Posts

Showing posts from October, 2019

USHULUDDIN MENUJU DIGITALISASI INFORMASI

Image
Digitalisasi informasi menjadi salah satu agenda utama di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Digitalisasi informasi adalah proses mengubah informasi dari analog menjadi digital sehingga lebih mudah diproduksi, disimpan, dikelola dan didistribusi. Agenda ini dikerjakan melalui kolaborasi internal yaitu dengan Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Program Studi ini mengutus tim pengembang website terdiri atas para pembimbing dan para mahasiswa pelaksana praktek lapangan. "Kerja tim dimulai dengan membuat desain", papar Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuludin didampingi Radea Juli A. Hambali, Wakil Dekan Bidang Akademik. Ahmad Gibson Albustomi ditunjuk sebagai ketua tim yang diwakili oleh Nurcholis. Tim ini terdiri atas akademisi informatika, mahasiswa praktek lapangan 5 orang, personil staf fakultas, dan stakeholders. Tahap awal kerja tim digitalisasi dimulai tanggal 1 November 2019 untuk me

CARA MEMAPARKAN ABSTRAK PENELITIAN SKRIPSI

Image
Sampaikan permasalahan akademik apakah problem teoritis atau problem praktis. Problem akademik biasanya ada di dalam celah sebuah tema yang spesifik dari suatu topik yang luas. Sebutkan tujuan penelitian misalnya penelitian ini bertujuan menjelaskan atau tujuan penelitian ini adalah eksplorasi sesuatu. Paparkan kerangka berpikir atau landasan teori biasanya berupa konsep-konsep utama yang saling terkait serta membentuk sebuah jalan atau peta pikiran penelitian skripsi. Sebutkan metodologi yang digunakan dalam pengambilan data berikut langkah-langkahnya dan apakah data kualitatif melalui studi literatur ataukah data kuantitatif melalui  studi lapangan serta utarakan pendekatan yang digunakan dalam analisis data. Analisis data berperan untuk pembahasan dan menarik sebuah kesimpulan. Paparkan apa saja hasil penelitian yang dapat mencakup lebih dari tiga temuan penelitian. Terakhir, tegaskan kesimpulan penelitian skripsi. Di sini, bukan kesimpulannya yang terpenting, melainkan bagaim

MANAJEMEN INFORMASI USHULUDDIN

Image
Saat ini era informasi. Teknologi informasi sangat berperan. Informasi silih berganti tiap detik. Dia hadir bertubi-tubi. Setiap orang bertalian dengan informasi dalam keseharian. Mengelola informasi menjadi penting untuk pengetahuan. Ketika disistematiskan maka pengetahuan tersebut menjadi praktis untuk acuan implementasi sesuat. Ini arti penting pengelolaan informasi menjadi pengetahuan praktis. Sebaliknya, informasi tidak memiliki signifikansi tanpa dikelola menjadi pengetahuan. Padahal, segala aktivitas manusia mengacu kepada atau didasarkan atas pengetahuan praktis. Pengetahuan selalu mengalami perkembangan. Karena itu, aktivitas manusia pun pasti berkembang. Tegaslah bahwa mengelola informasi menjadi pengetahuan praktis menjadi penting untuk dijadikan acuan implementasi dalam mengembangkan aktivitas keseharian. Pengelolaan informasi erat hubungannya dengan produksi informasi. Pengelolaan informasi bermakna pembentukan pengetahuan. Demikian halnya, produksi informasi bera

MUNAQOSYAH

Image
Kita menyebutnya “munaqosyah”. Di Perguruan Tinggi lain mungkin istilahnya adalah “Ujian Sidang Skripsi”. Apapun namanya istilah itu merujuk pada pengertian yang sama, yaitu pendadaran hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa yang dipresentasikan di fase terakhir perkuliahan mereka. Yes!!! Bagi kita yang pernah menjadi mahasiswa, kita bisa mengenang situasinya. Kita bisa membayangkan saat-saat “genting” ketika moment itu berlangsung. Dada yang tiba-tiba sesak atau berdebar, lidah berasa pahit karena minus air liur atau gejala ingin beser yang tiba-tiba menginterupsi konsentrasi ingatan tentang materi yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan dewan penguji. Di depan penguji, ingatan tentang materi yang kita “kumpulkan” semalaman bisa tiba-tiba hilang ambyar begitu saja. Menguap entah kemana. Lutut yang bergetar atau bibir yang seumpama terkunci tidak bisa menjawab padahal kita sebelumnya hafal alur dan materi dari skripsi yang kita buat itu. Tak jadi soal, apakah ia bikini

Seminar Presentasi Jurnal Wawasan

Image
Seminar Presentasi Jurnal Wawasan Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan presentasi konferensi internasional Jurnal Wawasan. Acara diselenggarakan oleh Subdit Publikasi Ilmiah Kementerian Agama RI di Serpong Tanggerang pada 25-26 Oktober 2019.

Workshop Hak Kekayaan Intelektual

Image
Workshop Hak Kekayaan Intelektual Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi narasumber Optimalisasi Pengelolaan HKI di UIN Sunan Ampel Surabaya pada 25 Oktober 2019

Strategi Penganggaran Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Image
Strategi Penganggaran Penelitian dan Publikasi Iimiah Bersama Prof. M. Ali Ramdhani menjadi narasumber pada 28 Oktober 2019 atas undangan LP2M IAIN Surakarta.

BORANG ASSESMENT PROGRAM STUDI: Literasi Pengetahuan Akreditasi

BORANG ASSESMENT PROGRAM STUDI: Literasi Pengetahuan Akreditasi Oleh: Wahyudin Darmalaksana I. VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI 1. Jelaskan justifikasi pembukaan program studi, mencakup aspek: a. urgensi penyelenggaraan (kebutuhan tenaga kerja nasional, regional, dan internasional); b. potensi dan kekuatan sumber daya program studi sarjana yang relevan; c. pengorganisasian penyelenggaraan Program Studi d. rekam jejak menyelenggarakan program studi sejenis 2. Kemanfaatan Program Studi Jelaskan manfaat program studi terhadap: 1) institusi: terkait dengan visi penyelenggara dan tertuang dalam renstra PT dengan lengkap; 2) masyarakat: diuraikan dengan jelas dan realistik didukung oleh data yang lengkap dan akurat; serta 3) bangsa: mencakup peningkatan daya saing bangsa di bidang Pendidikan di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional 3. Keunggulan Program Studi Jelaskan keunggulan Program Studi meliputi: 1) pengembangan keprofesian mencakup kajian keilmuan p

KONTRAK KINERJA DEKAN: Realisasi Target Melalui Distribusi Peran

Sasaran Strategis 1. Meningkatnya pemerataan akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 2. Meningkatnya kualitas layanan  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 3. Meningkatnya kualitas dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 4. Meningkatnya kualitas hasil penelitian/riset  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 5. Meningkatnya relevansi dan daya saing  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 6. Meningkatnya tata kelola kelembagaan dan otonomi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing sasaran strategis: I. Meningkatnya pemerataan akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 1. Jumlah mahasiswa baru yang diterima 2. Jumlah mahasiswa penerima BIDIKMISI 3. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa prestasi dan akademik 4. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa Tahfidz Qur'an 5. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa hasil kerjasama dengan lembaga/ dunia usaha II. Meningkatnya kualitas layanan  Pendidikan Tinggi Keag

Publikasi: Kuantitas dan Kualitas

Keduanya penting. Sebuah paper / artikel disebut berkualitas bila artikel tersebut diterima dan diterbitkan di jurnal berdampak tinggi. Editor jurnal akan mereview paper. Kegiatan ini dilaksanakan melalui peer reviewer (reviu sejawat). Editor jurnal akan mencari ahli bidang keilmuan untuk pelaksanaan peer reviewer. Usaha publikasi paper di jurnal bisa menempuh waktu 14 bulan sampai 24 bulan. Dimulai pengiriman manuskrip/naskah, review, revisi, review lagi, dan revisi lagi sampai diterima (accepted), dan diterbitkan (published). Itu role yang dilakunan jurnal berdampak tinggi. Dengan itu, kualitas paper terjamin. Di masa depan, akan ada kategori paper yang tidak perlu diterbitkan. Dan akan ada perampingan jurnal. Dunia akan bersepakat seperti itu, seiring dengan membludaknya peper riset. Lantas, bagaimana strategi diseminasi hasil riset? Tidak ada jalan lain kecuali produksi paper berkualitas. Yaitu, paper yang oleh editor jurnal berdampak tinggi masuk ke dalam rencana pub

Ushuluddin: Susun Agenda Percepatan Guru Besar

Image
Ushuluddin memiliki segudang agenda, termasuk percepatan Guru Besar. Fakultas di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini menyiapkan target Guru Besar. Agenda Meningkatkan Kualitas Beberapa Guru Besar Ushuluddin sudah pensiun. Hanya tiga orang yang masih aktif. Ini mendorong Ushuluddin untuk percepatan Guru Besar. "Jika program studi tidak memiliki Guru Besar, maka ibarat pesantren tanpa memiliki Kiyai", ujar Suwendi Kepala salah satu Sub Direktorat di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam beberapa kesempatan. Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di pendidikan tinggi. Institusi berkewajiban mendorong percepatan Guru Besar. Pencapaian jumlah Guru Besar menujukan kualitas pendidikan tinggi. Ushuluddin minimal menambah dua orang Guru Besar pada 2019-2023. Ini menjadi agenda prioritas dekan periode ini. Memetakan Potensi Dosen Ushuluddin bertugas mendata dosen untuk didorong studi lanjut. Yang masih S2 didorong untuk S3. Ya
Dunia ini sebagiannya diserahkan ke tangan kapital. Begitu kuatnya sistem cengkraman tangan kapital, berbagai aktivitas kehidupan tidak bisa melepaskan tubuhnya dari dunia kapital, termasuk penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal, dunia akademik --tidak bisa dipungkiri-- merupakan bagian dari sosial. Publikasi karya ilmiah merupakan tanggungjawab sosial. Selebihnya, implementasi sains dan teknologi haruslah mencakup tujuan sosial. Solusinya, dunia kapital harus menyediakan dana tanggungjawab sosial (CSR). Produksi ilmu pengetahuan dan teknologi, diseminasi (publikasi ilmiah), dan hilirisasinya di masyarakat harus mendapat dukungan CSR.

Bagaimana Meningkatkan Publikasi Ilmiah?

Oleh: Wahyudin Darmalaksana *Pendahuluan* Topik ini sederhana, yaitu bagimana meningkatkan publikasi ilmiah? Dunia kampus di seantoro jagat sedang berlomba meningkatkan publikasi akademisi mereka di jurnal ilmiah. Ini erat kaitannya dengan pemeringkatan kampus dunia. Tingkat publikasi kampus menjadi indicator ranking. Sungguh pun dilepaskan dari tujuan pemeringkatan, publikasi dunia kampus mempunyai signifikansi yang vital. Oleh karena itu, semua kampus di tanah air berusaha meningkatkan publikasi. Para pemimpin perguruan tinggi bekerja keras menentukan strategi yang efektif. Segenap akademisi terpacu meningkatkan skill penulisan artikel ilmiah. *Pembahasan* Tulisan ini berusaha menjawab bagaimana meningkatkan publikasi kampus. Publikasi di sini adalah penulisan artikel (paper) di jurnal ilmiah, nasional mapun internasional. *Kebijakan* Kampus harus menetapkan kebijakan peningkatan publikasi ilmiah. Kebijakan ini mesti diselaraskan dengan arah kebijakan nasional serta ara

Digitalisasi Hadis

Urgensi Kolaborasi Akademisi Informatika dan Akademisi Bidang Ilmu Hadis Oleh: Wahyudin Darmalaksana Pendahuluan Meskipun sumber kedua Islam, namun hadis disepakti sebagai penjelas al-Qur’an yang merupakan sumber pertama. Karena itu, studi hadis menjadi penting, baik esensi maupun riil. Secara esensial, hadis merupakan apapun yang dating dari Nabi Saw. Adapun riil hadis adalah teks hadis yang tersebar di dalam kitab-kitab hadis. Memang hadis telah rampung dibukukan, hanya saja belum tentu pengguna hadis mengacu kepada kumpulan kitab pokok utama yang mengoleksi hadis lengkap dengan rawi (periwayat), sanad (matarantai periwayatan), dan mata (teks hadis). Sering ditemukan di media social penyampaian hadis tanpa penyertaan kutipannya. Tentu kenyataan demikian dapat menimbulkan keraguan bagi pembaca apakah hadis tersebut otentik (sahih) ataukah terisolir. Selebihnya, studi sanad tidak cukup untuk menilai hadis apakah layak diaplikasikan ataukah perlu ditangguhkan –untuk tidak men

Tips Memanfaatkan Bantuan Penelitian untuk Menjamin Kewajiban Publikasi Ilmiah

Tenaga pengajar khususnya dosen memiliki kewajiban memublikasikan paper di jurnal ilmiah. Kewajiban ini merupakan standar yang diterapkan di dunia. Artinya, standar ini berlaku di seluruh dunia untuk pengukuran kinerja tenaga pengajar. Jurnal ilmiah menentukan paper harus merupakan hasil penelitian. Dengan demikian, dosen harus mencari peluang bantuan penelitian dan pemanfaatannya untuk publikasi paper ilmiah. Biasanya, bantuan penelitian dari lembaga sangat terbatas bergantung ketersediaan anggaran. Karena itu, bantuan penelitian diselenggarakan dengan cara kompetisi. Tantangan pengusul adalah penyusunan proposal standar. Tantangan lainnya ialah penerima bantuan penelitian harus memanfaatkan dana untuk menghasilkan paper yang layak dipublikasikan di jurnal ilmiah. Persoalan kerap timbul berkaitan dengan hal di atas. Pertama, kewajiban publikasi paper di jurnal ilmiah belum tersosialisasikan secara massif. Kedua, penerimaan bantuan penelitian kurang diorientasikan dan dimanfaatkan

Tiga Arahan Global

September 2018. Para pemimpin penelitian di kawasan Asia-Pasifik berbicara untuk memperluas cakupan penelitian perguruan tinggi. Agenda ini dirancang oleh Elsevier di Universitas Yonsei di Seoul, Korea Selatan. Dihasilkan tiga tema utama, yaitu: Satu: Memperluas cakupan - tetapi mempertajam focus. "Kita tidak dapat memiliki dampak sebagai permulaan jika kita mencoba dan mengatasi masalah yang luas." Tugas kita adalah mencipta karya yang benar-benar unik agar benar-benar luar biasa. "Semua orang ingin menyelesaikan masalah besar di dunia, tetapi ketika kita benar-benar melakukannya, kita harus memiliki narrow pendekatan dan tepat sasaran." Kedua: Kolaborasi dan keterlibatan masyarakat adalah kunci untuk inovasi. Kita diarahkan untuk menghilangkan segala hambatan yang ada dalam komunitas ilmiah dan bermitra dengan orang yang tepat. Ketiga: Peran branding universitas. Membangun merek global yang kuat - yang terdiri dari data kelembagaan, kinerja penelitian, dan

Research Information Manajement

Research Information Manajement (RIM) Pendidikan Tinggi di berbagai penjuru dunia berkepentingan untuk menguatkan RIM. RIM berperan mengukur performa penelitian dan publikasi sebuah Perguruan Tinggi secara berkala. Berbagai platform digunakan untuk penguatan RIM dalam rangka menampilkan visibilitas Perguruan Tinggi di bidang penelitian dan publikasi. Biasanya platform yang diinisiasi pihak ketiga lebih populer digunakan untuk RIM dibandingkan rancang bangun yang dikembangkan di internal Perguruan Tinggi. Yudi W. Darmalaksana

SDM Internasional

Menurut Undang-Undang, tugas kampus adalah meningkatkan SDM ilmu pengetahuan. Tugas ini meliputi fokus kompetensi, pengenalan, dan pengakuan. Kompetensi inti membentuk akademisi menjadi ahli dan pakar berikut pengorganisasiannya dalam perhimpunan profesi. Bidang ilmu kompetensi inti mesti dicintai, digali, dan direprodukasi atau dikembangkan. Tonggak berikutnya, keahlian dan kepakaran serta fokus studi dikenalkan atau didiseminasikan antara lain melalui publikasi ilmiah. Hal ini merupakan strategi jaringan, kemitraan, kolaborasi, dan kerjasama. Pada gilirannya akademisi akan mendapat pengakuan (recognation). Bentuk pengakuan di antranya invited speaker, bantuan riset dan pengembangan, fasilitator, tawaran kerjasama, dan penghargaan. Demikian, ikhtiyar peningkatan SDM ilmu pengetahuan juga teknologi. Pengakuan terdiri atas level lokal, nasional, regional, dan internasional. Yudi W. Darmalaksana

Tantangan Ketidakpastian Masa Depan

Ada gejala teori-teori dasar ditinggalkan. Ini efek perubahan realitas. Timbul perkembangan baru tanpa akar fundamental. Penelitian dasar seperti tidak berguna lagi. Tren dewasa ini adalah penelitian (terapan) untuk kebutuhan nasional. Memang harus diakui kampus sedang menghadapi tantangan untuk menjadi pusat kesejahteraan negara. Pertanyaanya, bagaimana aktivitas yang relevan. Tulisan ini mencoba menjawab itu. Teori-teori besar tidak boleh diabaikan, kenali berbagai type data dengan multi analisis, rancang metode penelitian baru secara kolaboratif, dan dokumentasikan ke dalam technical-report. Aktivitas di atas akan menghasilkan rekomendasi. Kelanjutannya ialah menempatkan partisipasi komunitas menjadi kunci utama inovasi. Yudi W. Darmalaksana

Jalan Menuju Pengakuan dalam Persaingan Global

Menurut pengaturan Negara, sasaran utama kampus adalah meningkatnya SDM ilmu pengetahuan dan teknologi. Sasaran ini meliputi fokus kompetensi, pengenalan, dan pengakuan. Kompetensi inti berperan membentuk karakter akademisi menjadi ahli dan pakar berikut pengorganisasiannya dalam asosiasi profesi. Aktivitas kunci meliputi riset, inovasi, dan pengembangan. Tonggak berikutnya, pengenalan keahlian dan kepakaran serta fokus studi. Aktivitas kunci mencakup penguatan jaringan, kemitraan, kolaborasi, dan kerjasama. Terakhir, indikator pengakuan (recognation). Antara lain invited speaker, sponsor riset dan pengembangan, fasilitator, kerjasama strategis, dan penghargaan. Demikian, sasaran peningkatan SDM ilmu pengetahuan dan teknologi dalam cakupan yang luas namun spesifik. Adapun level pengakuan ialah lokal, nasional, regional, dan internasional dalam persaingan global. Yudi W. Darmalaksana

Mohon Pembaca dapat Menyumbang Judul Tulisan Ini

Pendahuluan Semua akademisi seharusnya mampu menulis paper. Sebab, penulisan paper merupakan pengetahuan sistematis yang dapat dipelajari tahap demi tahap secara praktis. Namun, sebagian akademisi tidak jarang berhadapan dengan masalah tidak tuntasnya penulisan paper. Padahal, publikasi ilmiah merupakan kewajiban. Ada beberapa faktor mengapa penulisan paper tidak tuntas. Faktor utamanya ialah penulis paper tidak menyatakan pertanyaan utama yang akan dijawab atau akan dibuktikan. Memang bisa jadi data melimpah dan pembahasan terurai tak berkesudahan --untuk tidak menyebut muter-muter-- hingga dihasilkan tulisan yang teramat luas, panjang, dan lebar hanya amat disayangkan tidak tuntas. Sebenarnya, tulisan tidak perlu panjang apatah lagi melebar tetapi fokus menjawab pertanyaan utama. Oleh karena itu, pertanyaan harus jelas bergantung topik penelitian, tegas didasarkan perumusan, spesifik berpulang kepada analisis yang digunakan, dan fokus sesuai bidang keahlian atau kepakaran.
Tubuh Paragraf UIN SGD menyiapkan SDM penulis korespondensi ( *Data*). Peningkatan kapasitas SDM penulis korespondensi terlatih dapat mengatasi problem validitas publikasi di jurnal ilmiah secara efektif ( *Analisis Data*). Jejak forensik korespondensi merupakan alat validasi publikasi paper di jurnal ilmiah ( *Statement Origimal berkenaan dengan Data*). SDM penulis korespondensi terlatih memiliki tanggungjawab validitas paper di jurnal ilmiah ( *Kutipan dari Referensi*). Peningkatan kapasitas SDM penulis kosespondensi terlatih yang disiapkan UIN SGD berlangsung efektif mengatasi problem tanggungjawab jejak forensik validasi paper dalam publikasi di jurnal ilmiah ( *Statement Original perbandingan antara Analisis Data, Statement Pertama dan Kutipan*). πŸ™ #latihan_menulis
Sumber: Jurnal Kemanusiaan Vol. 25, Supp. 1, (2018), 191–206 Seri latihan tubuh paragraph Pendahuluan Universitas di seluruh dunia sedang mengalami krisis identitas, dan sedang berlangsung melakukan penilaian ulang tentang peran dan fungsi mereka di saat ini dan di masa depan yang lebih tinggi dalam lanskap pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pengaruh dan dampaknya bagi perubahan sosial. Selama beberapa dekade terakhir, jumlah universitas semakin meningkat dan menerima banyak siswa daripada sebelumnya, - namun ada juga yang “belum pernah terjadi sebelumnya yakni skeptisisme ”tentang pendidikan tinggi dalam hal manfaat individu bagi siswa dan kontribusi kolektif kepada masyarakat (Collini 2012). Universitas diklaim menjadi mesin pertumbuhan teknologi dan ekonomi, dan banyak negara-negara berkembang mencurahkan sumber daya yang besar untuk membangun dan mengembangkan mesin pertumbuhan ini (Altbach et al. 2018), dengan harapan akan menghasilkan keterampilan kerja bagi eko
Sumber: Palgrave Communications Published: 21 March 2017 Seri Latihan Tubuh Paragraf Pendahuluan Sementara ada lebih dari 100 tahun penyelidikan ilmiah tentang penelitian dan praktik diseminasi dalam ilmu alam dan kehidupan (the natural and life sciences), sampai saat ini studi bibliometrik dan sosial tentang penelitian sains dan teknologi mengabaikan social sciences and humanities, SSH (Hemlin, 1996). Oleh karena itu, ada metode untuk penilaian penelitian dalam natural and life sciences yang berhubungan dengan praktik-praktik di bidang ini dan diterima oleh masyarakat (meskipun terdapat semakin banyak suara kritis, lihat misalnya, Lawrence, 2002; MoliniΓ© dan Bodenhausen , 2010) dan sifat pengukuran diuji oleh penelitian bibliometrik. Sementara itu, pengetahuan tentang penelitian dan praktik diseminasi di SSH langka, sementara penilaian penelitian tidak berhenti di gerbang disiplin SSH (Guillory, 2005; Burrows, 2012). Meningkatnya tekanan akuntabilitas, praktik-praktik pemerintah
Sumber: Department of Sociology University of California at Berkeley Seri Latihan Tubuh Paragraf Pendahuluan Beberapa tahun terakhir telah terlihat minat baru dalam peran agama di perguruan tinggi dan universitas. Berita di surat kabar dan majalah, menggemakan pandangan banyak fakultas dan administrator, yang menegaskan bahwa di antara siswa terdapat kehidupan keagamaan yang lebih aktif daripada yang telah ada dalam 100 tahun yang lalu dan bahwa para siswa semakin tertarik pada agama (Finder 2007). Di seberang akademi juga, agama adalah topik hangat. Para sarjana dalam urusan kemahasiswaan berpendapat bahwa kurikulum perguruan tinggi harus dirancang untuk mendorong "pengembangan siswa holistik," dan bahwa pendidikan yang tidak menghadirkan perkembangan nilai agama menjadi tidak lengkap (Braskamp, Trautvetter, dan Ward 2006; Chickering, Dalton, dan Stamm 2005; Taman 2000). Dan, mungkin yang paling dramatis, perdebatan sejarawan, pemikir, dan pendidik telah mulai memperta
Sumber: Issues in Malaysian Higher Education, Published January 27, 2018 Seri Latihan Tubuh Paragraf Pendahuluan Pada abad ke-21, universitas di seluruh dunia menghadapi tantangan baru. Pergeseran dari paradigma elit pendidikan tinggi (HE) ke HE massa (Daniel, 1993; Ramsden, 1998), internasionalisasi dan globalisasi (De Wit, 2011; Enders, 2004; Karim & Maarof, 2012; Rostan & Ceravolo, 2015; Shin & Harman, 2009; Van Damme, 2001), pemanfaatan luas teknologi informasi (Scott, Tilbury, Sharp, & Deane, 2012; Stensaker, Maassen, Borgan, Oftebro, & Karseth, 2007), dan pendekatan penggalangan dana baru di HE ( Keener, Carrier, & Meaders, 2002; Shin & Harman, 2009; Teixeira & Koryakina, 2013) dianggap sebagai beberapa sumber utama kekuatan perubahan untuk tantangan yang baru muncul. Tidak hanya universitas yang menghadapi tantangan, tetapi mereka juga menyebabkan banyak perubahan dalam masyarakat. Bahkan, paradigma, teori, hipotesis, stereotip, model, keran
Seri Latihan Menulis II Praktis Tubuh Paragraf dan Metodologi Sumber: Elsevier, Procedia - Social and Behavioral Sciences 195 ( 2015 ) 202 – 209 1. Pendahuluan 500 universitas top dunia adalah salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di bidang akademik. Dapat dikatakan bahwa ada korelasi antara tingkat perkembangan suatu negara dan peringkat universitasnya. Contohnya, melihat data yang diterbitkan oleh Universitas Top (2014), terlihat bahwa negara-negara maju tersebut membuat daftar 500 universitas top dunia: AS 97, Inggris 48, Jerman 37, Jepang 16, Prancis 22, Australia 23, Kanada 20, Italia 15, Korea Selatan 14, Cina 18, Spanyol 12, Belanda 13, dan Turki 5. Menurut hal yang sama dilaporkan bahhwa hanya 10 universitas Rusia yang tercakup dalam daftar. Continue … 2. Literature Review Continue … 3. Metodologi Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian terutama didasarkan pada tinjauan literatur ilmiah dan perspektif fakultas tentang masalah yang di
Seri Latiha Menulis II Literature Review Tantangan universitas atau institusi pendidikan tinggi di Turki telah dieksplorasi dalam sejumlah studi akademis. Misalnya, …….. (2017) tentang masalah di universitas swasta. Dalam studinya, Bayrakdar (2006) menyelidiki peraturan dan kebijakan yang diajukan oleh Dewan Pendidikan Tinggi Turki dan perspektif fakultas tentang kebijakan tersebut. Akar (2010) dalam penelitiannya meneliti dampak globalisasi terhadap pendidikan tinggi di Turki. Penulis telah memeriksa masalah-masalah seperti dampak globalisasi pada meningkatnya permintaan akan pendidikan tinggi di Turki, kurangnya fakultas yang berpendidikan dan terlatih, praktik penelitian, penciptaan pengetahuan, dan kurangnya sumber daya keuangan. Selain itu, tantangan dan masalah universitas Turki telah diperiksa dari perspektif teknis dan berbagai solusi telah disajikan. Sebagai contoh, Isman (1997) mempelajari adopsi inovasi dan penggunaan teknologi pendidikan dalam pendidikan tinggi. Cinar
Seri Latihan Menulis III Analysis and Result 3.3.Analisa dan Hasil 3.3.1. Tinjauan Kurangnya Infrastruktur Fisik Mayoritas universitas di Turki dibuka sebelum infrastruktur penuh dibuat, dengan asumsi infrastruktur mereka akan selesai tepat waktu. Situasi ini menimbulkan sejumlah besar biaya dan waktu yang hilang, dan memengaruhi kesempatan pendidikan, pelatihan, dan penelitian secara negatif. Oleh karena itu, universitas, fakultas dan departemen tidak boleh dibuka tanpa melakukan studi kelayakan yang komprehensif dan infrastruktur yang lengkap dibangun. Infrastruktur yang tidak memadai adalah salah satu masalah terpenting dari pendidikan tinggi (Marmolejo, 2007). Demikian pula, pemilihan lokasi adalah salah satu masalah terpenting. Saat memilih lokasi untuk universitas, daripada biaya investasi awalnya, keterjangkauan jangka panjang situs harus dipertimbangkan. Saat memilih lokasi, area yang sesuai untuk ekspansi harus dipertimbangkan. Fakultas atau perguruan tinggi yang dianggap
Tubuh Paragraf UIN SGD memberitakan berbagai peristiwa. Produksi berita potensial meningkatkan popularitas. Berita merupakan sarana branding lembaga di dunia media massa. Produksi berita berbagai peristiwa di media massa dalam branding lembaga diharapkan dapat meningkatkan popularitas UIN SGD. #latihan_menulis Ini hasil reviu pa Bebeh

Mengatasi Tekanan Menulis Paper dengan Design Thinking

Menulis paper menjadi target akademisi. Situasi ini telah menimbulkan "tekanan". Kami percaya masalah ini dapat diatasi. Sudah ada banyak cara sukses publikasi paper. Design thinking diyakini menjadi jalan keluarnya. Dia merupakan metode unruk mengurai masalah kompleks dan diakui efektif. Metode ini akan menempatkan people sebagai center. Berbagai masalah dikenali secara kritis oleh seluruh yang terlibat. Berbagai masalah itu diatasi dengan inovasi dan diujicoba terus-menerus sampai menemukan praktik terbaik. Metode ini sekaligus dapat mengatasi "tekanan". Sebab, dia mensyaratkan empati yaitu situasi merasakan keadaan emosi orang lain, mencoba jalan keluar, dan mendengarkan perspektif orang lain. Sejauh pengalaman UIN SGD Bandung, berbagai informasi menulis efektif dihimpun, dirumuskan menjadi pengetahuan sistematis, dan dipraktikan. Kami pelajari "tubuh artikel" mulai dari abstrak. Berikutnya introduction, method, result, and discussion yang dikenal d

Manual Proposal Litapdimas

Penenilitian mempunyai varian yang kompleks. Kompleksitas itu bukan saja menyangkut jenis, melainkan juga meliputi kategori, kluster, dan teknis. Pengusul diharapkan dapat menselaraskan berbagai pengaturan. Seperti ARKAN yang meliputi tema-tema, juknis, dan penggunaan aplikasi Litapdimas. Selebihnya, bantuan BOPTN seyogyanya ditangkap sebagai peluang, berkompetisi secara sehat, dan memenangkannya sebagai sebuah integritas. Berikut ini beberapa bantuan kluster PTKIN UIN Sunan Gunung Djati Tahun 2020 : A1 Pemula Individual Proposal Peningkatan Kapasitas Merupakan kegiatan untuk pemula dosen, laboran, dan pemustaka --bila mereka tidak menjadi anggota di kluster lain. Penelitian ini untuk penguatan kompetensi dan pelatihan publikasi ilmiah. http://digilib.uinsgd.ac.id/19993/ A2 Kumpulan Individu Penelitian Pengembangan Program Studi (PPPS) Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan dalam rangka pengembangan program studi di lingkungan PTKI. Dalam konteks ini, hasil penelitian
Seri Latihan Menulis Tubuh Paragraf Statement Original *Analisis Pertumbuhan Pohon Kurma* Pohon Kurma di Kampus II UIN SGD berbuah lebat. Pasti ada faktor utama yang menyebabkan demikian. Kenyataan itu merupakah hasil perlakuan. Menurut sumber, Pohon Kurma mempunyai karakter tersendiri. Lebatnya buah Pohon Kurma di Kampus II UIN SGD disebabkan perlakuan yang tepat sesuai karakternya. Pohon Kurma mempunyai karakter hidup serumpun dalam arti tidak mau terganggu pohon rumpun lain. Pengelola lingkungan UIN SGD sudah mengambil langkah tindakan perlakuan yang tepat. Tidak ada rumpun pohon lain yang mengganggu pertumbuhannya menjadi faktor utama Pohon Kurma di Kampus II UIN SGD berbuah lebat. ☕☕☕ #latihan_menulis Puslitpen LP2M UIN SGD BANDUNG
Bandung, 02 Juli 2019 Subjek: Ceramah Forum WA Sifat: Informasi Perihal: *Perubahan Model Belanja Penelitian dan Publikasi* Bapak/Ibu jamaah forum WA yang berbahagia Tadi malam kita membincang pengadaan server jurnal. Ini termasuk belanja modal (asset) tidak bergerak. Besaran pagu akan bergantung spek server. Di masa depan, belanja penelitian dan publikasi pun demikian. Berdasar Peraturan Presiden tentang Barang dan Jasa (Barjas) serta pengaturan Dirjen Anggaran Kemenkeu RI tentang Standar Biaya Keluaran (SBK), terdapat perubahan belanja penelitian dan publikasi. Semula akun belanja operasional lainnya diubah menjadi belanja modal (asset). Konsekuensinya, belanja penelitian atau publikasi akan berpulang kepada spek. Misalnya, perbedaan harga spek publikasi Sinta 1, Sinta 2, Sinta 3, Sinta 4, Sinta 5, dan Sinta 6. Dengan model itu, pengeluaran Negara terukur bergantung harga asset. Contohnya, publikasi opini di media cetak maksimum Rp. 3.000. 000 (di koran level Nasional).
*11 Karakter Utama Pemimpin Moderasi* According to research from Western-U: these are the characteristics of a gerat leader *Judgment* Situationally aware Cognitively complex Analitical Decisive Critical thinker Intuitive Insightful Pragmatic Adaptable *Trancendence* Appreciative Inspired Purposive Optimistic Creative Future-oriented *Drive* Passionate Vigorous Results-oriented Demonstrates initiative Strives for excellence *Collaboration* Cooperative Collegial Open-minded Flexible Interconnected *Humanity* Considerate Empathetic Compassionate Magnanimous Forgiving *Humility* Self aware Modest Reflective Curious Continuous learner Respectful Vulnerable *Integrity* Authentic Candid Transparent Principled Consistent *Temperance* Patient Calm Composed Self-conrolled Prudent *Justice* Fair Equitable Proportionate Even-handed Socially responsible *Accountability* Takes ownership Accepts consequences Conscientious

Pembelajaran Strategis Puslitpen LP2M UIN SGD

Beberapa isu, pengembangan, dan aktivitas kunci : 1. Berpikir kritis 2. Design thinking 3. Reseach leader 4. High order thinking skill 5. Analisis SOAR 6. Manajemen pengetahuan (knowledge management) 7. Sistem Informasi digital 8. Manajemen perencanaan strategis 9. Capacity building 10. PAR & ABCD 11. Pusat studi 12. Matrik Risk 13. Academic work paper (AWP) 14. Correspondence 15. Kerjasama strategis 16. Kolaborasi 17. Inovasi 18. Publikasi 19. Konferensi 20. HKI/Paten 21. Jurnal ilmiah 22. Klinik paper 23. Writing retreat 24. Peer group & peer review 25. Klinik proposal 26. Kelas menulis reguler 27. Best practice 28. To do list 29. Praktis menyusun TOR 30. Literasi SOP standar 31. Manajemen referensi 32. Index 33. Esai, artikel, dan buku ilmiah populer 34. Fellowship 35. Stategic manajement system (SMS) Kemenag RI. Bandung, 06 Juli 2019 ☕☕☕
Bagaikan guru yang mendidik akal peserta didik (siswa) untuk menajamkan budi pekerti (anleh). Bagaikan tajamnya pisau karena kebiasaan ditempa. Makin ditempa makin terasah. Bagaikan air yang mengalir dari gunung. Mula-mula selokan kecil. Seiring hujan lebat, terbentuklah sungai lebar dengan arus deras dari beberapa jurusan. Begitu katanya adat kebiasaan. πŸ™‚πŸ™πŸ™πŸ™
*Riset Moderasi* *Materi Dasar* menggali kedalaman nilai-nilai, prinsip-prinsip, ide-ide mendasar untuk menemukan teori atau postulat baru. *Materi Terapan* mencakup keluasan model, kebijakan, inovasi, produk, dan market. *Materi Pengembangan* yaitu model, kebijakan, invensi, produk, dan market --yang telah ada sebelumnya-- dikembangkan ke dalam wujud baru. *Materi Aktual Strategis* berupa penyelesaian isu-isu terkini yang paling mendesak melalui penunjukan pimpinan secara angsung. Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung
GLOBALISASI PUBLIKASI ILMIAH Oleh: Wahyudin Darmalaksana Para akademisi di khalayak global sedang membincangkan hal yang sama yakni publikasi paper ilmiah di jurnal dengan menerapkan peninjauan sejawat. Manajemen atau pengelola jurnal menetapkan alur penerimaan paper yaitu peneliti mengirim paper ke jurnal yang selanjutnya editor jurnal menyerahkan paper tersebut ke mitra bestari (reviewer). Editor jurnal bertugas menilai kelayakan paper apakah ditolak ataukah diteruskan ke reviewer bidang keahlian untuk memberikan ulasan berdasarkan pengembangan pengetahuan. Inilah aktivitas yang sedang berlangsung di kalangan para akademisi khalayak global. Disebut 'khalayak global' adalah sebagai penegasan untuk menunjukan potret dunia tentang aktivitas para akademisi di planet bumi sekarang ini. Seluruh akademisi dunia ditekan untuk menunaikan publikasi paper penelitian di jurnal ilmiah. Tak terkecuali di Indonesia tampak para akademisi menerima tekanan hebat untuk publikasi ilmiah.