Meneliti Itu Asyik

 



Meneliti itu asyik. Karena kita jadi tahu. Tahu subjek yang diteliti. Sedangkan kodrat manusia selalu ingin tahu. Orang menjadi tercerahkan dengan meneliti. 

Tapi tidak perlu tahu segalanya. Cukup tahu bidang yang diminati saja. Karena itu, ada jurusan-jurusan di pendidikan tinggi. Jurusan ini agar orang/peminat tekun di bidang yang digelutinya.
 
Ada beberapa jalan agar penelitian menjadi asyik. Pertama, punya latar belakang penelitian. Dimulai dari latar belakang fenomenologis dan latar belangkan teoritis yang dipadukan hingga penelitian dirasa penting. Kedua, ada rumusan masalah berupa satu pertanyaan utama tunggal. Boleh juga diurai menjadi beberapa pertanyaan yang saling terkait. Ketiga, ada tujuan utama yaitu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Keempat, ada manfaat hasil penelitian, baik teoritis maupun praktis. Kelima, ada kerangka berpikir yang menjadi alur logis secara garis besar berjalannya penelitian. Keenam, ada permasalahan utama penelitian. Atau hipotesis untuk penelitian kuantitatif. Berupa jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Ketujuh, ada hasil penelitian terdahulu. Apakah menolak ataukah mendukung dan apakah sintesis. Kedelapan, ada tinjaun pustaka sebagai landasan teoritis yang akan digunakan untuk pisau analisis nanti di bagian pembahasan.
 
Kesembilan, ada metodologi penelitian. Metodologi ini berperan sebagai skenario dalam pelaksanaan penelitian. Skenario meliputi pendekatan, metode, jenis data, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Serta tempat dan waktu bila penelitian lapangan.
 
Kesepuluh, ada hasil penelitian. Hasil di sini adalah jawaban atas pertanyaan penelitian sesuai metode penelitian yang digunakan oleh peneliti.
 
Aada uji hipotesis bila penelitian kuantitatif.
 
Kesebelas, ada pembahasan (discussion). Bagian ini merupakan diskusi antara hasil penelitian [jawaban pertanyaan penelitian] dengan tinjauan pustaka [yang dicantumkan di bagian pendahuluan]. Dengan kata lain, hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teori yang dijadikan landasan di bagian tinjauan pustaka.
 
Keduabelas, penawaran gagasan. Ini bisa disebut juga implikasi penelitian. Yaitu diskusi antara hasil analisis [temuan] dengan realitas.
 
Ketigabelas, kebaruan dan orisinalitas. Yaitu temuan dan implikasi berbeda secara signifikan dengan hasil penelitian terdahulu.
 
Keempatbelas, simpulan berupa hasil akhir, manfaat bagi pengguna hasil penelitian, keterbatasan, dan rekomendasi.
 
Kelimabelas, judul penelitian. Biasanya judul menggambarkan solusi, problem, area bidang studi, dan metode.
 
Nah, dengan begitu yakin meneliti menjadi asyik.
 
 
Bandung, 15 November 2021
Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH