SELAMAT NASHAR AKBAR MUHAMMAD BERHASIL SIDANG MUNAQASYAH ARTIKEL ILMIAH DI UIN BANDUNG



 

Munaqasyah artikel ilmiah kali kedua digelar Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Munaqasyah adalah sidang tugas akhir mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Fakultas ini menerapkan skripsi dapat diganti dalam bentuk artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah.
 
Ketentuan munaqasyah artikel ilmiah sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Seiring dengan situasi pandemi, arah kebijakan menetapkan bahwa skripsi dapat diganti dengan artikel ilmiah.
 

Bernama Nashar Akbar Muhammad, Mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Artikel berjudul “Etika dalam Konsep Politik Machiavelli.” Akbar dipersilahkan untuk presentasi artikel selama 15 menit.
 
“Niccolo Machiavelli adalah tokoh humanis dengan etika nilai-nilai religious. Ini berbading terbalik dengan sejumlah literatur yang ada. Namun, artikel ini tidak bermaksud membantah temuan-temuan sebelumnya. Artikel ini bertujuan menyajikan “cetak biru” dari pemikiran tokoh ini sesuai konteks ketika ia hidup di Abad 14,” tutur Akbar.


Penulis berpijak pada dua teori utama yaitu teori keadilan John Rawls dan teori politik Aristoteles. “Di mata Aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Sementara menurut John Rawls konsep keadilan menekankan masyarakat harus turut aktif dalam diskursus dan bukanlah menyamaratakan peran dalam lapisan masyarakat. Dua teori ini saya pinjam untuk menelusuri jalan pikiran Niccolo,” tutur Akbar.
 
Peneliti memilih murni studi kepustakaan dalam arti tidak terjun ke lapangan. Ia menggali data dari sumber primer karya Machiavelli, yaitu “The Prince” dan “Discourses” di samping sumber pendukung lainnya. Sedangkan interpretasi digunakan analisis konten (conten analysis) hingga ditarik kesimpulan.
 
“Saya memulai pembahasan dengan pemaparan kehidupan tokoh, khususnya pendidikan dan karier politik. Saya juga menyajikan masa renaissance yang tidak bisa dilepaskan dalam membentuk pemikiran Machiavelli. Dari situ, saya masuk ke pemikiran tokoh tentang etika dan konsep politik,” lanjut Akbar.
 
Pada bagian diskusi, artikel ini berusaha mendialogkan teori utama, pertanyaan penelitian, penelitian terdahulu, dan konteks. Penulis menemukan bahwa tokoh ini mengembangkan pemikiran etika yang dibangun dari nilai-nilai religious. Juga tokoh ini memiliki konsep politik dengan prinsip humanis. Peneliti berhasil tiba pada tujuan penelitian, ia menunjukan implikasi penelitian ini di samping secara jujur diungkapkan keterbatasan untuk penelitian lebih lanjut.


Munaqasyah ini mengundang pembahas dari lintas pendidikan tinggi, yakni Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum., akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Saya sangat mengapresiasi pola penulisan artikel ilmiah yang dipertanggungjawabkan dalam sidang munaqosyah. Ini adalah terobosan baru dalam menguji atau menggali pemikiran mahasiswa,” ujar akademisi jebolan doktor dari Universitas Gajah Mada ini.
 
“Nashar, penulis artikel, diharuskan untuk lebih menukik dan mendalam yang menyentuh aspek pemikiran spesifik pada Machiavelli. Misalnya, angkat aspek “kejujuran” dalam pemikiran etika politik Machiavelli. Ini adalah novellity dalam artikel ilmiah yang dibuat Nashar,” ungkap Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
 
Selain pembahas, munaqasyah ini menghadirkan dua orang penguji, yakni Ahmad Gibson Albustomi, M.Ag. dan Dr. Masmuni Mahatma, M.Ag. Keduanya merupakan akademisi Jurusan AFI FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
“Artikel ini harus lebih mengeksplorasi konsep politik Machiavelli. Serta bagaimana pandangan atau pemikiran yang kontra tapi sezaman dengan Machiavelli,” ungkap Ahmad Gibson Albustomi, M.Ag. “Penulis artikel harus juga menyertakan atau menggali teori-teori tentang etika politik yang dikemukakan oleh tokoh lokal ataupun pemikir muslim seperti al-Mawardi yang bisa jadi pembanding dengan teori etika politiknya Machiavelli,” ungkap Dr. Masmuni Mahatma, M.Ag.


Peserta sidang, Nashar Akbar Muhammad, didampingi oleh dua orang Dosen Pembimbing, yakni Dr. Radea Juli A. Hambali, M.Hum. dan Maman Lukmanul Hakim, M.Ag. “Artikel ilmiah ini sudah cukup mumpuni dari sisi substansi. Namun begitu, kita lihat kesiapan Akbar untuk mengakomodasi masukan dari pembahas dan penguji. Juga supaya artikel ini lebih kontekstual dengan menyertakan isu-isu kekinian sehingga pemikiran Machiavelli berelasi dengan situasi kini yang tengah dihadapi,” ungkap Dr. Radea Juli A. Hambali, M.Hum.
 
“Ini menjadi model di Jurusan AFI. Struktur penulisan telah sesuai dengan panduan penulisan artikel ilmiah. Juga prosedur telah ditempuh yang memberikan jaminan kualitas artikel ini. Diharpkan Akbar mencatat seluruh masukan untuk penyempurnaan,” ungkap Maman Lukmanul Hakim, M.Ag.


Dr. H. Nur Kholis, M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta turut memberikan apresiasi atas digelarnya munaqasyah artikel ilmiah. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengucapkan terimakasih atas apresiasinya. “Ini menjadi jalan kemudahan bagi mahasiswa sekaligus peningkatan kualitas penulisan tugas akhir,” ungkap Dekan didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Muhlas, M. Hum.
 
Dr. Neng Hannah, M.Ag., Ketua Jurusan AFI FU memberikan pernyataan. “Munaqosah artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi menurut saya merupakan kebijakan yang berpihak pada mahasiswa. Kondisi pandemi Covid-19 menjadikan proses menyelesaikan tugas akhir menjadi hal yang tidak mudah,” ujar Dr. Neng Hannah, M.Ag.
 
Ketua Jurusan AFI FU menuturkan bahwa kebijakan munaqasyah artikel ilmiah merupakan bukti nyata kepedulian terhadap mahasiswa dan tetap menjunjung tinggi idealisme dunia akademis untuk melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat. Bermula dari Edaran Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. pada Bulan April 2020 tentang TA DBL (Tugas Ahir Dalam Bentuk Lain). Diikuti oleh Edaran Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Bulan Mei 2020. Kemudian Surat Keputusan Dekan FU pada Bulan Juni 2020.
 
“Proses ujian munaqosah karya ilmiah atas nama Nashar Akbar di Prodi AFI merupakan kali pertama. Agenda ini berjalan dengan baik dan Nashar berhasil memaparkan dan meyakinkan penguji bahwa karyanya memang layak. Artikel ini juga sebelumnya sudah mendapatkan Letter of Acceptance dari Jurnal terakreditasi. Saya merasa bangga pada Nashar, selamat semoga kelulusannya membawa keberkahan,” lanjut Dr. Neng Hannah, M.Ag., Ketua Jurusan AFI FU.


Agenda berlangsung lancar dengan peserta sekitar 20 orang. Acara dimulai pukul 08.30 WIB. dan disiarkan langsung secara live. Acara ini dipandu operator, M. Imron Rosyadi, M.Ag., dari Studio FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia, Kamis, 17 Desember 2020 [Buleud].

Berita Terkait: 1, 2, 3, 4, 5
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MENULIS PEMBAHASAN PENELITIAN