Latihan


*Pendahuluan*


Tahfidz Al-Qur'an di hampir seluruh pendidikan tinggi Islam di Indonesia telah menjadi salah satu sasaran keunggulan dalam rangka penjaminan mutu lulusan. Hal ini merupakan fenomena baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam di tanah air untuk target keluaran dan pencapaian sebagai indikator kinerja utama berbasis perencanaan strategis. Bahkan, fenomena tersebut berlangsung pula di pendidikan tinggi umum dengan menerapkan kebijakan pemberian beasiswa bagi mahasiswa hafidz Al-Qur'an 30 Juz. Di antara mahasiswa ada yang merupakan hafidz hingga beberapa juz atau bahkan 30 Juz sebelum mereka kuliah. Pembinaan tahfidz pra-kuliah mereka peroleh di pesantren atau di lembaga-lembaga khusus tahfidz yang melakukan pembinaan sejak usia dini. Dalam hal ini, pendidikan tinggi Islam memiliki dua sasaran pembinaan, yaitu bimbingan untuk mahasiswa yang merupakan hafidz sebelum mereka kuliah dan bimbingan untuk mahasiswa dengan target hafidz serta bimbingan tahsin, yakni pembacaan Al-Qur'an berdasarkan ketentuan kefasihan. Target pencapaian hafidz di pendidikan tinggi Islam telah menuntut tersedianya model bimbingan beserta pengembangannya. Model ini dirumuskan dari hasil pengalaman terbaik (best practice) bimbingan tahfidz atau didasarkan studi perbandingan model-model bimbingan tahfidz yang efektif. Hanya saja suatu model di suatu tempat belum tentu relevan ketika akan diterapkan di tempat yang lain dengan situasi dan konteks tertentu. Sehingga pendidikan tinggi Islam memiliki tantangan untuk mewujudkan model bimbingan tahfidz terbaik yang menjadi keunggulan dan sekaligus distingsi di tengah-tengah persaingan yang semakin hari semakin kompetitif sejalan dengan penjaminan mutu sarjana.


Bertahap bikin paragraf ....

🙂

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS