Belum Punya Judul Proposal Skripsi? Ngak Usah Bingung! Yuk Kita Berbagi!

 


Hai teman-teman…
Saya senang kalau bisa bantu temukan topik untuk proposal Skripsi.
 
Skripsi pada umumnya tidak dituntut adanya sintesis atau penemuan baru, kecuali untuk jenjang magister.
 
Sintesis adalah A + B = C
 
Topik dan metode ditentukan oleh Mahasiswa sendiri sesuai minatnya, tetapi kajian harus sesuai dengan lingkup program studi.
 
Mahasiswa S1 pada umumnya cukup melakukan deskripsi. Dalam pengertian lain cukup mendeskripsikan sesuatu. Menurut KBBI “Deskripsi” adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci; uraian.
 
Deskripsi berarti tidak sampai analisis.
 
Menurut KBBI “Analisis” adalah: 1) penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya); 2) penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan; 3) penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dan sebagainya; 4) penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; dan 5) pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.
 
Sebut saja, Skripsi pada umumnya tidak dituntut analisis mendalam.
 
Namun demikian, pedoman penulisan proposal Skripsi selalu menuntut adanya masalah. Hingga muncul rumusan masalah. Bahkan, permasalahan utama.
 
Contoh rumusan masalah:
Bagaimana pemeliharaan tanah mati menurut Teks Suci?
 
Contoh permasalahan utama:
Terdapat pemeliharaan tanah mati menurut Teks Suci.
 
Topik Penelitian:
Pemeliharaan Tanah Mati Menurut Teks Suci
 
Latar Belakang Penelitian
Terdapat tanah mati di hamparan bumi. Hal ini terjadi karena tanah terus-menerus terpapar pupuk kimia, sehingga tidak mempunyai daya dukung lagi terhadap produktivitas tanaman (Suwahyono, 2017)Tanah menjadi mati karena kelelahan dan sakit (Kartini & Budaraga, 2020). Umat beriman sejatinya mampu “menyembuhkan” tanah mati. Sebab, bukan hanya tanah hijau yang Allah suburkan, namun tanah yang mati (Lubis, 2017). Bagaimana menghidupkan tanah mati dijelaskan oleh Teks Suci (Fitria, 2017).
 
Daftar Pustaka

Fitria, I. (2017). Konsep Mnghidupkan Tanah Mati menurut Imam Abu Hanifah beserta Relevansinnya dengan Undang-undang Pokok Agraria (UU No. 5 Tahun 1960). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Kartini, N. L., & Budaraga, I. K. (2020). Pertanian Organik Penyelamat Kehidupan. Deepublish.

Lubis, R. F. (2017). Wawasan Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis tentang Produksi. Al-Intaj: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 3(1).

Suwahyono, U. (2017). Panduan Penggunaan Pupuk Organik. Penebar Swadaya.

 

 

Nah, teman-teman…
Hal di atas adalah contoh menentukan topik penelitian.
Yuk kita diskusi dengan cara enter your comment di bawah ya!

Comments

  1. Terima kasih pak
    Bermanfaat sekali 🙏🏻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga membantu kalau masih ada kendala kita diskusi ya

      Delete
  2. terima kasih banyak pak, izin bertanya. saya merasa susah menentukan isu apa yang harus saya ajukan dalam proposal penelitian saya sebab sepertinya saya merasa bahwa isu-isu yang ada itu sudah banyak sekali dikaji oleh para mahaiswa-mahasiswi seindonesia pak, kira2 menurut bapak ada tidak isu tekini yang dapat saya angkat kedalam proposal penelitian saya terima kasih pak, saya mahaiswa ilmu hadits uin suska riau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik Boy Niro Setiawan
      Suatu penelitian tidak harus selalu isu baru. Subyek lama juga tidak masalah, tetapi dikaji dengan pendekatan baru.

      Misalnya, Etika Bicara di Media Sosial pada Era Internet Perspektif Hadis

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH