasuki agenda besar. Setelah ini penting sekali menyatukan jiwa di antara peserta, merebut peluang-peluang kolaborasi di masa depan,
 
Tentu ada beberapa kendala. Misalnya, sebagian peserta mengambil riset lapangan sehingga pengambilan data lapangan tidak bisa diperoleh dengan cepat. Juga pada waktu bersamaan mahasiswa sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS).
 
Beberapa peserta ada yang telah memiliki publikasi artikel di jurnal ilmiah. Sehingga kepenulisan artikel dan pengiriman ke jurnal ilmiah bukan hal asing. Namun, sebagian besar peserta baru latihan kepenulisan artikel ini.  
 
Hal paling hakiki dari peristiwa ini adalah berbagi pengalaman untuk selanjutnya pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Di agenda ini, mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia bisa saling berbagi pengalaman. Untuk selanjutnya berkolaborasi dalam arti yang sebenarnya dalam rangka pengelolaan dan sekaligus produksi pengetahuan.
 
Kegiatan ini bernama “Kelas Menulis.” Dibuka pada Rabu, 05 November 2021. Diselenggarakan oleh Forum Dekan (FORDEK) Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia.
 
Ketua Umum forum ini dijabat oleh Dr. Yusuf Rahman, MA., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan salah seorang penasehat forum ini adalah Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang.
 
Kelas Menulis digelar oleh Bidang Kerjasama Penelitian dan Publikasi (BKPP) FORDEK Fakultas Ushuluddin PTKI se-Indonesia. Ketua bidang ini Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Wakil ketua bidang ini Dr. Muhsin Mahfudz, M.Th.I., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
 
Struktur BKPP meliputi Dr. Benny Ridwan, M.Hum., Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora IAIN Salatiga; Dr. M. Khusna Amal, M.Si., Dekan FUAH UIN Jember; Dr. Hajam, M.Ag., Dekan Fuad IAIN Syekh Nurjati Cirebon; Dr. Islah Gusmian, S.Ag., M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta; Dr. Umar Bukhory, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura; Dr. Andri Ashadi, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang; dan Dr. Edi Gunawan, M.H.I., Dekan FUAD IAIN Manado.


Sedangkan Tim Kelas Menulis meliputi Busro, M.Ag., Muhammad Yoga Firdaus, Hidayatul Fikra, Susanti Vera, dan Widodo Dwi Ismail Aziz.
 
Peserta utusan mahasiswa sangat aktif mengikuti agenda Kelas Menulis. Semua utusan sangat antusias. Ini dilihat sejak pembukaan, progress, dan hingga pada acara Bincang Hangat.
 
Acara Bincang Hangat digelar sebagai agenda Pra-Penutupan. Sedangkan acara penutupan secara resmi akan ditentukan oleh FORDEK Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam [Widodo].
 
 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH