POHON ILMU USHULUDDIN




POHON ILMU USHULUDDIN







Istilah "Pohon Ilmu" hanya untuk memudahkan saja. Apabila diibaratkan pohon, maka ilmu terdiri atas akar, batang, dahan, ranting, daun, pucuk, dan buah.

Ilmu Ushuluddin pun pohon. Akar pohon ilmu Ushuluddin bisa saja bahasa. Batangnya aqidah dan filsafat, sedang dahannya ialah ilmu Al-Qur'an dan ilmu hadis. Adapun rantingnya yaitu pengembangan dari dahan. Daun dan pucuknya yakni tasawuf. Buahnya bisa aja dampak praktis dari pohon ilmu Ushuluddin.

Pohon ilmu akarnya mesti kuat agar tidak mudah tercerabut. Batangnya harus besar dan menjulang tinggi. Agar tidak roboh diterpa angin. Juga haruslah dahan-dahannya penuh cabang dan ranting, dedaunannya rimbun, pucuknya sampai menyentuh dan menyapu-nyapu langit ketika angin bertiup. Buahnya mestilah lezat, manis, dan surplus.

Pohon ilmu Ushuluddin mestilah menjadi tempat berteduh yang sejuk bagi para pejalan kaki karena rimbunnya dedaunan yang menghijau. Buahnya haruslah ranum untuk tak henti-hentinya dibagikan kepada khalayak. Oleh karena itu, pohon Ushuluddin harus dirawat, dipelihara, dan diperlakukan dengan baik.

Memelihara Pohon Ilmu
Ushuluddin merupakan fakultas yang terdiri atas berbagai jurusan. Fakultas Ushuluddin bersama jurusan-jurusan di lingkungannya berperan memelihara pohon ilmu Ushuluddin. 

Fakultas Ushuluddin harus menentukan dan memiliki referensi-referensi utama atau referensi-referensi induk yang dihimpun dari referensi-referensi utama masing-masing jurusan. Juga harus menentukan referensi-referensi pendukung serta referensi-referensi pengembangan. Dengan demikian, pohon ilmu Ushuluddin pasti terlihat ajeg, kuat, dan mapan.

Pohon ilmu Ushuluddin akan tampak tegas di masimg-masing jurusan yang ditampilkan dalam profil akademik jurusan. Beikut ini profil akademik jurusan-jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, klik di sini.

Roadmap Riset dan Pengabdian
Pohon ilmu Ushuluddin mesti tumbuh dan berkembang. Adapun pengembangannya dilaksanakan melalui riset ilmiah. Fakultas Ushuluddin wajib merumuskan roadmap riset ilmiah. Berupa peta jalan penelitian berikut topik-topik inti penelitian. Hal ini membicarakan tentang ke mana arah pengembangan ilmu Ushuluddin. Serta topik-topik apa saja yang hendak dikembangkan secara relevan.

Tentu harus relevan untuk bahan pembelajaran serta relevan untuk pengabdian, dan paling penting memiliki relevansi bagi pengguna atau penerima manfaat ilmu-ilmu Ushuluddin. 

Riset ilmu Ushuluddin meliputi keluasan dan kedalaman materi dasar dan materi terapan. Materi dasar berupa deskripsi, konseptualisasi, dan penemuan postulat baru. Materi terapan berupa research and development, pemanfaatan teknologi, produk, dan market.

Hasil riset, inovasi, dan pengembangan akan diakomodir ketika evalusi kurikulum untuk bahan pembelajaran dalam mencapai kompetensi inti. Hasil pembelajaran dengan metode-metode yang mutakhir dan efektif akan diaplikasikan ke dalam partisipasi masyarakat. 

Hal di atas mestilah ditopang SDM. Pemetaan SDM harus dilakukan berdasarkan kompetensi, keahlian, dan kepakaran. Berikut pengukuran produktivitas aktivitas dan pencapaian akademiknya. Berikut ini SDM pengampu ilmu-ilmu Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, klik disini.

Keluaran dan Pencapaian Ilmu
Aktivitas akademisi ilmu Ushuluddin akan menghasilkan keluaran dari pengajaran, penelitian, dan partisipasi masyarakat. Juga akan menghasilkan keluaran dalam bentuk karya-karya ilmiah. 

Karya-karya ilmiah akademisi ilmu Ushuluddin akan menguatkan pohon ilmu Ushuluddin. Pohon ilmu makin tumbuh dan berkembang. Karya-karya ilmiah hasil pencapaian akademisi ilmu Ushuluddin berperan sebagai pengayaan referensi-referensi pohon ilmu Ushuludin. Berbagai temuan dan pengembangan dijadikan materi perkulihanan dengan sasaran tercapainya kompetensi dasar.

Berikut ini capaian karya ilmiah para akademisi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, klik di sini.

Kurikulum dan Pembelajaran
Pohon ilmu Ushuluddin merupakan basis kurikulum Ushuluddin. Kurikulum harus menjamin tercapainya sasaran kompetensi inti. Kurikulum diturunkan ke dalam pembelajaran dalam bentuk penyajian matakuliah untuk terjaminnya sasaran kompetensi dasar.

Pohon ilmu Ushuluddin haruslah menjadi acuan pembelajaran, penelitian, partisipasi masyarakat. Pun pula penulisan karya ilmiah wajib merujuk referensi-referensi utama pohon ilmu Ushuluddin sebagai kerangka teoritis. Kerangka pemikiran harus mengacu kepada pohon ilmu. Makalah dan skripsi wajib mengutip karya-karya ilmiah akademisi ilmu Ushuluddin.

Kurikulum dan pembelajaran diarahkan untuk mengokohkan pohon ilmu Ushuluddin. Adapun pohon ilmu diarahkan untuk memastikan tercapainya kualifikasi kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan akademik lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.



Bandung, 02 Februari 2020
Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Comments

Popular posts from this blog

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN