-->

Notification

×

Iklan

Iklan

10 Langkah Cara Menulis Artikel Ilmiah Jurnal Internasional

Sunday, February 11, 2024 | 2:30:00 PM WIB Last Updated 2024-02-12T00:10:38Z

 


 

Keterampilan menulis artikel ilmiah perlu terus ditingkatkan sehingga para akademisi mampu menembus jurnal internasional. Beberapa langkah atau cara membaca dan menulis artikel jurnal internasional di bawah ini:  
 
1. Metode Penelitian 
Bagi kalangan ahli (yang dibedakan dengan pemula), secara prosedur coba mulai dari metode penelitian. Tentukan metode penelitian apakah pendekatan kualitatif ataukah pendekatan kuantitatif. Berbeda dengan kalangan ahli, pemula biasanya mulai dari permasalahan utama penelitian. Kalangan ahli dipandang telah mengantongi atau memiliki permasalahan yang akan dibahas sehingga memulai menyusun artikel ilmiah dengan terlebih dahulu menentukan metode penelitian.
 
Secara umum, metode penelitian terdiri atas pendekatan dan metode, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan waktu serta tempat (bila studi lapangan). Bagi pendekatan kuantitatif tentu harus menyiapkan instrumen, aplikasi statistik, dan rumus pengujian hipotesis. 
 
2. Literature Review 
Setelah menentukan metode penelitian dengan berbagai perangkat dan prosedurnya, coba periksa bagian literature review (tinjauan pustaka). Literature review dimaksudkan untuk menemukan dan/atau menentukan teori atau cukup perspektif tidak selalu harus grand theory (teori besar). Kalangan ahli pasti sudah menyiapkan perspektif di dalam benak dari hasil pembacaan berdasarkan minat atau tuntutan bidang keilmuan dan keahlian. Namun, sebuah perspektif tetap mesti dilacak melalui literature review untuk kepentingan pengutipan (sitasi ilmiah) atau pelacakan untuk mencari perspektif baru yang paling terkini. 
 
Perspektif berfungsi sebagai objek formal penelitian yang nanti di bagian pembahasan (discussion) berperan untuk mengkaji objek material penelitian. Di sini, dengan menyiapkan pandangan kritis maka bisa tergambar perspektif yang akan digunakan untuk membahas objek material penelitian apakah relevan ataukah kurang relevan. Tentu saja ada banyak perspektif yang dapat dipilih sejauh ia tepat ketika digunakan untuk membahas objek material penelitian. 
 
3. Hasil Penelitian Terdahulu 
Selanjutnya, hasil penelitian terdahulu yang dapat dibedakan secara tegas dengan tinjauan pustaka. Sebuah pelaksanaan penelitian, baik pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif, harus menegaskan posisi peneliti dalam peta penelitian-penelitian terdahulu. Posisi peneliti dapat ditegsakan melalui pemetaan hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan objek formal dan objek material serta metode. Apakah objek material penelitian sekarang sudah ada yang membahas dengan menggunakan perspektif yang sama. Ataukah penelitian sekarang hendak membahas objek material yang sama dengan perspektif dan metode yang berbeda. Di sini, peneliti dapat berposisi menolak temuan hasil penelitian terdahulu atau mengembangkan temuan tersebut dari perspektif yang lain. 
 
4. Celah Penelitian 
Berikutnya, silakan cek ulang mengapa objek material tersebut penting dan apakah menarik untuk diteliti, dibahas, atau dikaji. Pembahasan atas objek material penelitian haruslah merupakan upaya peneliti untuk menutup celah (gap) yang menjadi pemasalahan utama penelitian. Jika ada sebuah pertanyaan penelitian dan pertanyaan tersebut belum dijawab secara memuskan dari penelitian-penelitian yang ada, di situlah bisa jadi celah penelitian. 
 
Pastinya, dari celah penelitian itu di situlah permasalahan utama penelitian. Di dalam sebuah penelitian, latar belakang penelitian sendiri adalah ungkapan-ungkapan dengan ditunjang oleh data yang mengantarkan pembaca pada permasalahan utama penelitian. Lepas dari bahasan latar belakang penelitian, dari permasalahan utama penelitian akan muncul pertanyaan utama penelitian dan sekaligus tujuan utama penelitian. Dari tujuan utama penelitian tersebut akan dirasakan manfaat hasil pelaksanaan penelitian baik teoritis maupun praktis. 
 
5. Keutuhan Gagasan 
Keutuhan gagasan dilihat dari keterhubungan keseluruhan aspek. Termasuk ketepatan menentukan pendekatan dan metode, perspektif (objek formal) yang digunakan hubungannya dengan objek material. Termasuk juga celah yang akan ditutup kaitannya dengan pertanyaan utama penelitian dan tujuan utama penelitian. 
 
Secara integral, keutuhan gagasan akan membentuk semacam alur cerita atau alur logis secara garis besar berjalannya penelitian yang lazim disebut kerangka berpikir. Alur logis berjalannya penelitian harus merupakan suatu alur cerita yang kuat. Bagi pendekatan kuantitatif, ujung dari alur cerita yang menggambarkan keutuhan gagasan ini maka akan mengasilkan hipotesis (yaitu jawaban sementara atas pertanyaan utama penelitian).
 
Meskipun demikian, sebuah artikel ilmiah tidak selalu harus menampilkan kerangka berpikir, telebih bila hal itu tidak ada bedanya dengan tinjauan pustaka dan latar belakang penelitian. Hal yang prinsip adalah keseluruhan paparan artikel ilmiah menggambarkan keutuhan gagasan. Alur cerita yang kuat adalah alur logis yang tidak berputar-putar untuk sampai di tujuan utama penelitian, meskipun sebuah penelitian pasti merupakan subjek yang kompleks. 
 
Karena itu, sebagai pembatasan maka artikel ilmiah tidak perlu bermaksud untuk menjawab banyak pertanyaan cukup satu pertanyaan utama tunggal. Aspek lain yang terkait dengan penelitian sekarang lebih baik dibuat satu artikel ilmiah lagi. Maksudnya, agar gagasan dapat tertuang secara utuh, tidak melebar dan bias.   
 
6. Results (Hasil) 
Apa hasil yang diperoleh. Hasil penelitian merupakan hasil (buah) dari operasi atau kerja metode penelitian sesuai prosedur. Buah dari operasi metode penelitin ini harus merupakan hasil bersih maksudnya tanpa disertakan interpretasi. Tidak ada interpretasi dalam membuahkan hasil penelitian secara bersih kecuali semata-mata hasil kerja metode penelitian sesuai prosedur. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami hasil bersih ini tampilkanlah dalam bentuk tabel, matrik, bagan, dan lain sebagainya. Bagi pendekatan kuantitatif, hasil bersih penelitian harus dilakukan pengujian disebut uji hipotesis sebagai pembuktian hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan utama penelitian) terdahulu di bagian pendahuluan. 
 
7. Pembahasan (Discussion) 
Di bagian pembahasan, ingat kembali apa tujuan utama penelitian. Lalu panggil apa hasil utama penelitian (biasanya nomor tabel, matrik, bagan, dan lain-lain) sesuai dengan pertanyaan utama penelitian. Barulah di sini dilakukan analisis, pengkajian, pembahasan, atau interpretasi terhadap hasil utama penelitian dengan menggunakan perspektif (objek formal) yang telah disiapkan di bagian literature review. Di sinilah fungsi literature review tadi. Hasil analisis dengan menggunakan perspektif tertentu disebut temuan penelitian dan bila temuan ini dibandingkan dengan hasil-hasil riset terdahulu maka hendaknya mendatangkan penawaran gagasan yang bersifat baru. Di sinilah terlihat apa yang disebut dengan novelty (kebaruan) dan orisinalitas yang menjadi state of the art penelitian. 
 
8. Simpulan 
Lihat apa hasil akhir, bukan pengulangan bagian pembahasan. Apakah hasil akhir telah menjawab pertanyaan utama penelitian yang dijanjikan di bagian pendahuluan. Apakah perjalanan penelitian telah sampai pada tujuan utama penelitian. Bagaimana implikasi manfaat teoritis (general) dan praktis (spesifik) dari hasil akhir penelitian ini. Apa keterbatasan penelitian untuk peluang studi lanjut di masa depan. Bagaimana rekomendasi penelitian ini. 
 
9. Abstrak 
Cermati abstrak. Ia meliputi tujuan penelitian, metode penelitian, hasil dan pembahasan, dan simpulan (hasil akhir). Jangan lupa cantumkan minimal tiga dan maksimal lima kata kunci sesuai urutan alphabet yang menjadi topik-topik utama di dalam materi artikel ilmiah.
 
10. Judul Penelitian 
Struktur judul pendekatan kualitatif biasanya meliputi objek material, objek formal, konteks, dan metode. Sedangkan struktur judul pendekatan kuantitatif lazimnya mencakup problem solved, method, dan results (hasil). Tidak jarang di jurnal internasional reputasi global sekalipun judul penelitian berupa sebuah pertanyaan. Pastinya, judul harus mewakili keseluruhan substansi isi artikel ilmiah.
 
 
 
 
 
Wahyudin Darmalaksana, Writing Center pada Sentra Publikasi Indonesia. Untuk bahan review silakan akses publikasi kami di Emerald: How is the halal certification policy implemented?  
×
Berita Terbaru Update