Cara Membedakan Judul Penelitian dengan Judul Penelitian Terdahulu

 
 


 
 
Tulisan ini memaparkan subjek yang dianggap penting menurut penulis. Diharapkan terasa penting pula bagi pembaca, khususnya akademisi dan lebih khusus lagi adik-adik mahasiswa.
 
 
 
Masih sering dijumpai adik-adik mahasiswa kesulitan mencari (menentukan) judul penelitian. Mereka biasa menyebutnya judul penelitian. Tepatnya adalah bukan judul penelitian, melaikan topik penelitian.
 
Perlu ditegaskan bahwa usaha membedakan penelitian-penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan ditempuh adalah pelaksanaan penelitian itu sendiri. Dengan perkataan lain, mencari pembeda dengan penelitian sebelumnya, maka itulah penelitian. Itulah pelaksanaan penelitian dalam arti yang sebenarnya.
 
Adik-adik mahasiswa bila udah ada topik yang membahas terkadang mereka cepat beralih mencari topik lain. Topik penelitian mereka khawatir ditolak oleh dosen pembimbing karena topik tersebut sudah banyak yang membahas. Mereka juga mengkhawatirkan topik penelitiannya tidak lulus saat Ujian Proposal (UP) di tingkat Jurusan (Program Studi).
 
Hendak ditegaskan di sini bahwa topik penelitian haruslah sudah ada yang membahas sebelumnya. Apabila topik penelitian udah banyak yang membahas sebelumnya, maka makin seru atau makin ramai. Giliran peneliti menentukan sikap. Sikap ini adalah penelitian.
 
Paling tidak, ada tiga sikap yang bisa diambil oleh peneliti. Pertama, menolak hasil-hasil penelitian terdahulu. Kedua, mendukung hasil-hasil penelitian terdahulu. Ketiga, mensintesis (memadukan) penelitian-penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yang akan dilakukan.
 
Peneliti harus memilih salah satu sikap di atas melalui tinjauan pustaka terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya. Itulah mengapa tinjauan pustaka menjadi penting. Melakukan tinjauan pustaka tidak lain adalah bagian dari penelitian.    
 
Jika sikap telah diambil, maka giliran menyusun kerangka berpikir yaitu alur logis secara garis besar bejalannya penelitian. Seluruh penelitian pasti memiliki alur jalan yang sama, yakni dari atas ke bawah. Namun, peneliti pasti merancang (mengerangka) pemikirannya secara berbeda dengan kerangka berpikir penelitian-penelitian sebelumnya. Merancang kerangka berpikir berdasarkan sikap dari tinjauan pustaka adalah bagian dari penelitian.
 
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka berpikir, maka peniliti akan memiliki rumusan masalah. Pencantuman rumusan masalah dalam struktur penulisan proposal penelitian biasanya ditempatkan sebelum tinjauan pustaka dan kerangka berpikir. Rumusan masalah secara sederhana dapat dipahami sebagai asumsi atau prediksi jawaban pertanyaan penelitian. Misalnya, rumusan masalah ini: terdapat ayat al-Qur’an tentang new normal perspektif pencegahan Covid-19. Dengan demikian, rumusan masalah ini adalah asumsi atau prediksi jawaban pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitiannya, berdasarkan contoh rumusan masalah tadi, adalah bagaimana ayat al-Qur’an tentang new normal perspektif pencegahan Covid-19. Apabila udah ada rumusan masalah dan pertanyaan penelitian, maka peneliti dengan tegas dapat menentukan tujuan penelitian, yakni penelitian ini bertujuan membahas ayat al-Qur’an tentang new normal perspektif pencegahan Covid-19.
 
Setelah menegaskan tujuan penelitian, peneliti boleh juga mencantumkan manfaat dan kegunaan hasil penelitian. Ini penting untuk melihat (mengukur) signifikansi (arti penting) hasil (temuan) penelitian. Khususnya, manfaat bagi para pengguna hasil penelitian.
 
Untuk pelaksanaan tujuan penelitian di atas, pasti dibutuhkan metode penelitian. Metode penelitian sendiri adalah skenario pelaksanaan penelitian untuk membuktikan rumusan masalah, menjawab pertanyaan penelitian, dan hingga sampai tiba pada tujuan penelitian yang telah ditetapkan tadi. Pastinya, peneliti harus menyebutkan jenis penelitian apakah kualitatif ataukah kuantitatif. Dan peneliti harus menentukan metode dalam upaya mereka menghasilkan temuan penelitian. Serta peneliti harus menentukan analisis (pendekatan, perspektif) untuk melakukan interpretasi terhadap hasil (temuan) penelitian hingga ditarik sebuah kesimpulan.
 
Tiba di sini, peneliti berarti telah melakukan penelitian dalam arti yang sebenarnya. Yaitu penelitian melakukan tinjauan pustaka, menyusun kerangka berpikir, dan penyusunan formula penelitian (rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan juga manfaat serta kegunaan penelitian). Tegasnya, semua ini adalah penelitian awal atau lazim disebut pula penelitian pendahuluan.
 
Adapun latar belakang dan masalah tulislah setelah penelitian pendahuluan dilakukan. Jangan menulis latar belakang dan masalah sebelum pelaksanaan penelitian pendahuluan. Latar belakang dan masalah adalah paparan pengantar menuju fokus studi.
 
Kembali pada sikap peneliti di atas, sikap peneliti ini menjadi sangat penting untuk bahan dialog (diskusi) nanti di bagian pembahasan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Tinjauan pustaka menjadi penting untuk teman dialog (diskusi) nanti di bagian pembahasan. Sikap peneliti nanti di bagian pembahasan akan menjadi semakin tegas. Nanti di bagian pembahasan, terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya, maka akan ditegaskan apakah peneliti menolak, mendukung, atau memadukan (mensistesis).
 
Meskipun udah banyak dibahas, yakin dosen pembimbing menyetujui topik penelitian yang diajukan. Juga yakin lulus pada saat Ujian Proposal. Memang pasti ada kritik dari penguji proposal. Kritik itu bisa meliputi beberapa hal. Pertama, tinjauan pustaka agar dipilih dari hasil-hasil penelitian yang paling relevan. Kedua, kerangka berpikir agar dirumuskan secara kokoh yang nanti berpengaruh besar bagi sistematika penulisan penelitian. Ketiga, tawaran metode dan analisis penelitian yang lebih tepat. Keempat, kalimat rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat serta kegunaan penelitian ditulis secara lebih ajeg. Kelima, bisa juga penguji proposal mengkritik latar belakang dan masalah.
 
jadi lakukanlah penelitian pendahuluan untuk membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan. Pembeda ini ditegaskan melalui tinjauan pustaka. Praktis, akan berbeda pula dalam penyusunan kerangka berpikir, formula penelitian, dan metode serta analisis (pendekatan, perspektif) yang diterapkan. Melalui upaya melakukan pembeda ini maka tidak akan terjadi pengulangan dalam pembahasan, meskipun suatu topik penelitian udah ada yang membahas, dan bahkan udah banyak orang yang melakukan pembahasan. Paling tidak, berbeda kerangka berpikir, formula penelitian, metode dan analisis. Karena dari sisi ini berbeda, maka akan berbeda pula hasilnya.
 
Terakhir, jangan lupa pertahankanlah hasil penelitian pendahuluan di sidang Ujian Proposal. Apabila runtuh berarti adik-adik mahasiswa belum menyiapkan proposal secara ajeg dan kokoh. Apabila ada kritik maka hal itu akan menjadi masukan berharga untuk mengajegkan rencana penelitian lebih kokoh lagi. Segeralah menjadi sarjana jangan ditunda-tunda!
 
 
Bandung, 24 Februari 2021
Wahyudin Darmalaksana, Akademisi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 

Comments

  1. Tulisannya enak dibaca dan difahami.
    Terimakasih Pa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ijin bertanya pak untuk judul skirpsi "Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based learning dan selfie efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa" Udah termasuk analisis dta ancova bukan pak. Mohon penjelasan nya pak

      Delete
  2. Sangat membantu dan mudah difahami pak, terimakasih banyak.

    ReplyDelete
  3. Izin bertanya pak, maksud dari pernyataan ini bagaimana ya pak *jangan lupa pertahankanlah hasil penelitian pendahuluan di sidang Ujian Proposal?* Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik Aisyah

      Secara umum proposal penelitian sendiri dapat dikatakan sebagai riset/penelitian pendahaluan, meskipun makna sesungguhnya adalah usulan atau pengajuan penelitian.

      Juga penulisan proposal pasti diawali riset pendahuluan. Terutama dalam hal menentukan celah (problem), tema, dan topik penelitian. Di saat menentukan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Pada waktu mereviu penelitian terdahulu, membuat kerangka berpikir, dan melakukan tinjauan pustaka. Serta menentukan metodologi penelitian.

      Nah pada dasarnya semua itu merupakan penelitian pendahuluan. Proposal penelitian adalah penelitian pendahuluan secara tertulis yang diawali dengan penelusuran, perencanaan, dan kemudian penulisan.

      Jadi penelitian pendahuluan ini mesti matang sebelum seminar atau ujian proposal penelitian. Dan ketika ujian maka pertahankanlah hal itu.

      Delete
  4. Izin bertanya pak, saya ingin melakukan penelitian, mengambil/mengikutin dari skripsi yang sudah ada namun subjeknya berbeda, objek dan metode penelitiannya sama. Apakah itu boleh pak? Dan terkait judulnya apakah boleh sama dengan skripsi yang sudah ada tersebut? Apa harus dibedakan? Terima Kasih sebelumnya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang pak izin bertanya, bagaimana cara mencari perbedaan penelitian kita dengan penelitian terdahulu yang memiliki objek dan judul yang sama, saya meneliti tentang film pak, saya bingung mencari perbedaan pada hasilnya pak

      Delete
    2. Coba soroti dari judul terdahulu, yakni objek formal (teori), objek material (aspek yang dibahas), metode, pembatasan, keterbatasan, simpulan, dan rekomendasi. Pasti kita bisa menemukan perbedaannya.

      Semangat yaa

      Delete
  5. Boleh yaa
    Paling penting ada perbedaan walaupun perbedaan yang tipis
    Diupayakan judul tidak boleh sama dan untuk membedakannya silakan googling kata sinonim. Misalnya, Pengaruh = Perbawa, dll.
    Semoga membantu....

    ReplyDelete
  6. Izin bertanya Pak, apabila perbedaan penilitiannya hanya dari periode nya saja bagaimana pak? Misalnya, saya meneliti dg variabel yg sama & pada perusahaan yg sama dg peneliti sebelumnya tapi periode penelitian saya lebih panjang. Jika peneliti sebelumnya hanya jangka waktu 5 tahun, penelitian saya 15 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap ini berbeda dari sebelumnya dan data menjadi bertambah terlebih bila variabel x ditambah ya

      Delete
  7. Assalamualaikum pak saya hendak bertanya. Bagaimana caranya mengetahui dari judul jenis penelitian kita kualitatif atau kuantitatif ya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dilihat dari tujuan ya, jika tujuannya mengukur maka kuantitatif, bila tujuannya melakukan eksplorasi/deskripsi maka kualitatif

      Delete
  8. Assalamualaikum pak
    Saya ingin bertanya. Bagaimana cara mengetahui dari judul kita jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif ya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik ya
      Dilihat dari tujuan penelitian. Jika tujuan penelitian hendak melakukan eksplorasi / deskripsi, maka cukup pendekatan kualitatif. Jika tujuan penelitian hendak melakukan pengukuran, maka gunakan pendekatan kuantitatif.
      Semoga membantu...

      Delete
  9. Izin bertanya pak,
    bagaimana jika penelitian kita hanya berbeda pada tempat penelitian saja pak? judul serta metode sama, hanya saja ditempat saya belum ada meneliti topik tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa ya karena di tempat tertentu bisa berbeda realitasnya dengan di tempat yang lain

      Delete
  10. Pak, biasanya dosen nanya, apa yang membedakan tesismu dengan tesis orang lain yang terdahulu ?
    Apa pak jawabnya, bingung pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bedanya bisa dari sisi masa waktu atau metode yang digunakan. Bisa juga untuk melanjutkan atau untuk melakukan sintesis.

      Semoga bermanfaat

      Delete
  11. Bapak sya melakukan penelitian , judul metode serta tujuan sama dengan teman saya dan isi juga hampir sama namun SPOK penulisan dan tempat penelitian saja yg berbeda, bagaimana ya pak. Apakah nanti saat sidang proposal akan banyak revisi apalagi pengujinya sama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal seperti ini sering ditemukan dan lolos. Tapi ada baiknya untuk hal ini sebaiknya konsultasi dengan program studi ya

      Terimakasih

      Delete
  12. pak saya mau bertanya, apabila topik penelitian, pembahasan, tujuan, metode yang digunakan sama dengan penelitian sebelumnya, yang membedakan nya hanya lokasi. apakah boleh pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa orang lolos sampai sarjana dengan kasus seperti itu. Tapi untuk hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan program studi. Karena hal ini akan bergantung kebijakan program studi ya

      Terimaksih
      Tetap semangat

      Delete
  13. Izin bertanya pak penelitian terdahulu harus sama dengan variabel Y iya pak? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contoh:
      Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan terdahulu yaitu sama-sama menggunakan variable bebas bauran

      Delete
  14. permisi bapak, saya ingin bertanya. jika penelitian saya judulnya sama persis dengan penelitian terdahulu itu gimana ya pak. sekarang saya jadi bingung apa yang harus saya lakukan agar penelitian saya berbeda dengan penelitian yang sebelumnya. apakah bisa jika hanya beda tempat saja? karena penelitan saya ini menjelaskan tentang persepsi wajib pajak pribadi pak. terima kasih pak/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dibuat matrik persamaan dan perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu. Dari matrik itu pasti terlihat meskipun janya perbedaan tempat, waktu, dan bisa jadi metode berbeda

      Delete
  15. Bapak mohon izin untuk bertanya jika penelitian berbeda dari metode nya itu apakah bisa pak? Misalnya saya pake metode analisis jalur sedangkan penelitian terdahulu menggunakan regresi. Terimakasih pak

    ReplyDelete
  16. Pak izin bertanya kalau kita harus mencari perbandingan di penelitian terdahulu dibagian mapel atau solusi yang tidak boleh sama dengan penelitian terdahulu, tapi apa yang kita solusikan ditemukan sama dengan penelitian terdahulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perbandingan dengan penelitian terdahulu itu nanti untuk novelty (kebaruan). Jika terdapat perbedaan yang signifikan, maka di situ peluang kebaruan. Namun, kalau riset sosial hampir tidak ada yang benar-benar baru (berbeda), karena riset sosial pasti saling terkait satu dengan lainnya.

      Delete
  17. Permisi pak ijin bertanya. Misal judul saya dengan pendahulu itu berbeda tetapi ternyata apa yg akan dibahas itu sama persis, punya saya membahas tentang ketahanan luntur pewarna alami dan punya pedahulu juga sama. Bedanya punya saya hanya bagian peralatannya saja saat menguji. Bagaimana ya pak, saya bingung apa itu bisa dikatan sama atau tidak? Atau saya harus cari bagian yg berbeda lagi agar tidak sama persis dengan penelitian pendahulu? Terima kasih pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lanjutkan ya tidak ada masalah, hal paling utama ada pembeda termasuk peralatan yang digunakan.

      Tetap semangat

      Delete
  18. Pak saya cari penelitian terdahulu kok tidak ada yang mirip/sama bagaimana pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti ada yang selaras, kemiripan, atau terkait ya
      Penelitian terdahulu berperan juga untuk diskusi nanti dibagian pembahasan

      Delete
  19. Malam Pak, izin bertanya dan jika berkenan mohon dijawab. Saya sudah sampai pada tahap Sidang skripsi tapi kata Dosen Penguji hasil penelitian saya jauh dari ekspektasi judul yang saya teliti dikarenakan judul penelitian saya sebenernya titipan dari dosen pembimbing. Bagaimana pak, apakah ada saran dari Bapak? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah
      Direvisi saja sesuai masukan penguji tanpa sidang lagi ya
      Semoga lancar

      Delete
  20. Pak saya izin bertanya, apabila penelitian saya sama seperti penelitian yang sebelumnya mulai dari lokasi dan juga periode itu bagaimana ya pak? Apakan akan ditolak oleh dosen? Terima kasih pak

    ReplyDelete
  21. izin bertanya pak, apabila penelitian terdahulu pada bab 1 bukan dari karya ilmiah jurnal melainkan dari skripsi apakah boleh ?

    ReplyDelete
  22. Assalamu'alaikum pak, saya Ratna saniah semester 6 jurusan matematika UIN raden intan lampung, saya besok akan melakukan konsul judul. Ijin bertanya pak apakah judul saya yaitu " Pengaruh model pembelajaran brain based learning dan self efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis" Sudah termasuk penelitian dengan analisis ancova belum pak. Mohon penjelasan nya pak πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah bagus ya
      Sudah dapat diusulkan
      Baiknya kata pengaruh dihapus nanti ke penelitian komparatif dengan model lainnya.

      Delete
  23. Izin bertanya Pak, kalau misalnya judul penelitian kita sama dengan yang terdahulu, baik tempat, judul, metode, namun hanya berbeda sampel, misal penelitian sebelumnya tahun 2021 pada angkatan 2017, saya yang angkatan 2018. Apakah bisa Pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sah, boleh ya... karena sample berbeda
      Tetap semangat

      Delete
  24. Pak izin bertanya apabila ditanya apa perbedaan penelitian mu dengan penelitian terdahulu sedangkan penelitian yang saya teiitu cmn beda tempat lokasi nya saja apakah itu bisa pak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya beda tempat saja bisa ya kemudian cari lagi apa saja aspek yang menjadi pembeda. Sisi perbedaan ini nanti di akhir pembahasan untuk menunjukan originalitas dan kebaruan.
      Tetap semangat dan sukses.

      Delete
  25. Selamat Siang pak..
    Mohon izin bertanya, judul skripsi saya " Determinan terhadap harga saham pada emiten sektor makanan dan minuman yg terdaftardi BEI periode 2016-2020". Perbedaan dari skripsi saya dgn penelitian terdahulu yaitu dari variabel dan periodenya boleh tidak ya jika seperti itu?

    ReplyDelete
  26. Bersyukur sekali sy ketemu pencerahan dr bapak ini , setelah membaca komen komen dr mahasiswa juga ternyta kasus ny sama seperti saya . Terima kasih bapak , penjelasan dari bapak sangat mudah di pahami πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ seht selalu bapak

    ReplyDelete
  27. assalamualaikum pak, saya mau tanya. Judul skripsi saya itu mirip dengan skripsi kating saya yang sudah lulus tetapi yang membedakan tinjauannya dan tempatnya saja gimana ya pak? Objek dan rumusan masalahnya juga sama pakπŸ™. Gimana ya pak apa boleh? Saya disini sudah di tahap menyusun skripsi. Saya mau nerusin tetapi saya ragu dan takut kalo dikira sama/mirip pak. Sekian terimakasih pakπŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lanjutkan dan lebih kuatkan lagi aspek yang berbedanya yaa, yaitu tinjauannya tadi. Lancar dan sukses.

      Delete
    2. Mohon maaf pak Agak rancu pertanyaan saya tadiπŸ™, yg membedakan itu tinjauan dan tempatnya saja pak. Sedangkan yang sama rumusan masalah dan objeknya. Bisa ya pak?

      Delete
    3. Iya lanjutkan, kan itu berbeda tinjauannya. Nah, jadi kuatkan di tinjauannya itu ya

      Delete
  28. Assalamualaikum pak mau bertanya pak. Bagaimana jika variabel belum ada penelitianya pak dan bagaimana cara mnemukan teory nya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik, tidak semua penelitian harus dilandasi teori. Karena ada penelitian justru untuk menghasilkan teori baru, bukan menguji teori lama. Namun demikian, apa pun pasti kita berpijak di atas pundak raksasa para pendahulu kita. Oleh karena itu, sebuah teori bisa dirancang dengan menggabungkan teori-teori yang telah ada yang mendukung atau menjadi landasan. Rancangan ini berupa aspek-aspek yang menjadi karakteristik dari sebuah variabel dan dimensi-dimensi dari aspek-aspek tersebut untuk menyiapkan instrument penelitian dan sekaligus nanti menguji instrument tersebut. Semoga membantu dan selalu sukses ya

      Delete
  29. mohon izin bertanya bapak. terdapat kesamaan pada penelitian saya dengan penelitian terdahulu yaitu pada metode dan media yang dikembangkan. namun ada perbedaan pada model pengembangan. model pengembangan penelitian terdahulu menggunakan ADDIE dan pada penelitian saya menggunakan model 4-D. lalu tujuan dari penelitian terdahulu penguatan berpikir kritis siswa sedangkan pada penelitian saya hasil belajar siswa. lokasi yang digunakan juga berbeda. Bagaimana ya pak? karena saya bingung, artikel sudah mendekati selesai tapi ada revisi pada pembeda penelitian terdahulu dan penelitian saya. mohon pencerahannya bapak. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah yang disebutkan di atas itu adalah pembeda yang sangat signifikan. Sudah tepat ya.

      Selamat

      Delete
  30. halo pak, saya izin bertanya. apakah penelitian terdahulu itu judul nya harus sama dengan judul yang akan kita teliti? contoh: saya ingin meneliti tentang strategi tutor dalam menumbuhkat tingkat percaya diri warga belajar melalui pelatihan public speaking, apakah penelitian terdahulu harus sama persis dengan judul saya pak? terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah fungsi penelitian terdahulu itu untuk menegaskan posisi kita apakah akan menolak atau akan mengembangkan. Ideal bila kita hendak menyajikan hal baru dibanding hasil penelitian terdahulu. Jadi tidak persis sama ya.

      Semangat

      Delete
  31. Pak mau tanya,kalau judul memuat 3 variabel apakah boleh jika penelitian terdahulunya cuma 2 variabel pak,? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus berarti lebih kompleks kalau tiga variabel. Hanya biasanya untuk disertasi kalau sampai tiga variabel.

      Semangat ya

      Delete
  32. pak, saya mau bertanya terkait kajian terdahulu apakah mesti ada dari jurusan sendiri meskipun cuma 1 atau bebas dari jurusan mana saja. dan yg kedua jika judul skripsi, teori, dan metode penelitian skripsi saya sama dengan penelitian terdahulu cuma yg membedakan cabang dr lembaganya saja apakah bisa dilanjutkan? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ideal bila peneliti melakukan kritik atau mengkritisi hasil penelitian terdahulu. Sehingga peneliti dapat menawarkan gagasan lain atau gagasan baru dari yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut pedoman di salah satu pendidikan tinggi cukup satu penelitian terdahulu untuk penelitian skripsi. Minimal ada pembeda antara hasil penelitian terdahulu dan hasil penelitian sekarang.

      Tetap semangat ya

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH