Beberapa pihak mengkritik kebijakan publikasi pada jurnal ilmiah karena dinilai elitis dan masyarakat tidak dapat menjangkaunya.

Menurut Puslit, kritik seperti itu relevan setelah akademisi menguasai ketentuan penelitian dan prakteknya.

Akademisi tidak boleh melewatkan publikasi hasil penelitian di jurnal ilmiah. Publikasi ilmiah menjadi bukti bahwa akademisi telah melaksanakan penelitian dan hasilnya telah divalidasi melalui review yang lazim dilakukan oleh jurnal.

Baru setelah itu, akademisi melakukan lanjut tindak yakni implementasi hasil penelitian (yang telah divalidasi) di masyarakat penerima manfaat (pengguna hasil penelitian).

Development masyarakat (tanpa berbasis acuan hasil riset yang valid) maka apalah itu namanya.

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN