Memilih Judul

 
 


Judul merangkum gagasan utama atau gagasan penelitian. Judul yang baik berisi kata-kata sesedikit mungkin yang diperlukan untuk menggambarkan secara memadai isi dan/atau tujuan makalah penelitian.
 
Pentingnya Memilih Judul yang Baik
Judul adalah bagian dari sebuah makalah yang paling banyak dibaca, dan biasanya dibaca terlebih dahulu. Oleh karena itu, elemen terpenting yang mendefinisikan studi penelitian. Dengan mengingat hal ini, hindari hal berikut saat membuat judul:
  1. Jika judul terlalu panjang, ini biasanya menunjukkan ada terlalu banyak kata yang tidak perlu. Hindari bahasa, seperti, "A Study to Investigate the...," atau "An Examination of the...." Frasa ini jelas dan umumnya berlebihan kecuali jika diperlukan untuk menyampaikan ruang lingkup, maksud, atau jenis suatu belajar.
  2. Di sisi lain, judul yang terlalu pendek sering menggunakan kata-kata yang terlalu luas dan, dengan demikian, tidak memberi tahu pembaca apa yang sedang dipelajari. Misalnya, makalah dengan judul "Politik Afrika" sangat tidak spesifik sehingga judulnya bisa jadi judul buku dan begitu ambigu sehingga bisa merujuk pada apa pun yang terkait dengan politik di Afrika. Judul yang baik harus memberikan informasi tentang fokus dan/atau ruang lingkup studi penelitian.
  3. Dalam penulisan akademis, frasa yang menarik atau bahasa yang tidak spesifik dapat digunakan, tetapi hanya jika itu dalam konteks penelitian [misalnya, " Fair and Impartial Jury--Catch as Catch Can"]. Namun, dalam banyak kasus, kita harus menghindari memasukkan kata atau frasa yang tidak membantu pembaca memahami tujuan makalah.
  4. Penulisan akademis adalah usaha yang serius dan disengaja. Hindari menggunakan gaya kalimat jurnalistik yang lucu saat membuat judul makalah. Judul jurnalistik sering menggunakan kata sifat emosional [misalnya, luar biasa, mudah] untuk menyoroti masalah yang dialami pembaca atau menggunakan "kata pemicu" atau kata tanya seperti bagaimana, apa, kapan, atau mengapa untuk membujuk orang membaca artikel atau mengklik pada sebuah tautan. Pendekatan-pendekatan ini dipandang sebagai kontra-produktif dalam penulisan akademis. Seorang pembaca tidak memerlukan judul yang lucu untuk menarik perhatian mereka karena tindakan membaca dianggap disengaja berdasarkan keinginan untuk belajar dan meningkatkan pemahaman tentang masalah penelitian. Selain itu, judul yang lucu hanya dapat mengurangi keseriusan dan otoritas penelitian.
  5. Tidak seperti di tempat lain dalam makalah penelitian ilmu sosial tingkat perguruan tinggi [kecuali jika menggunakan kutipan langsung dalam teks], judul tidak harus mematuhi standar tata bahasa atau gaya yang kaku. Sebagai contoh, mungkin tepat untuk memulai sebuah judul dengan konjungsi koordinatif [yaitu, dan, tetapi, atau, atau, untuk, jadi, namun] jika masuk akal untuk melakukannya dan tidak mengurangi tujuan penelitian [ misalnya, " Yet Another Look at Mutual Fund Tournaments"] atau memulai judul dengan bentuk infleksi dari kata kerja seperti yang berakhiran -ing [misalnya, " Assessing the Political Landscape: Structure, Cognition, and Power in Organizations"].
Parameter berikut dapat digunakan untuk membantu merumuskan judul makalah penelitian yang sesuai:
  1. Tujuan penelitian
  2. Ruang lingkup penelitian
  3. Nada naratif makalah [biasanya ditentukan oleh jenis penelitian]
  4. Metode yang digunakan untuk mempelajari masalah
Tujuan awal dari sebuah judul adalah untuk menarik perhatian pembaca dan untuk menyoroti masalah penelitian yang sedang diselidiki.
 
Buat Judul Kerja
Biasanya, judul akhir yang diserahkan kepada profesor dibuat setelah penelitian selesai sehingga judul tersebut secara akurat menangkap apa yang telah dilakukan. Judul kerja harus dikembangkan di awal proses penelitian karena dapat membantu mengaitkan fokus penelitian dengan cara yang sama seperti masalah penelitian. Merujuk kembali ke judul kerja dapat membantu peneliti mengorientasikan kembali dirinya kembali ke tujuan utama penelitian jika peneliti mendapati dirinya tersesat saat menulis.
 
Judul Terakhir
Judul yang efektif dalam makalah penelitian akademik memiliki beberapa karakteristik yang mencerminkan prinsip-prinsip umum.
  1. Tunjukkan secara akurat subjek dan ruang lingkup penelitian,
  2. Jarang menggunakan singkatan atau akronim kecuali sudah diketahui secara umum,
  3. Gunakan kata-kata yang menimbulkan kesan positif dan merangsang minat pembaca,
  4. Gunakan nomenklatur saat ini dari bidang studi,
  5. Identifikasi variabel kunci, baik dependen maupun independen,
  6. Mengungkapkan bagaimana pekerjaan akan diatur,
  7. Menyarankan hubungan antara variabel yang mendukung hipotesis utama,
  8. Terbatas pada 5 sampai 15 kata substantif,
  9. Tidak termasuk frase yang berlebihan, seperti, "A Study of," "An Analysis of" atau konstruksi serupa,
  10. Berbentuk pertanyaan atau pernyataan deklaratif,
  11. Jika peneliti menggunakan kutipan sebagai bagian dari judul, sumber kutipan dikutip [biasanya menggunakan tanda bintang dan catatan kaki],
  12. Gunakan tata bahasa dan kapitalisasi yang benar dengan semua kata pertama dan kata terakhir dikapitalisasi, termasuk kata pertama subjudul. Semua kata benda, kata ganti, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan yang muncul di antara kata pertama dan terakhir dari judul juga menggunakan huruf kapital, dan
  13. Jarang menggunakan tanda seru di akhir judul.
 
Subtitle
Sub judul sering digunakan dalam makalah penelitian ilmu sosial. Contoh mengapa peneliti mungkin menyertakan subtitel:
  1. Menjelaskan atau memberikan konteks tambahan, misalnya, " Linguistic Ethnography and the Study of Welfare Institutions as a Flow of Social Practices: The Case of Residential Child Care Institutions as Paradoxical Institutions." [Palomares, Manuel and David Poveda. Text & Talk: An Interdisciplinary Journal of Language, Discourse and Communication Studies 30 (January 2010): 193-212].
  2. Menambahkan substansi pada judul atau kutipan sastra, provokatif, atau imajinatif, misalnya, "Listen to What I Say, Not How I Vote": Congressional Support for the President in Washington and at Home." [Grose, Christian R. and Keesha M. Middlemass. Social Science Quarterly 91 (March 2010): 143-167].
  3. Memenuhi syarat cakupan geografis penelitian, misalnya, " The Geopolitics of the Eastern Border of the European Union: The Case of Romania-Moldova-Ukraine." [Marcu, Silvia. Geopolitics 14 (August 2009): 409-432].
  4. Memenuhi syarat ruang lingkup penelitian, misalnya, " A Comparison of the Progressive Era and the Depression Years: Societal Influences on Predictions of the Future of the Library, 1895-1940." [Grossman, Hal B. Libraries & the Cultural Record 46 (2011): 102-128].
  5. Berfokus pada penyelidikan ide-ide, teori, atau karya individu tertentu, misalnya, " A Deliberative Conception of Politics: How Francesco Saverio Merlino Related Anarchy and Democracy." [La Torre, Massimo. Sociologia del Diritto 28 (January 2001): 75 - 98].
  6. Mengidentifikasi metodologi yang digunakan, misal. "Student Activism of the 1960s Revisited: A Multivariate Analysis Research Note." [Aron, William S. Social Forces 52 (March 1974): 408-414].
  7. Mendefinisikan teknik menyeluruh untuk menganalisis masalah penelitian, misalnya, " Explaining Territorial Change in Federal Democracies: A Comparative Historical Institutionalist Approach." [Tillin, Louise. Political Studies 63 (August 2015): 626-641].
 
Baca juga Cara Membuat Outline (Garis Besar)

 
Diambil dari Panduan Penelitian University of Southern California untuk bahan kajian Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
Bandung, 06 Maret 2022
Wahyudin Darmalaksana

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH