Fase puncak Kelas Menulis adalah terciptanya
sumber daya dosen muda. Target ini dirancang dengan sadar sejak tahun 2020.
Kelas Menulis mengharapkan tercipta sumber daya
dosen muda yang mumpuni di bidang publikasi ilmiah. Ini dilandasi dengan
kemampuan riset dan penulisan artikel ilmiah.
Dosen muda yang melihat mahasiswa dalam posisi
pusat sebagai mitra dosen dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat. Dari situ terbuka peluang mahasiswa untuk mengasah skills akademik.
Kelas Menulis berdiri di Fakultas Ushuluddin UIN
Sunan Gunung Djati Bandung. Peran Kelas Menulis adalah membantu mahasiswa dalam
meningkatkan skills menulis akademis.
Suatu ketika kami bertanya, siapa bersedia magang
mengelola jurnal ilmiah? Saat itu ada yang menyatakan bersedia, Hidayatul Fikra.
Ia baru saja lulus menjadi sarjana Tasawuf dan
Psikoterapi tahun 2021. Sejak itu, sarjana dengan tugas akhir artikel ilmiah ini
mulai mengelola jurnal ilmiah Kelas Menulis, Jurnal Riset Agama (JRA).
Hidayatul Fikra dipercaya menjadi managing editor
JRA. Atas komitmennya terhadap pengelolaan jurnal ilmiah, ia pun diangkat
menjadi manager Kelas Menulis.
Berkat kesungguhannya mengelola jurnal ilmiah, Hidayatul
Fikra berhasil membawa JRA hingga Terakreditasi Nasional peringkat Sinta 3 tahun
2024. Ini capaian prestisius untuk jurnal ilmiah yang dikelola alumni.
Sejak 2021, Hidayatul Fikra aktif melatih
mahasiswa menulis artikel ilmiah. Berlangsung di Palembang, Jambi, Bukittinggi,
Padang, Kendari, Mataram, Kediri, Purwokerto, Bandung, Cirebon, dan lain-lain.
Pencapaian prestisius Kelas Menulis terutama
berhasil mengungkit publikasi ilmiah mahasiswa. Hanya di Fakultas Ushuluddin saja
mahasiswa tercatat memiliki 1259 publikasi ilmiah dari 2020-2025.
Selain pelatihan dan mengelola jurnal ilmiah,
manager Kelas Menulis ini berpengalaman mengadakan konferensi ilmiah. Salah
satu agenda strategis Kelas Menulis.
Setelah lulus S1, managing editor JRA ini melanjutkan
S2 bidang Psikologi di Unpad. Lulus magister pertengahan tahun 2024. Di akhir tahun
2024 ia test CPNS Dosen dan dinyatakan lulus di awal tahun 2025.
Ini fase puncak yang dicapai oleh manager Kelas
Menulis. Hidayatul Fikra, M.Psi., lulus di usia muda sebagai Dosen Gen-Z belum
genap 26 tahun.
Ia lulus menjadi dosen di UIN Batusangkar, Sumbar.
Praktis, manager Kelas Menulis dialihkan ke Fitriani, M.Pd. mulai tahun 2025.
Berikutnya, Pika –panggilan akrab Hidayatul Fikra,
giliran terjun menjadi dosen. Segala pengalaman pasti menjadi modal. Pengalaman
adalah guru terbaik.
Selama menjadi manager Kelas Menulis, Hidayatul
Fikra, M.Psi. telah berusaha mengembangkan kapasitas dan mengasah kompetensi.
Tuntutan dosen adalah pengembangan karier. Ini
wajib karena karier dosen berdampak pada performa pendidikan tinggi.
Pernah ada berita, di Inggris, dosen yang tidak mengurus
karier pasti dirumahkan. Sebab, ia bermasalah dalam arti tidak berdampak secara
akademik dan yang bermasalah dinilai tidak pantas mengajar.
Di Indonesia seorang dosen wajib mengisi e-kinerja
untuk penilaian karier. Penilaian dilakukan oleh atasan langsung. Pengisian e-kinerja
disertai evidence dalam bentuk dokumen bukti kinerja.
Kinerja dosen dinilai dari tri darma, yaitu pengajaran,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta ditambah satu lagi yakni penunjang.
Bukti tri darma bisa berupa buku, bahan ajar,
publikasi, hak kekayaan intelektual (HKI) hingga Hak Paten. Penunjang seperti sertifikat
pemateri, sertifikat profesi, keanggotaan asosiasi, dan lain-lain.
Tiap awal tahun, dosen wajib membuat daftar
rencana kerja. E-kinerja diisi tiap triwulan (TW) mulai TW-1 sampai TW-4 selama
1 tahun. Pengisian e-kinerja berikut evidence.
Jika kinerja di atas ekspektasi, maka nilainya sangat
baik. Bila kinerja sesuai ekspektasi, maka nilainya baik.
Jika nilai kerja sangat baik secara berturut-turut,
maka jenjang karier bisa ditempuh tiap 2 (dua) tahun. Namun, bila nilai hanya
baik, maka jenjang karier baru bisa ditempuh setelah 4 (empat) tahun.
Terlebih, bila bukti kinerja tidak sesuai
ekspektasi, maka karier dosen pasti terhambat.
Berdasarkan sistem karier di atas, maka Hidayatul Fikra, M.Psi. harus lanjut studi S3 mulai tahun 2027. Ini untuk target kenaikan karier predikat sangat baik.
Kelas Menulis telah mengajarkan disiplin. Apa yang
dilakukan Kelas Menulis adalah kerja-kerja berat. Namun, pasti tuntas bila
disiplin.
Hidayatul Fikra dapat menerapkan Kelas Menulis
untuk menopang karier. Sebab, agenda-agenda Kelas Menulis seluruhnya tri darma.
Jadi dosen muda yang disiapkan oleh Kelas Menulis
adalah “mereka yang dalam dirinya ada Kelas Menulis.”
Berarti ia menerapkan disiplin Kelas Menulis.
Seperti membagikan pengetahuan secara terbuka, melaksanakan riset, melakukan pendampingan
dan pengembangan.
Menguasai berbagai aplikasi, mengikuti konferensi,
menulis buku, publikasi ilmiah, dan lain-lain.
Tegaslah yang hendak diciptakan oleh Kelas Menulis
adalah “Kelas Menulis dalam diri” yaitu kedisiplinan.
Jika telah terbangun di dalam diri, maka selanjutnya
dosen dapat mewujudkan Kelas Menulis di lingkungan terdekat bersama mahasiswa.
Jika mungkin dan situasi mendukung, maka Kelas
Menulis lingkungan terdekat dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas.
Dengan demikian, Kelas Menulis bukan saja dapat
berlangsung di tempat kerja, melainkan bisa diwujudkan di tempat-tempat lain dengan
kerja sama. Terciptalah budaya Kelas Menulis.
Hidayatul Fikra, M.Psi. adalah dosen muda yang di dalam
dirinya telah terpatri Kelas Menulis. Selamat telah sampai fase puncak Kelas
Menulis.
Selamat bertugas dosen Gen-Z!
Wahyudin Darmalaksana, Pendiri Kelas Menulis
Fakultas Ushuluddin UIN Bandung