-->

Notification

×

Iklan

Iklan

2020-2024 USHULUDDIN HARUS BERANI SEDIKITKAN TEORI PERBANYAK SKILL

Thursday, February 13, 2020 | 7:44:00 AM WIB Last Updated 2020-02-13T01:01:24Z





Pendidikan tinggi adalah ekosistem terdepan untuk kontribusi skill. Ini menjadi perhatian serius Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Jika materi pembelajaran dibagi dua besaran, yakni materi dasar dan materi terapan, maka Fakultas Ushuluddin bertugas merawat materi dasar Islam, seperti Filsafat, Teologi, dan Tasawuf. Materi dasar bersifat konseptual teoritis.

Materi dasar berfungsi untuk pondasi pembangunan karena bangunan tanpa pondasi yang kuat rentan roboh. Namun demikian materi dasar memiliki aspek terpan pula. Sumber Daya Manusia (SDM) pembelajar materi dasar dapat direntang pada aspek terapan menurut indikator Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Aspek terapan materi dasar antara lain Filsafat Sosial, Teologi Design Thinking, dan Tasawuf Praktis. Materi ini memiliki implikasi terhadap sikap (50%), skill (40), dan pengetahuan (10%). Bobot pengetahuan diperkecil dan bobot skill diperbesar tetapi bobot sikap lebih besar lagi.

Secara ekstrim, abad 21 tidak butuh pengetahuan. Abad ini lebih besar membutuhkan sikap dan skill dibanding pengetahuan. Sebab, pengetahuan telah melimpah serta mudah diakses. Abad 21 berparadigma knowledge based economy asset. SDM pendidikan tinggi menjadi asset dari aspek sikap, pengetahuan, dan skill.

Penguatan skill SDM lulusan pendidikan tinggi dilakukan melalui kursus, pelatihan, dan terjun langsung di “laut terbuka” dengan mekanisme magang. Ini dapat terlaksana dengan kerjasama strategis, kemitraan, dan kolaborasi.

Kerjasama strategis direntang untuk perumusan kurikulum adaptif, pengembangan metode pembelajaran efektif, dan menyiapkan SDM lulusan dengan kapasitas skill tanpa batas. Ini urgensi kerjasama, kemitraan, dan kolaborasi.

Menyedikitkan teori dan memperbanyak skill tidak bisa diabaikan. Ini harus dicoba secara berani di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Bandung, 13 Februari 2020
Wahyudin Darmalaksana, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update