IAIN KENDARI PECAHKAN REKOR TERCEPAT TUNTAS PENULISAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA

 



Mahasiswa tengah didorong untuk melakukan penguatan skills dalam penulisan akademik. Sebab, penulisan akademik merupakan ruh utama mercusuar pendidikan tinggi.

Sebagai bentuk komitmen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari untuk penguatan skills akademik mahasiswa maka digelar acara bertajuk Seminar Nasional dan Pemdampingan Kelas Menulis.

Acara tersebut bertujuan untuk membentuk Kelas Menulis, pelatihan penulisan artikel ilmiah, dan upaya publikasi artikel mahasiswa di jurnal ilmiah. 

Dr. Nurdin, M.Pd., Dekan FUAD IAIN Kendari membuka agenda kegiatan. "Mahasiswa perlu mendapat pembekalan dan pendampingan penguatan skills penulisan akademik agar mereka mampu melakukan publikasi artikel di jurnal ilmiah. Bahkan, mahasiswa tidak perlu menulis skripsi lagi bila artikelnya tembus di jurnal terakreditasi nasional Sinta 2," ungkap Dekan saat membuka acara, Sabtu, 02 Juli 2022 Pukul 08.30 WITA.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., pegiat Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung tampil sebagai narasumber. "Kelas Menulis diharapkan tumbuh menjadi writing center untuk komunikasi mahasiswa dalam peningkatan skills penulisan akademik serta akselerasi publikasi ilmiah," tuturnya dalam kapasitas sebagai Ketua Bidang Kerjasama Penelitian dan Publikasi (KPP) Forum Dekan Ushuluddin  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Indonesia.


Agenda penulisan artikel dilaksanakan dengan pola Writing Sprints. Peserta diberi modul berupa tahapan latihan mulai Tahap 1 sampai Tahap 11 melalui review dan feedback. Pelatihan dimulai pukul 10.00 WITA. Hingga pukul 15.00 WITA sebanyak 3 (tiga) orang mahasiswa tuntas penulisan artikel. Mereka adalah Akmal Alna, M. Rezky Alsyah Ananta A, dan Azizah Jurmriani Narsum. Ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) FUAD IAIN Kendari.

Yudi sapaan akrab Wahyudin Darmalaksana merasa takjub dan terpesona. "Luar biasa pantastis mahasiswa bisa tuntas menulis artikel hanya dalam waktu 5 jam efektif. Sebab, mahasiswa peserta latihan sepanjang 2020-2022 paling cepat butuh waktu 3 hari dalam praktik penulisan artikel sesuai modul," ungkap Yudi.

Selanjutnya, artikel akan dibawa ke tahap RE-SEE yaitu peninjauan kembali area mana yang harus dipotong, ditambah, dan ditata ulang dengan melibatkan ahli bidang ilmu dari dosen. Setelah tahap RE-SEE, artikel akan dipresentasikan di event konferensi, dan terakhir publikasi di jurnal ilmiah.

Dr. H.M. Muh Ikhsan, M.Ag., Ketua Pelaksana juga Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan tampak mengawal acara sejak mulai hingga berakhir. Turut hadir pula jajaran Dekanat, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dan para Dosen. Di antaranya Siti Fauziah, M.Pd., Dra. Rahmawati, M.Pd., Dr. Fatira Wahidah, M.Ag., Syahrul Mubarak, M.Ag., Masyhuri Rifai, M.Ag., Irdawati Saputri, M.Ag., dan Ni'matuz Zuhra, M.Th.I.


Kegiatan di FUAD IAIN Kendari yang memiliki tagline "Mercusuar Umat" dinilai sukses besar dengan prestasi mahasiswa yang memuaskan. Agenda ini sekaligus juga menguji modul pelatihan dalam penulisan artikel ilmiah di lingkungan mahasiswa. Ternyata IAIN Kendari memecahkan rekor pelatihan penulisan artikel secara offline dengan menghasilkan 3 artikel ilmiah mahasiswa dalam waktu 5 jam efektif. "IAIN Kendari pecahkan Rekor," tutur Yudi Pegiat Kelas Menulis Nusantara KPP Forum Dekan PTKI Se-Indonesia.

Peserta sebanyak 65 mahasiswa sebagian besar dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Turut pula menjadi peserta dari program studi lain dan dari mahasiswa di luar IAIN Kendari. Agenda Kelas Menulis ini merupakan inisiatif Program Studi IAT FUAD IAIN Kendari.



Acara berlangsung di Aula Mini Gedung Perpustakaan IAIN Kendari, Jl. Sultan Qaimuddin No.17, Baruga, Kec. Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Berita dirilis oleh responden Sentra Publikasi Indonesia, Minggu, 03/07/2022 (Fikra).

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

CARA MENENTUKAN JUDUL PENELITIAN SKRIPSI

LATIHAN MENULIS PENDAHULUAN ARTIKEL ILMIAH

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN