Kiat Tembus Jurnal Bereputasi Global

 



 
Materi ini disampaikan pada agenda webinar “Kiat Sukses Publikasi Artikel Tembus Jurnal Bereputasi.” Agenda ini diselenggarakan oleh LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, 22 April 2021.
 
Kiat-kiat disajikan menurut pointer tidak sistematis. Beberapa kiat di bawah ini:
 
1. Celah Penelitian
Cari celah penelitian. Caranya buat daftar pertanyaan. Jika pertanyaan belum dijawab secara memuaskan, di situ mungkin terdapat celah penelitian.
 
2. Scope Keilmuan
Cari jurnal menurut scope keilmuan. Artikel ditolak biasanya karena tidak sesuai dengan scope bidang keilmuan yang diminta oleh jurnal.
 
3. Sesuai Template
Redaktur hanya menerima artikel yang sesuai template untuk diteruskan ke reviewer. Jika tidak sesuai template meskipun konten menarik, maka redaktur jurnal pasti menolak artikel.
 
4. Riset Empiris
Jurnal reputasi global lebih memilih riset empiris tak terkecuali artikel konseptual. Jika riset dibagi dua yakni pemikiran dan observasi, maka jurnal bereputasi memilih kasus (fakta empiris) dari riset pemikiran yang bisa dibedakan dengan eksperimen dalam observasi.
 
5, Statistik Lanjutan
Meskipun jurnal social science bidang sosiologi, namun pengukuran objektif sangat diharapkan. Bahkan, ada jurnal dengan tegas harus menerapkan statistik lanjutan.
 
6. Hindari Bias
Tidak berlaku generalisasi dari sampel dengan populasi terbatas terlebih dari kasus-kasus spesifik yang pasti terjadi bias.
 
7. Ambil Topik Spesifik
Jurnal-jurnal reputasi global memilih tema-tema spesifik tetapi memiliki implikasi luas. Bukan sebaliknya, topik umum tetapi tidak mendalam dan tajam.
 
8. Implikasi Penelitian
Jurnal selalu minta implikasi penelitian yang sekaligus menunjukan signifikansi bagi kelanjutan dan pengembangan tetapi bukan spekulasi melainkan cukup membuka pintu masuk bagi riset dari bidang lain.
 
9. Tuntaskan Pendahuluan
Menulis pendahuluan merupakan bagian tersulit. Penelaah akan melanjutkan tinjauan ke bagian hasil (results) dan pembahasan (discussions) bila pendahuluan tuntas. Sebaliknya, penelaah pasti mengabaikan hasil dan pembahasan bila pendahuluan kurang meyakinkan.
 
10. Konsumsi Global
Pembaca jurnal bereputasi merupakan publik global. Sebuah temuan dari wilayah yang paling terpelosok akan diminati menjadi konsumsi global ketika melibatkan teori-teori terkini.
 
11. Dialog dengan Realitas
Dialog dengan tinjauan pustaka (literature review) saja di bagian pembahasan (discussions) belum cukup untuk memberikan kontribusi yang tak terduga tetapi perlu dilakukan dialog dengan realitas walaupun artikel tidak langsung berperan bagi penyelesaian masalah.
 
12. Penggunaan Bahasa
Hasil riset itu untuk hari ini dan yang akan datang. Ini masalah bahasa. Juga paragraf deduktif lebih lazim digunakan. Gunakan jasa pengalih bahasa profesional.
 
13. Konferensi Jalan Keluar
Jika belum tembus ke jurnal reguler, ambil jalan konferensi untuk publikasi prosiding indeks reputasi global. Bidik pula jurnal special issue.
 
14. Jangan Menyerah!
Pengalaman artikel ditolak tetap berharga. Jangan menyerah! Terus riset, libatkan mahasiswa, meskipun penelitian mini (mini research).  

 
 
Bandung, 22 April 2021
Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung
 
   
 
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

60 Ranking Perguruan Tinggi Di Indonesia