Seri Latihan Menulis II
Praktis Tubuh Paragraf dan Metodologi


Sumber:
Elsevier, Procedia - Social and Behavioral Sciences 195 ( 2015 ) 202 – 209

1. Pendahuluan
500 universitas top dunia adalah salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di bidang akademik. Dapat dikatakan bahwa ada korelasi antara tingkat perkembangan suatu negara dan peringkat universitasnya. Contohnya, melihat data yang diterbitkan oleh Universitas Top (2014), terlihat bahwa negara-negara maju tersebut membuat daftar 500 universitas top dunia: AS 97, Inggris 48, Jerman 37, Jepang 16, Prancis 22, Australia 23, Kanada 20, Italia 15, Korea Selatan 14, Cina 18, Spanyol 12, Belanda 13, dan Turki 5. Menurut hal yang sama dilaporkan bahhwa hanya 10 universitas Rusia yang tercakup dalam daftar.

Continue …
2. Literature Review
Continue …

3. Metodologi
Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian terutama didasarkan pada tinjauan literatur ilmiah dan perspektif fakultas tentang masalah yang dihadapi pendidikan tinggi di Turki. Masalah-masalah utama yang terkait dengan tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tinggi kami selidiki dan sajikan menggunakan penelitian akademik dan meta-analisis literatur. Selanjutnya, berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi universitas di Turki didokumentasikan dan dieksplorasi oleh penulis karena mereka sendiri adalah anggota fakultas juga. Kami mengklasifikasikan masalah dan tantangan yang harus dihadapi universitas Turki ke dalam sepuluh kategori berbeda, menguraikannya, dan akhirnya menawarkan solusi yang mungkin untuk setiap masalah.

3.1. Tujuan Penelitian
Orang akan setuju bahwa lembaga pendidikan tinggi adalah tempat di mana pengetahuan diciptakan. Namun, lebih tinggi institusi pendidikan yang berjuang dengan berbagai masalah struktural, organisasi, dan personalia mungkin tidak mampu mencapai tujuan mereka. Oleh karena itu, agar institusi pendidikan tinggi menempatkan fokus mereka dalam menciptakan pengetahuan, mereka harus dilengkapi dengan semua sumber daya yang mereka butuhkan, dan masalah saat ini yang mereka hadapi harus ditangani secara profesional.

Sementara berbagai penelitian yang dilakukan di masa lalu menunjukkan banyak masalah yang dihadapi universitas Turki, masalah-masalah itu sering tidak diartikulasikan dengan baik. Dalam studi ini, kami menyediakan kerangka kerja untuk memahami masalah utama yang lebih tinggi di pendidikan tinggi Turki. Beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini berakar dalam persepsi dan asumsi bahwa institusi pendidikan tinggi adalah pintu gerbang ke pasar kerja. Meskipun persepsi ini sebagian benar, namun tujuan sebenarnya dari pendidikan tinggi adalah untuk menyediakan para siswa dengan berbagai kemampuan berpikir kritis sehingga mereka dapat membuat keputusan yang informatif dan menangani masalah yang akan mereka hadapi begitu mereka lulus.

Dalam studi ini, kami mengeksplorasi mengapa universitas Turki tidak termasuk di antara universitas terbaik di dunia dan penawaran solusi yang memungkinkan. Kami menekankan bahwa universitas Turki perlu menjadi pelopor dalam sains dan teknologi dan berusaha untuk menjadi salah satu universitas terbaik di dunia agar Turki menciptakan dan mempertahankan daya saingnya di antara negara-negara maju. Harus dipahami bahwa pemerintah dan masyarakat perlu bersikap terbuka terhadap ide-ide baru untuk menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi institusi pendidikan tinggi Turki.

3.2. Masalah Pendidikan Tinggi dan Solusi yang Diusulkan
Meskipun ada peningkatan cepat dalam jumlah universitas di Turki, peningkatan ini tampaknya tidak berkorelasi dengan baik dalam menciptakan lebih banyak pengetahuan, menemukan solusi untuk masalah-masalah negara dan memajukan komunitas melalui kerjasama universitas. Untuk pemeriksaan mendalam tentang masalah universitas Turki, kami merasa perlu untuk mengambil lebih dekat melihat pokok permasalahan dan solusi yang tersedia. Kami mengklasifikasikan masalah dan tantangan yang dihadapi universitas Turki menjadi sepuluh kategori yang berbeda dan berusaha menguraikannya. Kategori-kategori ini termasuk:

- Kurangnya infrastruktur fisik,
- Kurangnya teknologi informasi dan komunikasi,
- Perbedaan dalam pembangunan daerah,
- Kurangnya personel yang memiliki kualifikasi akademis dan kualifikasi profesional,
- Kurangnya sumber daya keuangan,
- Masalah dengan membangun hubungan dengan entitas dan lembaga eksternal,
- Mobbing,
- Kurangnya sistem peringkat universitas nasional,
- Kurangnya sistem akreditasi universitas nasional,
- Kurangnya sistem evaluasi kinerja personil.


#latihan_menulis
Puslitpen LP2M UIN SGD

Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

BANDUNG: TOP 10 PUBLIKASI INDEX SCOPUS