-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Relaksasi

Monday, October 16, 2023 | 6:30:00 AM WIB Last Updated 2023-10-16T02:20:10Z

 



Aku sandarkan tubuh di punggung kursi. Jarum jam dinding menunjukkan pukul 20.45 WIB. Terasa lelah dan letih sekali hari ini setelah seharian aku jalani aktivitas kampus yang padat. Saat ini, aku ingin tunda dulu pikiran tadi siang.

Aku ulurkan tanganku tuk jangkau air mineral di meja belajar. Aku minum beberapa teguk. Itu melegakan dahaga seketika. Aku matikan layar monitor laptopku yang menyala sejak Isya untuk unduh sejumlah artikel jurnal ke folder Mendeley.

“Rin, kamu belum tidur?” telepon genggamku berdering dan terdengar suara Nadia di seberang sana yang sedang pulang ke kampung halamannya. “Belum, hampir mau tidur, Nad,” jawabku. Hari ini aku sendirian di kamar tanpa sesiapa pun. Kecuali bunyi binatang kecil terdengar lamat-lamat suaranya. Kadang bunyi itu hilang ditelan malam yang gelap.

Aku segera beranjak ke tempat tidurku. Sekilas terbayang ayah, ibu, kakak, dan adik di rumah. Timbul pula bayangan kakek dan nenek di kampung. Nenek yang kerap cerita dongeng sebelum aku tidur. Kakek yang suka gendong tubuh kecil aku dari ruang tengah depan televisi ke kamar tidur sedang mataku antara terpejam dan terjaga.

Kini aku belum bisa balas jasa orangtua. Belum mampu bahagiakan keluarga. Aku masih berjuang sekuat tenaga gapai cita-cita. Aku berjanji ke diriku sendiri untuk berhasil.

Sungguh bersama Nadia kadang terasa berisik karena tipenya yang suka bicara. Tapi jujur tidak ada dia terasa sunyi. “Nad, kamu tuh berisik. Tapi jujur sepi gak ada kamu,” kataku tadi di telepon. “Ih lebay kamu,” jawab Nadia. Tak lupa aku titip salam buat kedua orangtua Nadia.

Semoga aku bisa lewati malam dan bangun esok pagi dengan bugar; menari bersama mentari.

Sementara aku nikmati hening ini sambil pejamkan pelupuk mata seraya berdoa. “Ya Allah, aku sayang Engkau, sayangilah keluargaku, sayangi aku, dan hadirlah di hatiku. Bawa aku ke tempat jauh nan indah bersama para malaikat dari surga. Duhai Rabb, ampunilah segala dosaku, maafkan segala salahku, dan beri kemudahan segala urusanku” kataku dalam lubuk hati.

Buat aku, ini relaksasi. Sejenis cara tuk pastikan mental health aku tetap terpelihara.


Wahyudin Darmalaksana, Founder Kelas Menulis, Motivator pada Sentra Publikasi Indonesia.

×
Berita Terbaru Update